
Shasa tertawa untuk menutupi hatinya yang sakit dan Riefky masih tertegun setelah melihat adik kakak yang bertengkar karena Lisa, kekasihnya.
Riefky menarik kecurigaannya yang sempat berfikir bahwa Derry adalah dalang dari rencana yang Shasa jalankan untuk memisahkan Riefky dengan Lisa yang sebentar lagi akan menikah.
"Ternyata Derry tidak sejahat yang aku fikirkan, dia benar-benar mencintai Lisa dengan sangat tulus. Aku malu sudah berfikir yang tidak-tidak tentangnya." batin Riefky.
"Kiki silahkan kamu persiapkan rencana pernikahan kita yang hanya tinggal beberapa hari lagi." ucap Shasa membuyarkan lamunan Riefky.
"Sha sudah aku bilang aku tidak bisa menikahi kamu tapi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk kehidupan kamu dan anakku." ucap Riefky dengan tegas.
"Kiki kenapa kamu jahat banget sama aku yang sedang mengandung anakmu saat ini? Kenapa kamu begitu tega mengabaikan aku seperti ini. Ki aku tidak masalah kok kalau pernikahan kita tertutup dan hanya menghadirkan beberapa orang saksi, aku juga tidak akan mempersalahkan kamu jika kamu tetap ingin menikahi Lisa. Beri aku waktu sampai anak ini lahir dan kamu boleh menceraikan aku jika kamu masih belum bisa mencintaiku." ucap Shasa yang sudah tidak punya cara lagi untuk memaksa Riefky.
Riefky mencerna kata demi kata yang Shasa ucapkan dan mulai menimbang-nimbang tawaran yang Shasa berikan.
"Apa tawaran kamu ini tidak menjadi masalah besar untuk hubunganku dan Lisa kedepannya?" tanya Rieifky.
"Tidak akan jadi masalah, kamu dan aku sama-sama menutupinya dari Lisa agar hubunganmu dan Lisa tetap berjalan lancar, asalkan kamu menikahi aku demi anak ini." jawab Shasa.
__ADS_1
"Lisa maafkan aku harus mengkhianati kamu sejauh ini, aku tidak punya cara lain selain ini. Aku tidak berani mengakui kesalahanku lalu aku akan merasakan kehilanganmu untuk selamanya. Maafkan aku Lisa." batin Rieifky.
"Oke aku terima tawaran kamu dan aku minta sama kamu jangan pernah permainkan perjanjian kita, aku tidak ingin Lisa sampai tahu soal pernikahan ini. Aku juga akan merahasiakannya dari siapapun." kata Riefky dengan nada tegas agar tak dianggap main-main oleh Shasa.
"Iya aku janji." jawab Shasa tersenyum bahagia.
Riefky pergi meninggalkan Shasa sendiri saat pembicaraannya telah selesai. Riefky berencana akan mendaftarkan pengajuan pernikahan dengan Shasa pada pihak pengurus pernikahan yang akan digelar secara tertutup di apartemennya.
*****
Keesokan harinya...
Handphone Riefky berdering mendapat panggilan dari pengurus pernikahannya dengan Shasa yang akan digelar besok di apartemennya, Riefky mengangkat panggilannya saat melihat situasi di ruang make up hanya ia seorang diri.
"Hallo Pak, ada apa?" tanya Riefky.
"Atas nama Riefky Adrian dan Shasa Puspita." jawab Riefky menjawab pertanyaan seseorang dari balik telpon.
__ADS_1
"Iya Pak besok di apartemen saya pukul 09.00 pagi. Besok akan ada yang menjemput bapak jadi tidak perlu takut nyasar." jawab Riefky kembali dan memutuskan panggilannya.
*****
Bayu yang baru selesai take hendak kembali ke ruang make up untuk beristirahat sebentar.
Saat Bayu hendak masuk ia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Riefky sedang menjawab panggilan dari seseorang dan Bayu sengaja menguping untuk mendengarkan pembicaraan Riefky.
"Tuh kan bener feeling gue kalau Riefky dan Shasa pasti punya hubungan dibelakang Lisa. Sepertinya besok akan ada acara penting di apartemen Riefky." batin Bayu dalam hatinya yang kepo.
Saat sudah merasa aman Bayu masuk pura-pura baru datang dan langsung menyapa Riefky.
"Hai bro baru datang? Manager Lo mana yang biasa ngikutin Lo dibelakang?" tanya Bayu pura-pura tidak tahu.
"Iya baru datang Bay. Shasa lagi sakit jadi izin dulu selama seminggu." jawab Riefky.
Riefky pergi keluar ruang make up untuk menghindari banyak pertanyaan lagi yang Bayu berikan. Dan Bayu tertawa tanpa suara di dalam ruang make up saat mengetahui kegelisahan yang Riefky rasakan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC