
Saat malam tiba Lisa menghubungi Riefky duluan. "Hallo kak apa maksud semua ini? Kenapa kamu datang bersama orang tuamu malah membicarakan soal pertunangan bahkan soal pernikahan. Bukankah aku sudah bilang bahwa hubungan kita sudah berakhir sejak dua Minggu yang lalu." tanya Lisa tanpa basa-basi.
"Lisa aku akan tetap menikahimu, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan. Orang tua kita bahagia dengan hubungan kita Lisa." jawab Riefky.
"Aku tidak ingin menikah dengan kamu kak, aku mohon batalkan rencana pertunangan kita." jawab Lisa berbohong, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam bahwa Lisa masih sangat ingin menikah bersama laki-laki yang sangat dicintainya.
"Lisa aku tetap akan menikahimu, bukankah Mama Rose sangat bahagia kita akan bertunangan Minggu depan, Mama Rose bilang padaku jangan batalkan niatku yang ingin menikahimu apapun yang terjadi di depan sana." kata Riefky.
"Terserahlah kak, aku lelah." kata Lisa dan memutuskan panggilannya.
"Kak Riefky kenapa kamu masih berada di hatiku walau kamu sudah menyakiti aku, kenapa aku belum bisa juga membencimu padahal kita sudah lama tidak bertemu dan ternyata aku sangat merindukanmu." gumam Lisa.
Lisa sungguh rindu pada Riefky, entah mengapa kejadian dua minggu yang lalu begitu mudahnya dilupakan oleh Lisa karena Lisa tidak ingin mengingat kejadian itu kembali. Bicara soal Mamanya yang ternyata begitu antusias menyambut acara pertunangan yang akan digelar beberapa hari lagi membuat Lisa menyerah untuk berpura-pura menolak segalanya. Lisa merasa bahagia akhirnya harapan dia untuk bersanding dengan Riefky menemukan jalan dan tidak terasa semuanya akan terwujud.
__ADS_1
Saat Lisa sedang memikirkan bagaimana nantinya dia akan menjadi istri Riefky kelak seketika fikirannya buyar saat pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
"Siapa?" tanya Lisa segera berdiri dari ranjangnya.
Seseorang tersebut masuk dengan membawa sebuket bunga dan sekotak hadiah yang berukuran kecil, ternyata dia adalah Riefky.
"Mau apa lagi kamu kesini kak?" tanya Lisa sok ngambek.
"Aku kesini ingin memperbaiki hubungan kita dan meminta maaf padamu kembali." jawab Riefky.
Lisa berfikir cukup lama, hatinya merasa bahagia saat melihat cara sweet Riefky saat meminta maaf pada Lisa, sedangkan fikirannya ingin menolak permintaan maaf dari Riefky dan menolak lamarannya. Kadang fikiran dan hati tidak sejalan dalam menentukan perasaan pada seseorang.
"Aku memaafkan kamu kak dan akan menerima lamaranmu kembali." kata Lisa memilih mengikuti kata hatinya dan menerima pemberian Riefky dengan suka cita. "Bangunlah kak, jangan seperti itu nanti kamu akan pegal sendiri." lanjut Lisa.
__ADS_1
Riefky langsung berdiri dan memeluk Lisa dengan sangat erat. Hati Lisa dag dig dug seperti ingin loncat keluar. "Sayang terimakasih kamu sudah mau memaafkan aku. Aku sangat mencintaimu." kata Riefky semakin mengeratkan pelukannya.
"Sudah lepaskan aku kak, aku tidak bisa bernafas jika kamu memelukku erat sekali begini." ucap Lisa.
"Hemm maafkan aku sayang aku terlalu rindu padamu karena sudah lama tidak bertemu." kata Riefky sambil melepaskan pelukannya.
"Kenapa bisa Mama mengizinkan Kakak masuk ke kamar aku?" tanya Lisa penasaran.
"Tadi aku bilang sama Mama Rose kalau aku dan kamu sedang ada masalah lalu aku meminta izin padanya untuk membiarkan aku masuk ke kamar anak gadisnya untuk meminta maaf." jawab Riefky sambil tersenyum bahagia karena hatinya sudah merasa lega sudah menerima maaf dari Lisa yang sudah ia sakiti.
"Oh begitu yasudah ayo kita ngobrol dibawah aja kak bareng Mama." kata Lisa mengajak Riefky untuk mengobrol di ruang tamu.
Lisa dan Riefky sudah akur kembali, Lisa sudah membukakan pintu maaf seluas mungkin untuk Riefky dan akan memulai semuanya kembali ke awal. Mereka berdua berbincang riang di ruang tamu ditemani Mama Rose yang sangat bahagia melihat keduanya sama-sama akur kembali.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC