Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Kehilangan


__ADS_3

Saat tiba di lantai 3 Bayu dan Rara langsung diserbu oleh fans yang ingin foto bersama, Lisa mundur beberapa langkah secara perlahan untuk membiarkan Bayu dan Rara mengisi acara meet and greet.


Lisa memilih tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari keramaian agar Bayu bisa fokus dengan para fansnya, Lisa terduduk sambil menatap ke arah Bayu yang sedang asik mengobrol dan sesekali menatap Rara yang sedang menatap Bayu juga, Lisa iseng memotret kedekatan Bayu dan Rara dengan ponsel miliknya, lalu ia tersenyum melihat hasil jepretannya.



Saat Lisa fokus menatap foto, tiba-tiba terlintas bayangan-bayangan sekilas saat ia sedang melakukan pemotretan dengan seseorang, Lisa yakin seseorang itu adalah Riefky Adrian.


Lisa berusaha mengingat sedikit demi sedikit masalalunya bersama Riefky tapi selalu tidak berhasil, dengan hanya mendengar cerita dari versi Bayu sepertinya belum cukup untuk Lisa, karena Lisa ingin mengetahui semuanya dengan ingatan yang ia miliki.


Seorang Pelayan datang menghampiri Lisa dan meletakkan satu gelas minuman dan satu porsi cemilan yang Bayu pesan untuk Lisa.


Sambil menunggu Bayu selesai dengan acaranya iseng-iseng Lisa kembali mengingat sedikit demi sedikit, selintas ada bayangan-bayangannya yang menangis histeris, membuat kepalanya semakin sakit, Lisa mengaduh dan tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas yang masih berisi penuh, membuat semua mata menatap ke arahnya.


Tiba-tiba perasaan Lisa tidak enak, ia merasakan sesuatu hal buruk terjadi. Ponsel Lisa berdering dan ia menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan dari Mamanya.


"Halo Mama." ucap Lisa.


"Maaf mbak apa betul mbak anak dari Ibu Rose?" tanya seorang laki-laki melalui sambungan telepon.


"Iya betul Pak, kenapa handphone Mama saya ada di Bapak?" tanya Lisa.


"Mbak saya dari pihak kepolisian, maaf saya harus menyampaikan berita buruk mengenai Ibu mbak." kata seseorang itu.


"Berita apa Pak?" tanya Lisa khawatir.


Bayu berjalan menghampir Lisa, sebenarnya ia ingin menghampiri Lisa saat adegan gelas pecah tapi di tahan oleh Rara yang memintanya untuk mengakhiri acara meet and greet yang sedang berlangsung.

__ADS_1


"Ibu Rose mengalami kecelakaan bersama seorang laki-laki yang bernama Aji Alfian. Motor yang dikendari oleh anak laki-laki tersebut di tabrak oleh truk yang rem nya blong karena muatannya terlalu berat. Maaf harus saya sampaikan Ibu Rose meninggal di tempat kejadian perkara dan laki-laki yang bernama Aji Alfian mengalami luka parah, keduanya sudah di bawa ke rumah sakit." jelas Polisi tersebut.


Bagai tersambar petir di siang bolong saat mendapatkan panggilan dari nomer Mamanya tapi yang berbicara malah orang lain yang menyampaikan berita buruk soal Mamanya.


Handphone Lisa terjatuh dari genggamannya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, air matanya mengalir begitu saja dan kepalanya menggeleng perlahan, Bayu bertanya berulang kali pada Lisa yang hanya terdiam kaku.


Bayu mengambil ponsel Lisa yang tergeletak di atas lantai dan berbicara dengan Polisi yang masih belum memutuskan panggilannya. Bayu ikut merasakan kesedihan yang Lisa rasakan, hatinya sakit, tapi ia tidak boleh ikut lemah, ia harus kuat untuk menguatkan Lisa.


"Lisa ikut dengan aku." kata Bayu lirih dan memeluk Lisa yang sedang menangis.


"Bayu ini semua pasti mimpi kan Bay." tangis Lisa dalam dekapan Bayu.


"Lisa..." kata Bayu yang tidak kuat untuk melanjutkan kata-katanya, ia ikut meneteskan air mata kesedihan.


Rara datang menghampiri Lisa dan Bayu yang sedang berpelukan, semua mata dan kamera menyorot kedua insan yang sedang bersedih dibalut duka yang mendalam.


"Ra kamu mau nggak anterin kita ke rumah sakit." kata Bayu.


"Oke aku anterin, ayo jalan sekarang." kata Rara sambil mendekati Lisa.


Rara mengerti pasti ada yang menyampaikan kabar buruk pada Lisa sampai membuatnya menangis, Rara memilih untuk diam dan tidak banyak bertanya, ia membantu Bayu memampah Lisa yang seluruh tubuhnya sudah lemas.


Sesampainya di lobby mall, Rara membukakan pintu belakang mobil untuk Bayu dan Lisa, lalu ia duduk di depan seorang diri dan melajukan mobil Bayu dengan kecepatann sedang menuju rumah sakit yang sudah diberitahu oleh Bayu.


"Bayu ayo bilang sama aku kalau semua ini mimpi Bay." ucap Lisa dalam isak tangisnya.


"Lisa kamu harus kuat ya, aku mohon kamu harus kuat dalam menerima kenyataan semua ini." kata Bayu harus memberitahukan pada Lisa bahwa semuanya nyata dan sudah terjadi.

__ADS_1


"Nggak Bay kamu pasti bohong, semua ini cuma mimpi Bay." kata Lisa histeris karena masih tidak percaya dengan berita yang ia dengar.


Bayu kembali memeluk Lisa dengan sangat erat untuk menenangkannya. Bayu mencoba mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana dengan sebelah tangannya dan mengirim pesan singkat kepada Derry.


********


"Mamaaaa...."


"Maa bangun Ma, Lisa mohon bangun."


"Ma jangan tinggalin Lisa, Mama ayo bangun Ma jangan tidur seperti ini, Lisa takut Ma."


"Ayah kenapa Ayah tega jemput Mama, Lisa takut Ayah, plis kembaliin Mama lagi, Ayah."


"Lisa nggak siap kehilangan Mama, plis Mama bangun, temenin Lisa besok pergi kuliah, katanya Mama pengen lihat aku kuliah di tempat impian aku."


"Maaaa... Mama bangun Ma, jangan tinggalin aku di sini, jangan biarin aku hidup tanpa Mama, aku bertahan hidup demi Mama terus kenapa Mama nggak bisa bertahan demi aku?"


"Lisa kamu harus kuat, kuat demi Aji ya, kamu harus ikhlas melepas kepergian Mama Rose, Tuhan sangat menyayangi Mama Rose makanya Mama Rose pergi lebih cepat kembali ke pangkuan-Nya."


"Tapi kenapa Tuhan nggak sayang sama aku? Kenapa Tuhan mengambil Mamaku? Ayah sudah diambil lebih dulu, terus kenapa Mama juga harus diambil kak."


"Sstthh tidak boleh bicara seperti itu, Tuhan juga sangat menyayangi kamu makanya kamu diberikan cobaan seperti ini agar kamu lebih kuat lagi menjalani kehidupan, Tuhan tahu kamu kuat dan mampu melewati semua ini karena Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya."


"Kamu jangan takut, ada aku di samping kamu, dan masih banyak teman-teman yang menyayangi kamu."


Perlahan isak tangis Lisa tidak lagi terdengar, ia terjatuh di pelukan seseorang dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2