
Lisa tersenyum dan menghapus air matanya, ia menatap wajah Riefky dalam-dalam.
"Mari kita lupakan semua yang pernah terjadi di masa lalu, mari kita buka lembaran baru dan kita mulai berteman." ucap Lisa memberikan jari kelingkingnya pada Riefky.
"Mungkin aku akan mencoba membuka hatiku untuk Bayu, karena Mama menulis di kertas ini bahwa dia sangat menginginkan aku menikah dengan Bayu."
Riefky menatap balik wajah Lisa dengan tatapan nanar.
"Menikahlah secepatnya dengan Bayu."
"Tidak kak, aku dan Bayu masih harus kuliah, mungkin kami akan menikah saat kami telah menyelesaikan pendidikan kami."
"Aku ikut senang, semoga Bayu adalah jodoh terbaikmu."
Tok-tok-tok
"Ada tamu, kamu tunggu di sini, aku mau lihat dulu siapa yang datang." kata Lisa dan menutup pintu kamarnya, lalu ia turun ke bawah.
"Sebentar." teriak Lisa saat pintu tidak berhenti diketuk.
"Lisa sayang." teriak seseorang yang langsung memeluk Lisa dengan sangat erat hingga membuat Lisa terkejut dan sulit bicara.
Ternyata yang bertamu adalah Derry, Meirose dan Bayu, Derry dan Meirose baru mendarat pagi tadi, sepanjang penerbangan mereka berdua tidak tenang dengan diselimuti kegelisahan pada kondisi Lisa yang baru saja kehilangan Mamanya, Bayu menjemput keduanya di Bandara untuk diantarkan ke rumah Lisa.
"Sayang kamu yang sabar ya, kamu harus ikhlas melepaskan kepergian Mama kamu, biarkan Tante Rose bahagia dan tenang di sana bersama Ayah kamu." ucap Derry.
"Terimakasih kak sudah mau datang jauh-jauh dari luar negri untuk menemui aku, aku kira kamu sudah melupakan aku." tukas Lisa.
"Mana mungkin aku melupakan adik perempuan yang sangat cantik dan berhati baja seperti kamu."
"Ayo masuk, kita ngobrol di dalam aja." ajak Lisa pada ketiga orang yang menatapnya penuh tanda tanya karena melihat ada mobil Bayu yang terparkir di pekarangan rumahnya.
"Lisa are you okay?" tanya Meirose membuka suara.
"Kamu tenang saja kak, aku baik-baik saja saat ini." jawab Lisa tersenyum manis sok kuat.
"Maaf ya Lisa aku baru datang, sebenarnya kita sudah di bandara sejak satu jam setelah mendapat kabar dari Bayu, tapi pesawatnya delay." jelas Meirose sambil memegangi tangan Lisa.
"Nggak masalah kok kakak cantik, yang penting kalian berdua sampai dengan selamat." ucap Lisa.
Derry dan Bayu saling menantap, mereka berdua heran kenapa Lisa bisa sekuat ini? Dan sebenarnya mereka sangat ingin menanyakan soal keberadaan Riefky, tapi keduanya tidak seberani itu untuk bertanya.
"Sebentar ya aku buatin kalian minum dulu." ucap Lisa seraya berdiri.
Saat Lisa melangkah ke arah dapur, ia mendengar ketiga orang yang bertamu sedang membicarakannya dan Riefky, Lisa tetap berlalu tak acuh pada pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Silahkan di minum, maaf ya aku hanya bisa membuatkan kalian jus jeruk, soalnya di kulkas hanya ada buah jeruk." kata Lisa sambil menyuguhkan minuman yang sudah ia buatkan untuk tamunya.
Derry langsung meminum jus buatan Lisa, dan ia langsung memuji rasanya yang enak.
"Sumpah ini enak banget." puji Derry pada Lisa.
"Kayanya aku harus buka restoran nih dengan menu spesial jus jeruk segar buatan Lalisa Meira, pasti laku keras deh." ketus Derry membuat Lisa ikut tertawa mendengar ucapannya.
"Sayang jadi jus jeruk buatan aku nggak enak?" tanya Meirose pada Derry.
"Lumayan enak sih, tapi buatan Lisa lebih enak sayang." jawab Derry jujur membuat Meirose seketika manyun.
Derry kembali fokus menatap Lisa yang sedang tersenyum melihat wajah Meirose, ia merasa ada yang beda pada Lisa saat ini.
"Lisa, kamu mau ambil cuti sebulan atau dua bulan?" tanya Derry.
"Aku mau resign kak." ketus Lisa membuat Derry terkejut.
"Kenapa dan ada apa Lisa?" tanya Derry kembali.
"Karena aku akan mencari pekerjaan lain yang bisa aku lakukan sepulang kuliah." jawab Lisa sambil menatap Bayu yang hanya terdiam sedari masuk ke rumah.
Derry sangat bahagia mendengar berita baik kalau Lisa sudah mulai berkuliah dan ia sedikit kecewa kenapa sejak bersama Meirose ia ketinggalan begitu banyak berita dan cerita soal Lisa.
"Wah selamat ya Lisa, kamu kuliah dimana?" tanya Derry antusias.
"Seriously, wow Bayu emang luar biasa." Derry bertepuk tangan, ia sungguh bangga bukan kepalang atas apa yang Bayu berikan kepada Lisa.
"Kalian sudah resmi jadian kah?"
"Belum kak, Lisa masih menolak aku karena dia belum bisa mencintai aku."
"Cinta datang karena terbiasa, kamu sabar saja Bayu yakin deh sebentar lagi Lisa pasti akan jatuh cinta sama kamu."
Mendengar ucapan Bayu membuat Lisa kembali teringat pesan Mamanya di surat yang ia baca tadi, ada rasa kasihan pada Bayu yang selalu ia tolak terus menerus dengan berbagai macam alasan membuatnya tidak tega untuk menolaknya lagi.
"Aku mau kalau kamu mengungkapkannya sekali lagi." ucap Lisa melirik Bayu.
Sontak membuat Bayu bingung dengan ucapan Lisa, tapi ia merasa senang karena Lisa bisa berbicara seperti itu.
"Maksudnya apa nih?" tanya Derry pada Meirose yang hanya diam sambil menikmati jus jeruk tanpa bergeming.
Bayu mengubah posisi duduknya dan kini ia berlutut di hadapan Lisa sambil memegangi kedua tangan Lisa.
"Lisa aku akan mengungkapkan perasaan aku sekali lagi sama kamu dan untuk terakhir kalinya, aku mencintai dan menyayangi kamu tulus apa adanya, tidak peduli bagaimana masa lalu kamu, tidak peduli walau badai menghadang, tidak peduli berapa kali kamu menolakku, tapi aku akan tetap mencintai kamu, Lisa kamu tahu kan aku sudah menunggu kamu sejak pertama kali kamu masuk SMA? Bayangin sampai sekarang aku masih mengharapkan kamu, aku tidak ingin main-main, aku ingin menikahi kamu." Bayu mengungkapkan kembali semua perasaannya pada Lisa di hadapan Derry dan Meirose tanpa rasa malu, karena inilah moment yang sangat ia tunggu-tunggu.
__ADS_1
"Aku akan menemani kamu semampu aku, aku akan menjaga kamu sekuat aku dan aku akan selalu ada untuk kamu sampai habis usiaku." lanjut Bayu menegaskan kata-katanya.
Lisa terharu, kali ini ia tidak sanggup untuk menolak Bayu, ia akan berusaha membuka hatinya untuk Bayu karena semua yang ada di diri Bayu adalah yang terbaik, Lisa menangis bahagia dan mengangguk.
"Terimakasih untuk semua kebaikan kamu Bayu, aku mau menerima kamu." ucap Lisa mengangguk penuh haru.
"Aku akan memberikan kamu selalu yang terbaik, aku mencintaimu." ucap Bayu merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Lisa.
Lisa masuk ke dalam pelukan Bayu dan meyembunyikan wajahnya yang merona di balik dada Bayu agar tidak kelihatan oleh dua insan yang ikutan baper. Lisa teringat seseorang dan diyakini itu adalah Riefky, selintas ia teringat saat Riefky melakukan hal yang dilakukan oleh Bayu lalu ia memeluknya dengan sangat erat, membuat Lisa merenggangkan pelukannya dari Bayu agar terlepas.
"Bayu aku mau ngomong berdua sama kamu." ucap Lisa dan Bayu segera melepaskan pelukannya.
Bayu menggandeng tangan Lisa menuju teras rumah, di sana Lisa memberikan selembar kertas kepada Bayu dan Bayu segera membacanya.
"Lisa tapi kamu menerima aku karena mencintaiku kan? Bukan karena keinginan Mamamu kan?" tanya Bayu setelah selesai membaca surat yang di tulis oleh Mamanya Lisa.
"Alasan apa yang membuat aku tidak mencintai kamu? Bayu kamu itu orang baik, kamu sudah setia banget nunggu aku dari dulu sampai sekarang, terus apa lagi yang membuat aku untuk menolak kamu lagi dan lagi." jawab Lisa meyakinkan Bayu.
"Syukurlah kalau seperti itu, berarti aku tidak perlu bersedih lagi karena cintaku sudah terbalaskan dan aku akan merayakannya." kata Bayu bahagia.
"Bayu tapi aku boleh kan bersahabat dengan Riefky?" tanya Lisa ragu.
Bayu tersentak, dalam pikirannya mana ada mantan lalu sahabatan, ada rasa gelisah yang menyelimuti pikirannya tapi semua sudah tertulis di dalam surat yang ditulis oleh Mama Rose dan Bayu akan memikirkannya lagi.
"Nanti aku pikirkan lagi ya." jawab Bayu sambil mengajak Lisa kembali masuk ke dalam rumah.
Lisa dan Bayu kembali duduk bersama sepasang kekasih yang kelihatannya kepo banget.
"Pasti kepo ya." ledek Lisa sambil mengarahkan telunjuknya pada Meirose dan Derry.
"Lisa sayang selamat ya, semoga kalian berjodoh dan semoga kamu bahagia bersama Bayu, aku terharu melihat kalian." ucap Meirose sambil memeluk Lisa sebagai tanda memberi selamat.
"Semoga kak," jawab Lisa membalas pelukan Meirose.
"Oh iya kapan kalian akan menikah?" tanya Lisa pada Meirose.
"Kata Derry sih tahun ini, iya kan sayang?" tanya Meirose melirik Derry sambil mengerlingkan satu matanya.
"Sepertinya tahun ini, eh tapi setelah aku menikah kamu harus nyusul ya, nanti aku yang akan membiayai pernikahan kamu dan Bayu." kata Derry menjentikkan jarinya.
"Aku dan Bayu masih harus memikirkan pendidikan." ketus Lisa menatap sinis ke arah Derry dan membuat semua yang melihatnya tertawa.
Semua yang ada di ruangan tamu rumah Lisa tertawa menikmati semua bincangan sekaligus mengusir secara perlahan rasa duka yang menyelimuti Lisa sejak kemarin, terkecuali Riefky yang sejak awal menguping semua pembicaraan Lisa bersama tamu, perasaan sedih dan penyesalan datang menghampirinya kembali tapi semuanya percuma, nasi sudah menjadi bubur dan Riefky harus merelakan Lisa hidup bahagia bersama Bayu.
Riefky merasakan duka yang mendalam, lebih menyedihkan daripada Lisa, ia sudah kehilangan Mama Rose, kehilangan apartemen, kehilangan mobil kesayangannya dan sekarang ia akan kehilangan cinta Lisa selamanya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=