
Waktu sudah beranjak sore dan akhirnya Derry dan Meirose pamit untuk pulang ke apartemen Derry yang dulu, dan Bayu pamit untuk mengantarkan keduanya lalu kembali pulang ke rumah.
Rumah sudah lengang kembali, perutnya sudah kenyang karena tadi Derry sudah memasan banyak makanan secara online, masih ada sisa dan Lisa membereskannya, seketika ia teringat akan keberadaan Riefky yang sejak pagi ia kurung di kamarnya.
Lisa mengambil satu piring bersih dan meletakan sisa makanan yang masih layak untuk di makan Riefky, lalu dia berlari menaiki anak tangga dan terlihat Riefky sedang duduk termenung di depan pintu kamar Lisa.
"Hei maaf aku terlalu lama menyambut mereka." ucap Lisa dan ikut duduk di lantai bersama Riefky.
"Tidak masalah Lisa, melihat kamu bahagia tadi membuat aku ikut bahagia." kata Riefky menunjukkan senyumannya pada Lisa agar tidak terlihat murung.
"Ini kamu makan dulu, kamu pasti lapar ya." ucap Lisa seraya menyodorkan piring yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam makanan.
"Sedikit lapar, terimakasih untuk makanannya." kata Riefky menerima makanan dari Lisa dan langsung melahapnya sampai habis.
Sebenarnya Riefky sangat merasa lapar sejak ia terbangun dari tidurnya tadi pagi, ia harus kuat menahannya sampai tamu Lisa pergi dari rumah dan Riefky akan pamit juga pada Lisa untuk mengantarkan mobilnya kepada si pembeli.
"Lisa aku pamit ya, mau ke rumah teman dulu." pamit Riefky.
"Mau ikut." rengek Lisa.
"Jangan, soalnya akan banyak memakan waktu, lebih baik kamu istirahat saja ya di rumah." tolak Riefky.
"Aku selalu teringat Mama kalau di rumah sendirian. Temen kamu cewek ya?" tanya Lisa
"Bukan, temanku cowok. Ayo kalau mau ikut, eh nanti Bayu cemburu loh dan berfikir yang tidak-tidak tentang kita." kata Riefky bingung.
"Nggak akan, Bayu pasti ngerti kalau kita hanya teman." tepis Lisa seraya menarik tangan Riefky untuk segera berangkat.
Riefky dan Lisa pergi menuju rumah Gofar, sesampainya di depan rumah Gofar, Riefky membunyikan klakson dan gerbang rumah Pun terbuka dengan lebar menyambut kedatangan Riefky.
"Hei Bro akhirnya datang juga." sapa Gofar pada Riefky yang masih belum turun dari mobil.
Riefky mengajak Lisa untuk turun bersama. Riefky mengenalkan Lisa pada temannya.
"Kenalin ini Lisa, teman gue." kata Riefky
Gofar menyambut tangan Lisa dengan senang hati, mereka berkenalan dan berbincang-bincang ringan, setelah selama satu jam asik mengobrol Riefky berpamitan pada Gofar karena ia harus mengunjungi tempat yang lain, Riefky menyerahkan kunci mobil, STNK dan BPKB Mobil kepada Gofar dan di sambut tawa riang oleh Gofar karena bisa membeli mobil mewah bekas sahabatnya dengan harga bersahabat juga.
Lisa mengerutkan kedua alisnya, ia bingung kenapa Riefky menyerahkan kepemilikan mobilnya kepada Gofar, tapi ia masih belum berani bertanya sampai Riefky mengajaknya pulang barulah Lisa berani bertanya saat sudah berada di luar gerbang rumah Gofar.
__ADS_1
"Kak kenapa kamu kasih kunci mobil dan surat-surat mobil kamu ke Gofar?" tanya Lisa bingung.
"Aku jual mobil itu ke Gofar." jawab Riefky santai.
"Loh kenapa dijual?" tanya Lisa mulai kepo
"Karena aku butuh uang untuk bertahan hidup." jawab Riefky sambil memberhentikan taxi dan mengajak Lisa untuk naik.
"Kata Bayu kamu artis, artis kan banyak uangnya, terus kenapa harus jual mobil kalau sudah banyak uang?" Lisa pantang menyerah sebelum mendapatkan jawaban yang tepat.
"Lisa aku sudah bukan artis lagi, aku di blacklist secara tidak terhormat oleh PH X karena berita yang mencoreng nama baikku dan akhirnya sinetron yang masih on going harus berhenti di tengah jalan, aku harus membayar pinalti 1 M pakai uang tabungan, setelah aku hancur begini mana ada PH atau management yang ingin mengajak aku untuk bekerja. Maka dari itu aku menjual apartemen dan mobilku, hasilnya akan aku jadikan modal usaha." jelas Riefky panjang lebar membuat Lisa merasa sedih mendengar kisah hidup Riefky yang baru saja menimpanya.
"Waktu kita ketemu di mall bukannya kamu lagi shooting." kata Lisa mencoba mengorek lebih dalam lagi.
"Iya waktu kita ketemu di mall itu hari terakhir aku shooting dan adegannya aku meninggal karena kecelakaan biar aku hilang dari sinetron itu, makanya aku mutusin buat nyusul Mama Papa di Jerman dan akan tinggal di sana." jelas Riefky kembali, sedikit menceritakan kehidupannya kepada Lisa.
"Beritanya apa sih kak sampai kamu mengalami kesusahan seperti ini?."
"Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting aku sudah menerima hukum alam atas kejahatan aku." jawab Riefky memandang ke arah luar.
Lisa terdiam dan memandangi raut wajah Riefky dari samping, walau Riefky memalingkan wajahnya tapi Lisa tahu bahwa Riefky saat ini sedang menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Seorang karyawan mempersilahkan Riefky dan Lisa untuk masuk dan memilih-milih apa yang mereka cari, terlihat ada tiga orang SPG showroom yang sedang berbisik saat Riefky melewatinya, mungkin sedang bergosip ria.
Riefky membisikkan sesuatu pada Lisa.
"Itu sudah biasa orang menggosipkan aku, cuekin aja." bisik Riefky agar Lisa tidak mengabaikan apa yang ia dengar.
"Mba saya mau yang warna merahnya ya." tunjuk Riefky pada sebuah motor yang akan ia beli.
"Baik tuan akan saya urus dulu transaksinya, maaf mau bayar cash atau debit?" tanya karyawan yang melayani Riefky.
"Debit saja Mba." jawab Riefky.
Lisa menunggu di ruang tunggu saat Riefky sedang mengurus segala macam keperluan motor yang akan di beli, Lisa mengambil ponselnya yang berdering dari dalam tas dan ia mengangkat panggilan dari yang ternyara dari Derry.
"Halo kak ada apa? Baru berpisah sudah kangen aja." ucap Lisa bercanda.
"Mentang-mentang udah punya pacar kamu jadi senakal ini ya, tapi iya juga sih aku merindukan gadis kecilku." kata Derry terkekeh di sebrang sana.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda, jangan kepedean hahaha." Lisa ikut tertawa.
"Lisa aku mau kasih kabar, aku sudah mentransfer sedikit uang untuk kamu beli makanan dan jajan saat di kampus, kamu pergunakan dengan baik ya." ucap Derry.
"Dalam rangka apa kamu memberikan aku uang?" tanya Lisa bingung.
"Kamu kan sudah resign bekerja dari perusahaan D.U.N dan otomatis manager keuangan tidak lagi memberikan kamu gaji, kalau kamu tidak memiliki gaji bagaimana kamu bisa bertahan hidup." jawab Derry malah tertawa.
"Ya ampun kenapa hidup aku selalu merepotkan banyak orang." ucap Lisa menepok jidatnya sendiri.
"Tidak merepotkan sama sekali, aku sangat menyayangi kamu sebagai adik perempuanku dan jangan sungkan untuk mengatakan semua masalahmu dan aku siap membantu." kata Derry dengan tegas.
"Aku juga sangat menyayangi kakak lelaki ku, terimakasih untuk segalanya. Oh iya kamu kirimin aku uang berapa? Biar sebagian aku berikan sama anak-anak di panti." tanya Lisa.
"500 juta, kalau kamu mau berbagi sama anak-anak di panti akan aku tambahkan." jawab Derry santai.
Lisa menganga dan membulatkan matanya, ia tidak menyangka ada manusia seperti Derry yang luar biasa baiknya.
"Kamu gila ya kak!" teriak Lisa kesal.
"Hei aku tidak gila, aku ini masih waras kalau tidak percaya tanya aja sama Meirose." kata Derry semakin terkekeh saat mendengar nada suara Lisa mulai meninggi.
"Uang 500 juta itu banyak, sedikit dari mananya? Aku tidak mau menerima uang sebanyak itu." tolak Lisa karena tidak enak hati menerima uang cuma-cuma tanpa bekerja.
"Lisa ayolah, jangan sungkan seperti ini, kalau sampai kamu mengembalikan uangnya maka kamu bukan lagi adikku." ancam Derry dengan suara mengintimidasi.
"Baiklah, terimakasih kakak Derry yang terhormat karena kakak sudah mau berbaik hati kepadaku, semoga kebaikanmu dibalas berlipat ganda oleh Tuhan." ucap Lisa dengan memutarkan bola matanya.
Derry sedikit memberikan nasihat kepada Lisa yang sudah dianggap sebagai adiknya, ia begitu menyayangi Lisa sejak ia masih remaja, ia tidak ingin Lisa terlalu lama larut dalam kesedihan, Lisa menerima dan menjawab nasihat dari Derry dengan baik, Lisa sangat bahagia karena dikelilingi oleh banyak orang baik, terutama Derry Leo Mahendra.
Brumm-brumm-brumm
Mendengar suara berisik dari arah luar membuat Lisa sedikit terganggu, ia meneloh ke arah belakang untuk melihat dari balik kaca sebagai dinding showroom, ia tersenyum merekah saat matanya menangkap sesuatu yang indah.
"OMG! Gila keren banget." ucap Lisa terkagum-kagum.
Lisa berlari keluar ruangan dan menghampiri Riefky yang sedang berdiri di samping motor yang baru saja ia beli dari uang hasil jual mobil. Riefky terpaksa membeli motor karena ia akan mencari pekerjaan menggunakan motor tersebut agar tidak terlalu boros di ongkos. Riefky sengaja membeli motor yang sedikit mahal itu karena tadi pagi ia membaca buku catatan Lisa semasa sekolah.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=