
Tanpa membuang waktu lama dan bertanya pada diri sendiri tapi tidak mendapat jawabannya Lisa bergegas menghampiri Riefky dan membangunkannya.
"Kak bangun ayo ini sudah siang." kata Lisa sambil menarik baju Riefky.
Riefky masih tidak terbangun membuat Lisa jadi kesal.
"Kak mau bangun gak? Kalau gak aku pulang nih." kata Lisa membohongi Riefky.
Riefky sayup-sayup seperti mendengar suara Shasa, Ia berusaha membuka matanya walau agak berat.
"Sha kamu ngapain masih disini? Kenapa gak pulang?" tanya Riefky yang masih mengucek matanya.
Lisa mendengar jelas perkataan Riefky yang menyebut nama Shasa menjadi semakin kesal.
"Kenapa dia sebut nama Shasa sih? Apa Tante Raisa benar-benar melihat wanita yang keluar dari kamar Riefky tadi? Apa wanita itu Shasa? Ini pasti hanya urusan pekerjaan." batin Lisa.
Akhirnya nyawa Riefky mulai terkumpul dari tidurnya dan tersadar akan ucapannya barusan.
"Sayang kamu ada disini dari kapan?" tanya Riefky sambil memegangi pipi Lisa.
"Tadi kamu sebut nama siapa?" tanya Lisa cemburu.
"Oh itu sayang aku kira tadi yang bangunin aku si Shasa manager aku, maaf ya." jawab Riefky.
__ADS_1
"Emang ada Shasa dikamar ini? Kapan dia kesini dan kalian ngapain aja?" tanya Lisa berdecak kesal.
"Shasa tadi pagi kesini untuk menanyakan soal jadwal-jadwal aku yang sempat tertunda, dia menanyakan kapan aku akan kembali shooting." jawab Riefky.
Lisa yang polos percaya saja dengan ucapan Riefky yang entah benar atau bohong, padahal kalau hanya urusan pekerjaan kenapa tidak menanyakannya lewat telpon, hello ini zaman serba canggih kali.
"Oh gitu, terus kenapa kamu minum-minum tadi malam, habis berapa botol semalam sampai banyak sekali botol-botol yang berserakan?" tanya Lisa kembali.
"Soal itu aku minta maaf ya sayang semalam aku habis 3 botol karena otakku stress sekali." jawab Riefky
"Kemarin kita kan baru bertunangan kak lalu kamu kenapa malah stress bukannya merasa bahagia?" tanya Lisa.
"Aku sangat bahagia atas pertunangan kita kemarin sayang. Aku stress karena harus menahan hasrat ku." kata Riefky.
Lisa melotot dan memukuli dada Riefky dengan kedua tangannya. "Dasar otak mesum." Lisa berlari mengejar Riefky yang sudah kabur duluan dan ia berhasil menangkapnya.
"Sayang kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti ini?" tanya Riefky heran.
"Hem firasatku tidak enak mengenai hubungan kita." Jawab Lisa.
"Hei aku tidak ingin kamu terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak nanti kamu malah sakit." kata Riefky sambil mencium bibir Lisa kilas.
"Tapi kamu mau tidak berjanji sama aku?" tanya Lisa kembali.
__ADS_1
"I promise with you." jawab Riefky singkat sambil tersenyum.
Lisa dan Riefky telah berada di resto hotel untuk sarapan bersama, mereka menghampiri orang tua mereka yang telah menunggu mereka sedari tadi hampir jamuran saking lamanya.
"Lama banget sih calon pengantin ke bawahnya? Ngapain dulu sih kalian tadi?" tanya Mama Raisa.
"Tega banget deh kalian buat kita menunggu lama sampai kelaparan begini." kata Mama Rose.
"Sudah sudah jangan ada perdebatan di meja makan, Papa sudah lapar ayo cepat kita mulai sarapan bersama kita hari ini." kata Papa Rendi yang sudah bosan melihat para Mama sengaja meledek anak-anaknya.
Mereka pun memulai sarapannya dengan nikmat sesekali diisi dengan petuah-petuah yang diberikan sang Mama pada anak-anaknya untuk persiapan saat menjalin bahtera rumah tangga dua bulan yang akan datang nanti dan kedua insan yang diberi petuah meng-iyakan tanda mengerti atas nasihat yang para Mama berikan.
Setelah merasa cukup untuk hari ini, kedua keluarga tersebut saling berpamitan untuk berpisah.
Lisa dan Mama Rose diantarkan pulang oleh Riefky sedangkan sepasang suami istri
Orang tua Riefky pulang bersama untuk kembali ke Jerman.
***
Setelah sampai dirumah Lisa, Riefky pamit pada keduanya untuk segera pergi ke lokasi shooting karna sinetronnya sedang kejar tayang jadi Riefky tidak bisa banyak libur dan Lisa sangat mengerti akan pekerjaan calon suaminya yang super sibuk.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC