
Riefky tetap tidak diperbolehkan masuk oleh dokter Andreas bahkan Riefky sempat di seret oleh dua orang security karena bersikeras untuk menerobos ruangan IGD.
Kini dokter Andreas dan dokter Yasmine berada di ruangan IGD untuk memeriksa kondisi Lisa yang masih terbaring lemas di ranjang pesakitannya.
Dokter Yasmine telah selesai memeriksa kondisi Lisa lalu ia keluar menuju kamar pasien berikutnya. Sayup-sayup mata Lisa mulai terbuka perlahan-lahan dan ia mengigau memanggil nama Riefky sambil menangis dan berkata "Kak Riefky jangan lakukan lagi aku mohon kak aku takut hiks hiks hiks.." tangis Lisa yang masih belum sadar sepenuhnya.
"Lisa sadarlah aku dokter Andreas bukan Kiki, kamu tenang saja ya tidak ada Kiki di ruangan ini." kata dokter Andreas mencoba menyadarkan Lisa.
"Dimana kak Riefky? Apa aku sudah mati?" tanya Lisa yang terlihat masih panik.
"Riefky sudah aku usir tadi kamu tenang ya mungkin sebentar lagi Derry akan datang kemari." jawab dokter Andreas.
Tidak lama Andreas bicara seperti itu pintu ruangan IGD terbuka, ternyata itu benar Derry yang datang. Derry segera berjalan menuju ranjang Lisa dan memeluknya dengan sangat erat.
"Sayang aku tidak mau kamu kenapa-kenapa lagi, mulai saat ini aku tidak akan membiarkan kamu bersama laki-laki ******* itu." kata Derry kesal tapi berusaha menahan emosinya saat berada di dekat Lisa.
"Maaf lagi lagi aku merepotkan kak Derry, terimakasih untuk segalanya kak." ucap Lisa sambil menangis.
"Jangan sungkan sayang aku sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu, apapun permintaan kamu pasti akan aku kabulkan." kata Derry mengusap kepala Lisa.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Lisa dan langsung diangguki oleh Derry.
"Bolehkan aku meminta sesuatu?" tanya Lisa kembali.
"Minta apapun akan aku kabulkan." jawab Derry.
"Aku ingin bertemu kak Riefky sekali ini saja dan untuk yang terakhir kalinya. Aku ingin memutuskan hubunganku dengan dia secara baik-baik." ucap Lisa ragu tapi tetap harus diucapkan.
Derry tampak berfikir keras, ia menimbang-nimbang dengan serius agar tidak salah langkah lagi. "Kalau aku tidak kabulkan permintaan Lisa pasti dia akan marah." batin Derry.
"Kamu benar-benar gadis kecilku yang sangat baik hati dan tidak sombong." kata Derry sambil mengacak rambut Lisa. "Aku akan mengabulkan permintaanmu sayang." jawabnya terpaksa.
"Wah serius kak? Aku senang sekali kak Derry adalah kakak terbaikku." ucap Lisa sambil memeluk Derry.
"Dokter Andreas apakah Lisa sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap?" tanya Derry tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Lisa.
"Sudah bisa dipindahkan." jawab Andreas.
"Baiklah pindahkan Lisa sekarang lalu hubungi sahabat baikmu untuk menemui Lisa secepatnya." kata Derry.
__ADS_1
"Baik laksanakan!" jawab Andreas lugas.
Derry berbalik badan menuju keluar ruang IGD lebih dulu, ada bulir-bulir kristal yang berjatuhan di pipinya, Derry merasakan hatinya begitu sakit dan kecewa.
"Apa mungkin sudah tidak ada lagi harapanku pada Lisa, apakah aku benar-benar harus mengikhlaskannya?" tanya Derry pada dirinya sendiri sambil melangkah menjauh dari ruangan IGD.
Derry memutuskan pergi ke sebuah club malam untuk menenangkan hatinya yang sedang merasakan gundah gulana.
*******
Di ruangan rawat inap VVIP rumah sakit E.
Riefky telah tiba di dalam ruangan Lisa dan langsung memeluk Lisa dengan sangat erat.
"Sayang maafkan aku, aku sungguh menyesal telah menyakitimu, aku menyesal tidak percaya padamu, harusnya aku yakin padamu bahwa kamu adalah wanita baik dan setia tapi akal sehatku ditutupi oleh amarahku. Sayang mohon maafkan aku." kata Riefky memohon sambil memeluk Lisa dan mencium kening Lisa berkali-kali.
Lisa tertegun mendapatkan perlakuan seperti itu dari Riefky dan hatinya sedikit luluh akan perlakuan dari Riefky sekarang ini. Lisa menatap wajah Riefky dengan heran, saat ini perhatiannya teralihkan dengan keadaan Riefky yang wajahnya sudah babak belur.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC