
Satu Minggu kemudian
Selama seminggu Lisa tidak pernah bertemu dengan Riefky, padahal ia sangat merindukan Riefky, Lisa sudah mencari ke tempat bekerjanya di Cafe tempo lalu tapi kata karyawan Riefky sudah tidak lagi bekerja di Cafe.
Lisa juga sengaja mendatangi CFD berharap akan bertemu Riedky di sana, tapi kenyataannya nihil, Lisa benar-benar sedih karena ia merasa riefku sengaja menjauh darinya.
Di Kampus
Saat Lisa sedang melamun di taman kampus, ia terus memikirkan Riefky, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Halo cantik, kenapa dari tadi kamu melamun saja?" tanya seseorang yang menghubungi Lisa.
"Kak Riefky," Lisa berteriak bahagia, "Kamu kenapa gak ada hubungi aku selama satu?" tanyanya sedih.
"Kan kita hanya berteman jadi aku harus tahu aturan untuk tidak mengganggu kekasih orang lain." jawab Riefky santai.
"Menyebalkan!"
"Mau ikut aku nggak?" tanya Riefky hendak mengajak Lisa pergi.
"Kemana?"
"Belanja keperluan untuk di Resto, ayo aku udah di depan gerbang kampus kamu nih." kata Riefky membuat Lisa menoleh ke arah belakangnya.
Lisa bangun dari bangku dan berlari menghampiri Riefky yang sedang duduk santai di atas motor, tiba-tiba Lisa menghujani tubuh Riefky dengan sejumlah pukulkan karena sering membuatnya merasakan kehilangan.
__ADS_1
"Kamu tuh nyebelin banget sih, suka hilang tiba-tiba dan muncul sesukanya." teriak Lisa seraya merengek.
"Jangan ngambek, nanti cantiknya hilang." ujar Riefky sambil memasangkan helm di kepala Lisa.
Mereka pun pergi meninggalkan halaman kampus.
"Kok diem aja sih Bay?" tanya Glenn.
Bayu sudah memperhatikan Lisa sejak di taman tadi, ia melihat betapa bosannya hidup Lisa tanpa Riefky, betapa kehilangannya Lisa tidak mendapat kabar dari Riefky selama seminggu, dan betapa senangnya Lisa saat Riefky menjemputnya di kampus sampai melupakan dirinya yang seolah tidak berarti untuk Lisa.
Serasa dua orang asing yang dipaksa bersatu. Bayu tahu alasan apa yang membuat Lisa murung selama seminggu ini, Gleen sudah menceritakan semua kejadian di lounge sewaktu Lisa bernyanyi bedua Riefky. Bayu hanya bisa pasrah pada kisah cintanya, berdua tapi terasa sendiri.
"Nggak perlu, mereka hanya berteman." kata Bayu.
"Berteman kok peluk-pelukan begitu." ketus Gleen.
Glenn dan Bayu satu kelas dan mereka berteman sejak hari pertama kuliah di sini, Gleen sangat muak setiap kali Bayu menceritakan kisah cintanya dengan Lisa, karena kisah cinta yang sangat menyedihkan, seolah tidak ada rasa bahagianya, lalu untuk apa dipertahankan bila perpisahan lebih baik untuk keduanya.
Bayu masih mempertimbangkan kata-kata Gleen, karena ia sudah merasakan bagaimana susahnya mendapatkan cinta Lisa, walau cintanya terbagi dua.
"Kamu belum izin sama Bayu lho." kata Riefky.
"Nanti aja kalau udah sampai di tempat belanja." kata Lisa.
Di toko furniture
__ADS_1
"Kak kamu mau belanja apaan di toko ini?" tanya Lisa heran saat motor Riefky terparkir di toko furniture.
"Aku belum bilang sama kamu ya, aku sudah sewa tempat untuk satu tahun ke depan dan tempatnya mau aku jadikan resto, makanya ini aku mau belanja kebutuhan resto." jawab Riefky menjelaskan.
"Uangnya cukup?" tanya Lisa seraya berjalan mengikuti langkah kaki Riefky.
"Sepertinya cukup karena Andreas memberikan pinjaman uang untuk aku buka usaha ini." jawab Riefky.
"Syukurlah ada orang baik yang mau bantu kamu untuk membuka usaha, jadi kamu nggak perlu ngemen lagi." ucap Lisa bersyukur.
"Tapi belanjanya jangan di sini kak, karena harga di sini pasti mahal-mahal, kamu belanja di toko pinggir jalan aja yuk." ujar Lisa hendak mengajak Riefky kembali ke parkiran.
"Jangan, di sini aja belanjanya, kata Andreas harga mahal itu menentukan kualitas yang baik." kata Riefky kembali melanjutkan langkahnya.
Lisa memilih ikut perkataan Riefky saja, ia berjalan di belakang saat Riefky sedang berbicara pada pelayan toko. Hingga menghabiskan waktu selama 3 jam lebih, akhirnya Riefky sudah selesai membeli perabotan untuk di restonya.
"Kamu capek ya? Aku anter pulang yuk, abis itu aku lanjut ke supermarket untuk belanja bahan-bahan menu makanan dan minuman." kata Riefky melihat wajah lelah Lisa.
"Aku ikut, sekalian mau makan." rengek Lisa.
Barang yang dibeli oleh Riefky tadi akan dikirim menggunakan mobil pick up ke alamat resto, Riefky dan Lisa melanjutkan perjalannya menuju tempat lain.
Semua perlengkapan untuk memasak telah Riefky beli, dan seperti tadi barang-barang yang telah dibeli akan dikirim ke resto.
Riefky mengajak Lisa untuk bergegas makan, karena suara cacing mengamuk dari perut Lisa sudah terdengar di telinganya, ia mengajak Lisa ke resto serba sushi, kesukaanya Lisa.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=