
Tiba di hari Sabtu, Lisa menempati janjinya untuk menemani Riefky bernyanyi di suatu tempat, Lisa pergi seorang diri saat waktu menunjukkan pukul 20.00 malam karena Riefky sudah berangkat dari sore untuk GR (Gladi Resik) terlebih dahulu.
Lisa baru pertama kali menginjakkan kakinya di tempat ini, tempat yang begitu ramai di malam hari, semakin malam tempat ini akan semakin dipadati oleh orang-orang yang ingin mencari hiburan di luar rumah.
Lisa celingugukan mencari keberadaan Riefky tapi tidak juga menemukannya, ia memutuskan untuk melangkah masuk dan berpapasan dengan laki-laki yang menatap Lisa tidak berkedip.
"Hai Mas, saya lagi cari Riefky kira-kira Mas tahu nggak Riefky ada di mana?" tanya Lisa to the point.
"Ada di belakang panggung." jawab lelaki itu.
"Oke terimakasih untuk infonya." ucap Lisa dan segera berjalan menuju belakang panggung.
Terlihat Riefky sedang mengobrol dengan teman-temannya di belakang panggung.
"Kak Riefky!" sapa Lisa.
Riefky menengok dan menghampiri Lisa.
"Kamu sudah siap?" tanya Riefky menggenggam tangan Lisa.
Lisa mengangguk. Riefky mengajaknya naik atas panggung, sebelumnya Riefky dan Lisa sudah latihan sewaktu di taman kemarin, dan ia percaya diri bila menyanyi berdua bersama Riefky.
Setelah membawakan dua lagu Lisa turun ke belakang panggung, karena ini saatnya Riefky bernyayi solo, Lisa masih merasa berdebar karena Riefky tidak malu mengajaknya untuk berduet dengan suara pas-pasan yang ia miliki.
Lisa memutuskan untuk pergi ke toilet karena ingin membasuh wajahnya yang memerah, saat ia hendak masuk tiba-tiba langkahnya di cegat oleh laki-laki tadi yang disapanya sewaktu di depan lounge.
"Tadi kita belum kenalan, aku Gleen." ucap laki-laki yang bernama Gleen itu memperkenalkan diri, membuat Lisa harus memperkenalkan dirinyanya.
"Kamu kekasihnya Riefky Adrian?" tanya Gleen penasaran.
"Bukan, aku hanya berteman dengannya." jawab Lisa gugup.
"Baguslah kalau begitu, lagian karir dia sudah hancur dan dia hidupnya sekarang luntang lantung nyayi sana nyanyi sini." ujar Gleen merendahkan Riefky.
"Kalau kamu tidak suka sama Riefky kenapa kamu harus merendahkannya. Selagi yang dilakukannya halal kenapa aku harus malu untuk jadi kekasihnya." ucap Lisa kesal dan memukul lengan Gleen tanpa sengaja.
__ADS_1
"Wih serem juga ya kamu, cantik-cantik tapi galak. Eh aku pernah dengar gosip lho katanya kamu kerja sebagai SPG kan dan katanya kamu sudah pernah tidur dengan Riefky terus kamu di selingkuhi karena kamu juga selingkuh dengan laki-laki lain, ternyata kalian pasangan serasi ya sama-sama suka selingkuh dan sekarang kamu tidak mengakui dia sebegai kekasih kamu, apa kamu ingin mencari selingkuhan baru?" ujar Gleen.
Lisa mematung mendengar semua perkataan laki-laki yang baru ditemuinya, hatinya sakit saat mendengar perkataan Gleen yang merendahkannya, ingatan Lisa belum pulih tapi ia harus mendengarkan cerita kehidupan kelamnya dari mulut orang lain yang sama sekali tidak di kenalnya.
"Tahu apa kamu tentang aku?" tanya Lisa gemetar.
"Ya semenjak kamu muncul di publik sebagai tunangan Riefky membuat aku sedikit penasaran dan ingin mengenal kamu, aku cari tahu semua tentang kamu dari managernya Riefky dan ternyata kamu Bad Girl!" jawab Gleen lagi dengan ceplas ceplos.
Lisa menangis dan membalikkan tubuhnya, saat ia benar-benar sudah masuk dalam toilet terdengar suara ricuh dari arah luar, ia berlari ke luar dan melihat Riefky tengah berkelahi dengan Gleen dan entah apa masalahnya.
Pengunjung lounge mulai memadati kedua lelaki yang tengah berkelahi, Lisa menerobos keramaian untuk melerai perkelahian keduanya, ia berteriak untuk menghentikan keduanya tapi tidak berhasil cara teakhir Lisa berdiri di tengah-tengah keduanya agar tidak ada lagi baku hantam, tapi Gleen yang hendak melayangkan pukulannya pada Riefky malah mengenai wajah Lisa hingga membuat keadaan semakin ricuh.
Lisa beteriak kesakitan, tinjuan Gleen tepat mengenai wajah bagian bawah hingga ada darah yang keluar dari sudut bibir Lisa.
Gleen panik dan merasa bersalah, ia meminta air es dan sapu tangan pada bartender untuk mengompres wajah Lisa yang lebam akibat kesalahannya.
Riefky merebahkan tubuh Lisa di atas bangku yang tidak jauh dari posisinya, Gleen menyusul dengan membawa baskom kecil yang sudah berisikan air es dan satu helai sapu tangan.
Gleen mengusir Riefky agar ia leluasa untuk duduk di tepian bangku agar lebih mudah mengompres wajah Lisa. Dengan cekatan Gleen berusaha untuk meredakan rasa sakit yang Lisa rasakan.
"Lisa maafin aku, maaf aku malah melukai wajah kamu." ujar Gleen menyesal saraya mengusap wajah Lisa dengan lembut.
"Lisa maaf ya tadi aku sudah berkata yang tidak-tidak soal kamu dan pekerjaanmu, semoga kamu bisa memaafkan kesalahanku dan melupakan semuanya." ucap Gleen yang sudah frustasi karena yang diajak bicara tidak bergeming.
Gleen berdiri dari duduknya, ia memberikan baskom dan sapu tangan pada Riefky agar bisa melanjutkan mengompres wajah Lisa. Gleen pergi dari DD lounge dengan rasa penyesalannya karena terlalu asal dan sok tahu dalam mengomentari orang lain.
Riefky mengompres wajah Lisa tanpa bicara, rasanya ia sangat bosan untuk mengatakan maaf berulang kali pada Lisa, Riefky merasa dirinya sangat bodoh karena mengundang Lisa ke tempat seperti ini yang tidak baik untuk gadis polos seperti Lisa.
"Apa semua yang dikatakan oleh Gleen benar?" tanya Lisa menatap wajah Riefky.
"Jangan dengarkan dia, semuanya omong kosong." jawab Riefky membuang pandangan.
"Tapi kak omongan dia tadi benar, kalau aku dulunya seorang SPG, kenapa sih semua orang jahat sama aku, mereka yang tahu cerita aku di masa lalu tidak ada yang memberi tahu aku." ucap Lisa kesal.
Lisa berdiri dan hendak meninggalkan lounge tapi Riefky menghentikan langkah Lisa dengan menagih janjinya.
__ADS_1
"Kalau kamu pergi berarti kita tidak jadi merayakan keberhasilan kamu bermain gitar?" tanya Riefky.
Lisa berbalik badan dan mengajak Riefky untuk memesan makanan, karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan di tempat ini.
Makanan dan minuman sudah tersaji di meja makan ruangan privat. Riefky hanya memakan makanan ringan saja, ia malah banyak minum, entah minuman apa yang ia minum.
"Kak dari tadi minum terus, apa nggak kembung?" tanya Lisa, Riefky hanya tersenyum.
"Nyobain dikit dong." pinta Lisa.
"Tidak boleh, jika kamu minum ini sedikit saja kamu akan mabuk kalau minum banyak kamu akan tepar." tolak Riefky.
Lisa hanya geleng-geleng kepala, sudah tahu itu minuman beralkohol ya pasti mabuk lah jika meminumnya.
Lisa mulai merasa tidak nyaman melihat Riefky terlalu banyak minum, ia mengajak Riefky keluar dari lounge. Keadaan Riefky yang mabuk membuat ia tidak bisa mengendari motornya dan Lisa memutuskan untuk mengantarkan Riefky pulang dulu naik taxi.
Tengah malam begini jarang sekali ada taxi yang lewat, Lisa berdiri tidak sabar menunggu taxi datang. Riefky duduk memandangi setiap gerak gerik Lisa yang gelisah menunggu kedatangan taxi.
"Lisa duduklah!" titah Riefky.
Lisa menurut dan duduk di samping Riefky, ia sangat kasihan melihat Riefky seperti orang yang tidak tahu arah pulang.
"Di hatimu masih ada aku tidak?" tanya Riefky tiba-tiba membuat Lisa tersentak.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu, saat ini kita hanya berteman kak." jawab Lisa tersenyum kaku.
"Ya ya ya kita hanya berteman, tapi Lisa apakah kamu tahu bahwa di hatiku selalu ada kamu, aku sudah mengusirnya tapi cinta itu sangat sulit untuk pergi jika kita selalu bersama seperti ini. Lisa aku masih sangat mencintaimu." ucap Riefky yang setengah sadar karena biasanya orang mabuk selalu berkata jujur.
"Bodoh sekali aku bicara seperti ini pada gadis yang sebentar lagi akan menikah, lupakan lupakan." ungkapan perasaan Riefky membuat Lisa tidak sanggup berkata apa-apa.
"Boleh aku mencium mu sebelum kita berpisah karena sebentar lagi taxi kamu akan datang." pinta Riefky yang ngawur.
Lisa tidak menanggapinya karena Riefky sedang mabuk jadi dia tidak sadar dengan apa yang diucapkannya.
Tiba-tiba cup.
__ADS_1
"Kamu tidak marah aku mencium mu? Aku tahu kamu juga masih mencintaiku, anggap tadi sebagai salam perpisahan." ucap Riefky seraya berdiri, ia berjalan perlahan meninggalkan Lisa yang hanya diam seribu bahasa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=