Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Mencarimu


__ADS_3

"Lisa pasti kamu bercanda kan sama semua perkataan kamu." ucap Gita tidak percaya.


"Iya Sa jangan bercanda ah, kasihan Bayu kalau sampai kamu selingkuhin dia." ucap Nia ikut tidak percaya dengan cerita Lisa.


"Aku gak bilang kalau aku dan Riefky memiliki hubungan, kita adalah masa lalu dan aku tidak mungkin mengkhianati Bayu karena aku pernah merasakan berada sebagai orang yang diselingkuhi, dari cerita yang aku dengar aku mencoba bunuh diri karena tidak bisa menerima kenyataan hidup." ucap Lisa menjelaskan pada Gita dan Nia.


"Sabar ya Lisa, pokoknya sekarang yang kamu Jalani bersama Bayu adalah masa depan, Bayu itu baik, ganteng, perhatian, kaya dan sweet banget, Papanya punya rumah sakit, Mamanya pengusaha wanita tersukses, dari keluarga terpandang dan nyaris sempurna." ucap Nia menjelaskan.


"Tapi aku pengen yang sempurna."


"Kaya siapa?" tanya Gita dan Nia berbarengan.


"Menurut aku Bayu sudah sangat sempurna untuk aku, bukan nyaris sempurna atau hampir sempurna." jelas Lisa.


"Uff kamu itu hampir buat aku jantungan tau gak!." kata Nia setengah berteriak.


Mereka tertawa puas mendengar kisah cinta Lisa yang sangat rumit, setelah waktu menunjukkan pukul 10.00 Lisa, Gita dan Nia masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran dibimbing dosen yang tidak menerima kata telat dengan alasan apapun.


Saat pelajaran telah dimulai Lisa kembali teringat Riefky, dimana dia sekarang, sedang apa dan bagaimana nasibnya, Lisa sangat mengkhawatirkan keadaan Riefky.


"Bodohnya aku tidak meminta nomer handphone dia yang baru, tidak menanyakan alamat tempat tinggalnya, uff." batin Lisa sambil mencoret-coret kertas yang berada di atas mejanya.


"Lisa, hei Lisa apa kamu sudah tidak ingin ikut kelas pelajaran saya lagi? Kalau sudah bosan silahkan keluar." teriak dosen yang bernama Bambang.


Lisa tersentak saat mendengar hentakan spidol yang di lempar Pak Bambang ke atas meja,


"Eh iya ada apa Pak?" tanya Lisa merasa kaget.


"Keluar kamu dari kelas saya sekarang." kata Pak Bambang dengan suara keras.

__ADS_1


Lisa melirik ke arah Gita meminta penjelasan atas yang terjadi sampai ia di usir oleh dosen.


Gita tidak berani menjawab karena semua mata mahasiswa menatap ke arah Lisa yang berada di sebelahnya, Gita hanya menggeleng perlahan dan matanya melirik ke arah pintu menyuruh Lisa untuk segera keluar.


Lisa bangun dari bangku dan berjalan keluar kelas walau tidak mengerti apa yang membuat dosennya kesal bukan kepalang.


Karena hari ini hanya ada kelas 1 mata kuliah dan Lisa sudah keluar dari kelas, ia memutuskan untuk pergi makan ke suatu tempat.


Lisa memutuskan untuk makan siang di tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi kampusnya, ia berjalan kaki di bawah terik sinar matahari yang meyengat masuk ke dalam pori-pori kulitnya.


Setibanya di cafe Lisa masuk dan memilih tempat duduk yang dekat dengan stop kontak agar memudahkannya mengerjerkan tugas sambil mecharger laptop.


Seorang pelayan datang menghampiri Lisa dan meletakkan menu di atas meja.


"Hm kak aku mau pesan sushi salmon aja 1 posri dan lemon tea 1 nggak pakai es." ucap Lisa dan mengembalikan buku menu pada pelayan.


Saat Lisa menatap wajah pelayan itu seketika ia terdiam beberapa detik dan menyapa pelayan tersebut.


"Kamu sengaja menghidar dari aku?" tanya Lisa memberanikan diri.


"Bukan begitu Lisa, di otakku tidak pernah terbesit untuk menhindar dari kamu, aku hanya memberi jarak aja di antara kita biar orang lain tidak salah paham, terutama untuk kebaikan kamu." jelas Riefky menatap wajah Lisa.


"Duduk deh kak aku mau ngomong penting sama kamu." kata Lisa dan Riefky menurutinya.


"Kak aku kan sudah bilang sama kamu, Bayu gak akan marah karena kita hanya berteman. Bayu percaya kok sama aku, gak mungkin aku khianati dia." tutur Lisa dengan tampang serius.


"Baiklah kalau itu kemauan kamu." kata Riefky.


Sesungguhnya Lisa ingin Riefky terus menjadi temannya, yang selalu ada di sampingnya setiap saat, tapi mana ada teman yang selalu bersama jika salah satunya sudah memiliki pendamping.

__ADS_1


"Lisa, 30 menit lagi aku selesai kerja, kamu makan abis itu kita jalan yuk." ajak Riefky dan langsung diangguki oleh Lisa.


Riefky kembali bekerja, sedangkan Lisa makan menu pesanannya sambil memperhatikan Riefky dari kejauhan. Setelah 30 menit beelalu akhirnya mereka keluar dari Cafe dan pergi menaiki motor Riefky.


Sampailah mereka di tempat tujuannya, yaitu danau hijau yang sangat asri dan bersih. Lisa menarik tangan Riefky untuk mengajaknya berselfie ria, lalu mereka duduk di bangku kecil yang hanya memuat 2 orang saja.


"Kak kenapa kamu tidak datang ke acaranya Bayu?" tanya Lisa yang sangat penasaran dengan alasan Riefky.


"Aku datang dan aku melihat semuanya, kamu sudah bahagia bersamanya Lisa, kamu sudah bertunangan dengan Bayu, terus apa lagi yang kamu harapkan dari aku yang masih mencintai kamu." ucap bayu Riefky mengerutkan kedua alisnya.


Lisa menarik nafas dalam, ia juga memikirkan hal yang sama dengan yang Riefky fikirkan, tapi hatinya tidak ingin jauh dari Riefky. Lisa menatap menatap wajah Riefky yang memandang ke arah danau.


"Mari kita berjanji pada Tuhan, kita hanya akan berteman dan tidak akan melampaui batasan, kalau kita melanggarnya Tuhan boleh menghukum kita dengan cara apapun." ujar Lisa memberikan telapak tangannya pada Riefky.


"Aku tidak bisa." tolak Riefky seraya bangun dan hendak pergi, tapi tangannya ditahan oleh Lisa.


"Aku mohon, ini semua agar kita tidak melampaui batas, demi aku." ucap Lisa menatap wajah Riefky yang menahan tangisannya.


Riefky mengalah dan kembali duduk, ia mengikutin permintaan Lisa, mereka pun kembali berdoa. Sekilas Riefky menatap Lisa yang sedang serius berdoa, ia ikut memejamkan mata.


"Sudah selesai berdoanya, ayo aku antar kamu pulang." ajak Riefky tanpa ekspresi.


"Catat dulu nomor telepon kamu, aku gak mau menyesal lagi karena lupa memintanya." kata Lisa menyerahkan ponselnya pada Riefky.


Riefky sudah menyimpan nomornya di ponsel Lisa, lalu ia mengembalikannya pada Lisa dan berlalu pergi dengan memasukkan kedua tangannya di kantong jaket, rasanya ia cepat mengantarkan Lisa sampai ke rumahnya, karena ia sudah tidak ingin ada di dekat Lisa lagi takut akan melampaui batasan.


Lisa naik ke atas motor, ia memeluk Riefky dari belakang, selama perjalanan pulang Riefky tidak membuka suara, ia hanya diam seribu bahasa dan Lisa mengerti bagaimana perasaan Riefky saat ini.


"Sebenarnya aku ingin hidup bersamamu kak, karena aku mencintaimu dan aku takut bila jauh dari kamu." gumam Lisa seraya meletakkan wajahnya pada punggung Riefky.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2