
Tentang Meirose Manoban.
4 tahun yang lalu Meirose dibawa pindah oleh Mami Papinya ke New York setelah menyelesaikan sekolahnya di Thailand. Maminya telah mendaftarkan Meirose di sebuah kampus ternama di kota New York diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun karena suprise untuk Meirose.
Meirose menjalani hari-hari di New York dengan sangat bahagia, ia selalu di manjakan dengan berbagi macam fasilitas dari orang tuanya yang sangat menyayangi anak satu-satunya di dalam keluarga Manoban.
Meirose memiliki teman sebangku yang sangat tampan bernama Anthony, Mei mengira bahwa Ia telah jatuh cinta pandangan pertama dengan pemuda yang duduk disebelahnya. Hari-hari di kampus selalu ia habiskan berdua dengan Anthony hingga banyak yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Meirose selalu mengikuti semua permintaan dari Anthony dari A sampai Z untuk melakukan apa saja yang masih sebatas wajar pasti akan selalu Mei lakukan, seperti Anthony meminta Meirose untuk mengganti model rambut, cat rambut, penampilan dan semua yang berbau dengan penampilan luar selalu Meirose ikuti tanpa menolak karena ia telah dibutakan oleh rasa cinta.
Pada suatu hari, saat selesai kelas Meirose di jemput oleh salah satu teman Anthony yang bernama Mike untuk mengajaknya menghadiri birthday party Anthony di sebuah klub malam dan Meirose menyetujui ajakan dari Mike. Hingga malam tiba, waktunya party dimulai Meirose disuruh bergegas oleh Mike untuk mengganti pakaian yang telah disediakan oleh Anthony sesuai tema partynya. Meirose mengganti pakaiannya dengan pakaian pemberian dari Anthony, setelah selesai ia berjalan memasuki klub.
Meirose yang baru datang langsung disambut meriah oleh teman-temannya dan teman-teman Anthony yang sudah memadati klub untuk merayakan hari ulang tahun Anthony.
Meirose sama sekali tidak menaruh curiga dengan acara yang Anthony gelar pada malam itu, lalu Meirose diminta oleh Anthony untuk menyanyikan lagu happy birthday di atas panggung dan Mei menuruti permintaan dari Anthony.
Saat Meirose telah selesai menyanyikan satu buah lagu spesial untuk orang terkasih, ia segera turun berjalan menghampiri Anthony untuk memberikannya sebuah kado dan ucapan selamat ulang tahun, Anthony menerimanya dengan senang hati dan membalas ucapan Mei dengan sebuah ciuman bibir yang membuat Mei terkejut lalu menolak.
"Anthon bersikaplah dengan sopan." kata Meirose kesal.
"Kenapa begitu? Ini di klub semua orang bebas ingin melakukan apa saja sesukanya, jadi kamu tidak perlu khawatir." kata Anthony dan kembali mencium bibir Mei.
"Tapi aku tidak suka Anthon." kata Meirose dan melangkah mundur.
"Oke lupakan. Mari kita bersulang untuk merayakan hari bahagiaku malam ini." kata Anthon sambil memberikan satu gelas minuman berwarna merah pada Mei dan Mei bersulang dengan Anthon.
"Happy birthday Anthony Luxe semoga harimu bahagia selalu dan panjang umur." ucap Meirose dan tersenyum.
Setelah Meirose meminum minuman yang diberikan oleh Anthon tadi tiba-tiba Meirose merasakan seluruh tubuhnya terasa begitu panas, Anthon yang melihat tubuh Mei telah berreaksi mengajak Meirose ke lantai atas.
__ADS_1
"Anthon kenapa kita pergi?" tanya Mei sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing.
"Kita pergi sebentar dulu untuk bersenang-senang honey." jawab Anthony dengan senyum sensual.
Meirose tidak mengerti apa maksud dari perkataan Anthony, ia hanya menurut mengikuti langkah kakinya yang dituntun oleh Anthon.
Anthony mengajak Meirose masuk ke sebuah kamar untuk menjalankan aksinya, Anthony sangat mengilai lekuk tubuh dan penampilan Meirose sejak pertama bertemu tapi Anthony tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya karena dia sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi akan menikah, maka dari itu ia hanya ingin mencicipi tubuh Meirose sekali untuk mengobati rasa penasarannya.
Meirose mulai kehilangan kesadarannya sedikit demi sedikit namun dia tahu dimana dia saat ini, dan dia melihat Anthony mulai melepas kemejanya setelah meletakkan tubuh Meirose di atas ranjang kamar hotel, tubuh Meirose semakin memanas dan bergairah saat melihat tubuh Anthony yang mulai terlepas dari kemeja yang membalut tubuhnya tadi, Mei melihat Anthon mulai berjalan kearahnya dan memegang dada Mei seperti hendak melepaskan pakaiannya membuat Mei mulai tersadar dan mendorong tubuh Anthon sejauh mungkin.
"Anthon mau apa kamu?" teriak Meirose sekuat tenaga.
"Ayolah Meirose hanya malam ini saja kesempatan untukmu bermain dengan aku, aku tahu sejak awal kita bertemu kamu sudah mulai menyukaiku kan? Jadi ayo tunggu apa lagi?" kata Anthon dengan nada suara sensual berbisik di telinga Meirose.
"Anthon sadarlah cinta itu tidak selalu soal sex, aku salah telah menyukaimu saat itu." ucap Mei dan berlari ke arah pintu untuk keluar dari kamar.
Tangan Meirose ditahan oleh Anthon sekuat tenaga hingga membuatnya kesakitan dan menjerit.
"Semuanya sudah terlambat Meirose, kamu tidak bisa menolak gairah mu yang saat ini sedang bergejolak, ayo lepaskanlah padaku." kata Anthony.
"Sialan ternyata kamu menaruh sesuatu di gelas minumanku. Dasar *******." teriak Meirose.
Meirose berteriak minta tolong saat tubuhnya mulai di gendong paksa oleh Anthony dan di banting ke atas ranjang dengan sangat kasar. Anthony mulai menindih tubuh Meirose dan menggigit bibir Meirose dengan kasar agar Mei mau membuka mulutnya. Mei berusaha sekuat tenaga untuk mendorong tubuh Anthon tapi tidak berhasil, tubuhnya sudah mulai melemah efek sesuatu yang dimasukkan oleh Anthon ke minumannya.
Tidak ada harapan untuk Meirose agar bisa lepas dari genggaman Anthony, suaranya sudah mulai serak karena berteriak terlalu lama, pakaian Meirose sudah dirobek oleh Anthon dengan sangat kesal karena kesulitan membukanya dan di buang ke sembarang arah, Meirose hanya bisa pasrah. Saat Anthony hendak memasukkan adik kecilnya ke ***** Mei hanya bisa memejamkan matanya dan berharap akan ada yang menolongnya.
Brugghhhhh....
Meirose merasa tubuhnya seperti tidak ada yang menghimpitnya lagi dan ia mendengar Anthony menjerit kesakitan. Meirose memberanikan diri untuk membuka mata dan ia melihat saat ini Anthony sedang dihajar habis-habisan oleh sang dewa penolongnya, Mei menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang kini polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya.
Sang dewa penolong menyeret tubuh Anthony dan melemparkannya keluar, lalu ia menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
"Hai gadis bodoh bangunlah, pakai ini." ucap laki-laki yang menolong Meirose sambil menyerahkan jas miliknya.
Laki-laki itu bernama Derry Leo Mahendra yang telah menyelamatkan Meirose dari perbuatan bejad Anthony.
Meirose mengintip sedikit untuk melihat dengan jelas seorang dewa yang menolongnya.
"Hai terimakasih ya sudah mau menolongku." ucap Meirose terbata-bata.
"Aku akan membayar kamu dengan yang setimpal karena telah menolongku, apapun yang kamu inginkan" lanjut Meirose kembali.
"Bayar dengan tubuhmu bagaimana?" tanya Derry.
"Sepertinya tidak masalah karena Anthony menaruh obat yang membuatku bergairah sampai sekarang." jawab Meirose dengan bodohnya karena terpengaruh obat yang diberikan Anthon padanya.
Derry tidak menjawab ia malah menggulung tubuh Meirose dengan selimut yang menempel pada tubuhnya dan menggendongnya menuju kamar mandi lalu meletakan tubuh Meirose dibawa guyuran air dingin untuk menetralkan tubuh Mei yang terasa panas efek obat perangsang.
Meirose menjerit kesakitan dan menangis, Derry hanya mampu menepuk-nepuk bahu Meirose untuk meringankan rasa panasnya. Setelah 15 menit berlalu Meirose jatuh tidak sadarkan diri dan Derry mulai mengangkat tubuh Meirose untuk ditidurkan di atas ranjang kembali.
*****
Sejak kejadian itu Meirose mulai dekat dan semakin dekat dengan Derry sang dewa penolongnya, mereka telah memutuskan untuk bersahabat. Derry menceritakan semua tentang Lisa, gadis kecil yang ia cintai dan menceritakan semua keinginannya ingin memiliki Lisa seutuhnya, berbeda dengan Meirose yang lama kelamaan merasa nyaman saat berada didekat Derry dan ingin mengubah status sahabat menjadi cinta, Meirose sudah berusaha jujur pada Derry soal perasaannya tapi Derry menolaknya karena Derry hanya ingin setia pada satu nama yaitu, Lisa.
Derry mulai tidak nyaman dengan sikap Meirose yang terasa tidak wajar sebagai sahabat, lalu Derry memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Meirose agar tidak memberinya harapan terus menerus dengan bersama setiap hari, tapi Derry masih terus memantau Meirose dari kejauhan untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja.
Sebenarnya ada satu alasan lain yang menguatkan keputusan Derry untuk menjauh dari Meirose karena hatinya selalu bergetar saat saat bersama berdua dengan Mei dan Derry takut ia akan jatuh cinta pada Mei karena Derry tidak ingin mengkhianati cintanya hanya untuk Lisa seorang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC
__ADS_1