
Lisa masih menangis dibawah selimut cokelat yang menutupi tubuhnya yang kini polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Lisa benar-benar takut saat teringat kejadian tadi bagaimana jika Mamanya tahu, pasti Mamanya akan sangat kecewa bahkan shock berat karena Lisa sudah berjanji akan menjaga dirinya dengan baik.
Lisa berusaha kuat memunguti pakaiannya yang masih tergeletak diatas lantai dalam keadaan robek-robek dan tidak layak pakai tapi Lisa tetap memakainya dan duduk di atas ranjang sambil mencari keberadaan Riefky, ia sedang mencari cara agar bisa pergi diam-diam tanpa ketahuan oleh Riefky.
Saat ini keadaan Riefky sangat kacau balau fikirannya, bagaimana bisa Riefky tidak percaya bahwa Lisa masih ****** dan ia sudah membuat kesalahan fatal yang merusak masa depan Lisa.
Riefky melakukannya pada Lisa dengan sangat kasar dan brutal sampai-sampai banyak bekas luka di beberapa bagian tubuh Lisa karena cakarannya, saat itu Riefky sudah ditutupi api cemburu dan kecewa sejak di lokasi shooting tadi dan melampiaskannya pada Lisa dengan tidak berprikemanusiaan.
Riefky yang saat ini berada di balkon apartemennya hanya menggunakan bathrobe terlihat sangat frustasi, ia mengambil sebotol wine dan meminumnya langsung dari botolnya tanpa perantara gelas. "Kenapa gue bisa sebodoh ini aaakkkkhhhhh sialan." teriak Riefky sambil meminum winenya kembali sampai habis.
__ADS_1
Lisa mendengar teriakan Riefky dari dalam kamar dan ia merasa sangat takut, ia takut jika Riefky akan melakukannya lagi dengan brutal. Saat ini Lisa sudah kehilangan akal sehatnya, Lisa melihat ada satu gelas kaca yang berisi air mineral yang masih tertutup rapat, Lisa meminum air tersebut sampai habis lalu membantingnya dengan sangat keras. Lisa tersenyum getir melihat pecahan kaca tersebut dan mengambil salah satu pecahan kaca untuk mengakhirinya hidupnya.
Riefky dari arah balkon sayup-sayup mendengar seperti ada suara pecahan kaca, ia tidak kepikiran sedikitpun tentang keadaan Lisa saat ini, Riefky berlari ke arah kamarnya dan ia mendapati Lisa tengah menangis sambil menggenggam salah satu pecahan kaca.
"Lisa jangan nekat! lemparkan kaca tajam itu sekarang juga." kata Riefky sambil melangkah perlahan untuk mendekati Lisa.
"Jangan mendekat, jangan sentuh aku lagi, aku jijik aku jijik aku benci sama kamu kak." teriak Lisa frustasi.
"Batalkan semuanya aku sudah tidak sanggup lagi melanjutkan hidupku, duniaku sudah hancur, duniaku sudah berakhir dan aku... " perkata Lisa terputus karena pergelangan tangannya sudah menganga akibat Lisa menyayatnya dengan sengaja.
__ADS_1
Darah segar berhamburan menetes di lantai tempatnya berdiri saat ini, Lisa terjatuh tidak sadarkan diri dan Riefky sangat panik saat melihat keadaan Lisa yang seperti ini, ia berlari menghampiri Lisa dan memeluknya dengan sangat erat penuh penyesalan. Riefky menangis sejadi-jadinya sambil memegangi tangan Lisa yang sudah terluka parah.
Saat Riefky hendak menggendong tubuh Lisa untuk dibawa ke rumah sakit tiba-tiba pintu kamar Riefky terbuka dengan paksa, ternyata yang membukanya adalah Derry dan Andreas yang terlihat sudah sangat panik, apalagi saat mendapati keadaan Lisa yang sudah tidak sadarkan diri terkapar di lantai dengan berlumuran darah membuat Derry panik tak karuan.
Dokter Andreas mengeluarkan Betadine, beberapa lembar kapas dan perbanan untuk menutupi luka Lisa sementara agar darahnya berhenti mengalir, lalu dokter Andreas segera menghubungi ambulance untuk datang secepat mungkin dan membawa Lisa ke rumah sakit E.
Dokter Andreas pergi bersama paramedis menggunakan Ambulance, sedangkan Derry masih tinggal di dalam kamar Riefky untuk meminta penjelasan pada Riefky apa yang telah terjadi antara Lisa dan dirinya.
Terlihat jelas di mata Derry bahwa ia sedang terbakar emosi saat mendapatkan kabar dari Ibnu tentang kejadian yang terjadi di lokasi shooting Riefky, ditambah saat ia melihat gadis kecilnya tidak sadarkan diri dalam keadaan melakukan percobaan bunuh diri.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC