Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Mudahnya memaafkan


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak jadi pergi?" tanya Lisa sambil mencubit kecil perut Riefky.


"Sebenarnya aku sudah packing akan terbang ke Jerman hari ini, tapi mendengar kabar dari Shasa kalau Mama kamu kecelakaan membuat aku membatalkan keberangkatan hari ini." jawab Riefky sembari mengusap pipi Lisa yang sudah dibasahi air mata.


Sejak pertemuan di mall tempo hari tanpa di sengaja dengan Lisa, membuat Riefky mengambil keputusan untuk menyusul orang tuanya di Jerman dan akan tinggal di sana bersama orang tuanya. Riefky sudah memesan tiket penerbangan untuk dirinya sendiri, bahkan ia sudah menjual apartemen miliknya yang selama ini ia tinggali kepada temannya.


"Terimakasih kamu sudah mau hadir di pemakaman Mama aku, sekarang kamu sudah boleh pergi ke tempat tujuan kamu." ucap Lisa menatap wajah Riefky penuh kerinduan.


"Aku akan mengantarkan kamu pulang, boleh?" tanya Riefky sedikit ragu.


"Boleh kalau tidak merepotkan kamu." jawab Lisa menyetujui.


Riefky melajukan mobilnya, meninggalkan pemakaman dan dua orang yang tidak mengalihkan pandangannya dari mobil Riefky.


"Bayu kamu bodoh banget sih! Kenapa kamu biarin Lisa pergi sama cowok itu, gimana kalau cowok itu ada niat jahat sama Lisa atau Lisa diculik dan dibawa ke luar negri." teriak Rara kesal dan meninju udara sekencang-kencangnya.


"Kenapa kamu yang marah sih Ra?." tanya Bayu melirik Rara dengan tatapan sinis.


"Kamu tuh bodoh bodoh bodoh bodoh!" teriak Rara dan meninggalkan Bayu sendirian, Rara kembali ke mobil untuk menenangkan emosinya.


Bayu berjalan perlahan meninggalkan tempat berdirinya, ia kembali menghampiri makam Mama Rose dan bersimpuh.


******


Hari sudah mulai malam, menunjukan pukul 22.00. Riefky memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Lisa dan membangunkan Lisa yang ketiduran sejak meninggalkan pemakaman.


Karena Lisa terlalu sulit untuk dibangunkan, akhirnya Riefky turun lebih dulu membawa sekantong makanan untuk makan malam Lisa dan dirinya, karena ia tahu Lisa pasti sangat lapar setelah seharian ini menangis.

__ADS_1


Bayu mengambil kunci rumah yang biasa Mama Rose simpan di pot bunga kesayangannya, ia membuka pintu dan menanta makanan di atas meja makan, setelah selesai ia kembali ke mobil dan menggendong Lisa untuk dipindahkan ke sofa ruang tamu.


"Hei kita dimana ini?" tanya Lisa membuka mata sejak Riefky meletakkan tubuhnya di atas sofa.


"Di rumah kamu. Kita makan yuk." ajak Riefky meraih tangan Lisa.


"Makan apa? Kayanya di rumah nggak ada makanan deh." kata Lisa menghentikan langkahnya.


"Aku tadi mampir ke restoran cepat saji dan membeli dua porsi makanan untuk makan malam kita berdua." kata Riefky kembali mengajak Lisa menuju meja makan.


Seketika senyuman merekah pada wajah cantik Lisa, ia tersenyum bahagia melihat Riefky yang peduli padanya. Lisa duduk di bangkunya dan berhadapan dengan Riefky.


"Terimakasih ya kak." ucap Lisa dan manarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk senyuman membuat Riefky membalas senyumannya.


Untuk pertama kalinya Lisa makan di meja makan rumahnya tanpa Mama dan Adiknya, dan untuk pertama kalinya ia makan malam berdua bersama Riefky di rumahnya. Ada bulir-bulir yang menetes dari sudut mata Lisa, ia merasakan hatinya kembali piluh saat teringat kenyataan pahit yang merenggut nyawa Mamanya, Lisa menundukkan kepalanya dan menangis, ia tidak sanggup bila harus berpura-pura kuat terlalu lama di hadapan orang lain.


"Kak lepasin, aku mau tidur di kamar." lirih Lisa.


"Aku antar kamu ke kamar, ayo." ajak Riefky membangunkan Lisa dari bangkunya.


Riefky memapah tubuh Lisa yang lemas, hatinya sungguh sakit melihat Lisanya rapuh sampai sehancur ini.


Setibanya di kamar Lisa, Riefky merebahkan tubuh Lisa pelan-pelan di atas ranjang, dan ia duduk di tepian ranjang sambil memegangi tangan Lisa.


"Kamu harus belajar ikhlas sedikit demi sedikit biar Mama Rose tenang, kamu harus kuat ya Lisa, ada aku di sini yang siap kapan pun untuk menemani kamu, sekarang kamu tidur, tenangin pikiran kamu ya." kata Riefky sambil mengusap-usap tangan Lisa.


Lisa hanya mengangguk dan berusaha memejamkan matanya. Riefky menarik selimut dan menutupi tubuh Lisa hingga ke leher, dan ia pergi meninggalkan Lisa sendirian di kamar karena Riefky akan tidur di ruang tamu.

__ADS_1


*******


"Halo kenapa Bro?" tanya Riefky pada seseorang yang menghubunginya.


"Ki gue udah transfer uang mobil ke rekening Lo, kapan bisa anterin mobilnya ke rumah gue?" tanya Gofar, teman Riefky yang membeli mobilnya.


Riefky menjual mobilnya kepada Gofar, karena ia akan pergi ke Jerman dengan membawa uang hasil jual mobil untuk modal usaha di Jerman, tapi dengan keadaan Lisa yang sedang rapuh seperti sekarang ini membuatnya tidak tega untuk pergi jauh meninggalkan Lisa, tapi Riefky tetap jadi menjual mobilnya untuk pegangan hidup selama menetap di Jakarta tanpa bekerja.


"Thank's Far, nanti siang gue anterin mobilnya ke rumah Lo." jawab Riefky sambil menghela nafas berat karena harus merelakan mobil kesayangannya dijual.


"Oke Ki, gue tunggu ya." kata Gofar dan memutuskan panggilannya.


Riefky duduk termenung, otaknya berpikir langkah apa yang harus ia ambil setelah di blacklist dari PH X akibat gosip yang mencoreng namanya dan menjadi konsumsi publik hingga mengakibatkan sinetron yang ia bintangi harus berhenti di tengah jalan, mau tidak mau Riefky harus membayar pinalti yang sudah dituliskan di surat kontrak.


Tiba-tiba Riefky mendengar jerit tangis Lisa dari kamarnya, ia berlari menghampiri Lisa yang sedang terduduk di pojokan kamar sambil memeluk sehelai kertas putih.


"Lisa apa yang terjadi?" tanya Riefky panik.


"Mama tahu kalau dia akan pergi, tapi kenapa dia tidak memberitahu aku sebelum dia pergi? Kenapa dia hanya menuliskannya di surat ini dan aku baru membacanya setelah dia pergi." tangis Lisa makin menjadi.


Riefky meraih kertas putih yang Lisa peluk dan ia membacanya dari paragraf awal sampai akhir, Riefky memejamkan matanya sesaat membayangkan atas semua kejahatan yang ia lakukan pada Lisa dan Mamanya tapi mereka tidak membalas dengan kejahatan kembali, justru mereka membalasnya dengan kebaikan, membuat Riefky merasa malu dan kembali meminta maaf kepada Lisa.


"Lisa maafkan aku." ucap Riefky parau.


"Kamu tidak perlu meminta maaf lagi kak, aku dan Mama sudah memaafkan kamu sejak kamu datang ke rumah bersama kedua orang tua kamu. Sudah bangunlah, tidak perlu bersimpuh seperti ini." ucap Lisa.


"Lisa aku janji, aku janji akan menjaga kamu di sisa umurku, aku janji akan menjadi teman yang setia kepadamu, aku janji aku tidak akan berkhianat kembali sebagai teman mu, Lisa aku sungguh malu pada kalian yang begitu mudah memaafkan aku, kalian sungguh wanita yang memiliki hati yang luas, aku beruntung pernah menjadi bagian dari kalian walau hanya sesaat."

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2