Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Penyesalan Shasa


__ADS_3

Keesokan harinya Meirose telah tiba di Korea dengan raut wajah yang begitu sedih, hatinya kecewa disaat ia menemukan Derry yang beberapa tahun ini selalu ia cari tapi harus berpisah kembali saat Derry masih tetap mencintai Lisa tanpa membalas perasaan cinta dari Meirose.



Meirose mulai belajar ikhlas untuk melepaskan cintanya terhadap Derry, ia akan berusaha semaksimal mungkin demi kebahagian Derry dan dirinya.


"Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kisah cintaku." ucap Meirose sambil tersenyum.


*******


Derry mulai terbangun dari tidurnya saat memimpikan Meirose pergi meninggalkannya selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi, Derry berteriak memanggil nama Meirose.


"Meirose..." teriak Derry.


Dokter Andreas berjalan menghampiri Derry untuk memeriksa kondisi Derry.


"Siapa Meirose?" tanya dokter Andreas.


"Dimana Meirose?" Derry balik tanya.


"Meirose siapa sih? Yang ada diluar hanya Shasa." tanya Andreas kembali.


"Meirose gadis yang bersamaku sebelum aku berada disini." jawab Derry lirih.


"Oh gadis cantik yang terkenal itu, sebentar aku tanyakan dulu ke adikmu." kata Andreas dan berjalan menghampiri Shasa yang sedari kemarin menunggu Derry sadar.


Andreas menepuk punggung tangan Shasa untuk membangunkannya yang sedang tertidur di atas bangku ruang tunggu IGD RS.


"Shasa bangun, kamu dicari oleh kakakmu." bisik dokter Andreas.


Shasa terbangun dan langsung mengucek matanya beberapa kali agar tidak buram.


"Emmm maaf dok aku ketiduran. Gimana keadaan kak Derry? Apa dia sudah sadar?" tanya Shasa.


"Derry sudah sadar, ayo masuk." ajak Andreas ramah.


Andreas sedikit terenyuh hatinya saat melihat wajah cantik Shasa ketika tidur tadi, karena Shasa tetap setia menanti kakaknya sadar sampai tanpa sadar Shasa kelelahan hingga ketiduran saat menunggu di luar ruang IGD.

__ADS_1


"Ini hanya perasaan kagumku pada seorang adik perempuan yang begitu menyayangi kakaknya bahkan sampai rela menunggu di rumah sakit dalam keadaan hamil muda, jarang-jarang ada adik perempuan yang seperti Shasa." batin Andreas meyakinkan hatinya yang berdebar.


Shasa berlari memeluk Derry sangat erat dan menangis di dada Derry.


"Kak maafin aku yang tidak pernah mendengarkan nasihat dari kakak, sekarang aku menyesal karena tidak menurut dengan perkataan kakak." tangis Shasa.


"Hei kenapa kamu menangis seperti ini? Apa Riefky menyakitimu atau menyakiti keponakanku?" tanya Derry khawatir sambil mengelus pundak Shasa.


"Sampai saat ini Riefky masih belum mencintaiku, aku tidak bisa sabar lagi untuk menunggu dia sampai benar-benar mencintaiku kak, aku ingin mati saja." ucap Shasa tersedu-sedu.


Derry memegangi kedua pipi Shasa dengan begitu erat sambil menatap mata Shasa tajam.


"Jangan bodoh Sha, jangan ucapkan kata-kata itu, apa kamu tidak memikirkan nasib anak yang saat ini kamu kandung? Dengarkan aku Sha, anak ini tidak salah, yang salah adalah perbuatan kalian, sekarang sudah tidak ada waktu lagi untuk kamu menyesali semua yang sudah terjadi karena semuanya sudah terlambat untuk kamu menyesalinya, sekarang yang terpenting adalah kamu harus menjalani masa kehamilan mu dengan bahagia karena Tuhan telah menitipkan anugerahnya padamu." ucap Derry sambil mengelus perut Shasa yang masih datar.


Tangis Shasa semakin menjadi, ia memeluk Derry semakin erat lagi. Andreas yang melihat kesedihan Shasa begitu tidak tega, rasanya ingin sekali ia memeluk Shasa untuk menenangkannya agar tidak menangis lagi.


"Sekarang keputusan apa yang ingin kamu ambil ? aku pasti mendukungmu." tanya Derry sambil mengusap kepala Shasa.


"Aku ingin pisah dengan Riefky." jawab Shasa singkat.


"Kamu yakin? Apa kamu sudah memikirkan keputusanmu matang-matang?" tanya Derry kembali dan langsung di angguki oleh Shasa.


"Aku sudah fikirkan ini matang-matang kak, aku tetap ingin berpisah dengan Riefky, aku ingin melewati masa kehamilanku dengan tenang kak, mungkin aku akan kembali ke New York dan aku akan tetap menyembunyikan kehamilanku pada Mama, aku tidak ingin Mama hancur karena kesalahanku." ucap Shasa terbata-bata.


"Baiklah jika keputusanmu sudah bulat aku akan mendukung langkah yang akan kamu lewati kedepannya, kamu tidak perlu khawatirkan banyak hal, aku yakin kamu dan anakmu pasti akan menemukan seseorang yang baik dan menerima apapun keadaanmu karena kamu juga berhak bahagia." kata Derry.


"Terimakasih sudah menjadi kakak terbaikku selama ini kak, maafkan aku yang selalu nakal karena tidak mendengarkan apa kata-kata mu, sekarang semuanya terbukti sejauh apapun aku berlari mengejar cinta yang memang bukan jodohku maka perlahan semua harapan akan sirna tanpa sisa." ucap Shasa sambil tersenyum menatap jawah Derry.


Derry memeluk Shasa dengan sangat erat, senakal - nakalnya Shasa tapi ia tetaplah adik kecil yang sangat Derry sayangi sejak kedatangan Shasa pertama kali di dalam keluarga Mahendra sejak Shasa berusia 5 tahun, sejak itu Derry berjanji akan menjaga dan melindungi Shasa dengan segenap jiwa.


Saat suasana sedikit tenang, Derry kembali teringat pada Meirose.


"Sha apa kamu melihat Meirose? Dimana dia?" tanya Derry.


"Dia sudah kembali ke Korea kak, oh iya aku seperti tidak asing dengan wajahnya." jawab Shasa.


Derry terkejut saat mendengar jawaban Shasa, hatinya sedih saat tahu gadis yang sudah mulai masuk ke dalam hatinya tiba-tiba pergi tanpa pamit dan meninggalkan Derry disaat ia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Sejak kapan Meirose pergi?" tanya Derry kembali dengan wajah yang lesu.


"Sejak kemarin kak, dia memutuskan untuk kembali ke Korea saat Riefky mengatakan sesuatu padanya." jawab Shasa.


"Riefky mengatakan apa pada Meirose?" tanya Derry mulai kesal.


"Kenapa kamu sangat mengkhawatirkan gadis itu sih kak? Jangan-jangan kamu mulai berpaling dari Lisa karena gadis itu ya?" tanya Shasa penasaran.


"Jawab pertanyaan aku dulu Sha, Riefky mengatakan apa pada Meirose? Jangan buat aku khawatir dengan keadaan dia saat ini." tanya Derry mulai gelisah.


"Riefky menyuruh gadis itu untuk menyerah memperjuangkan cintanya untuk kakak dan Riefky bilang hati kakak hanya untuk Lisa." jawab Shasa.


Derry terdiam sesaat membayangkan betapa sedihnya Meirose pada saat itu, rasanya ingin sekali Derry berlari sekarang juga untuk mengejar Meirose, karena pintu hatinya saat ini sudah tertulis nama Meirose dan ia merasa bahwa ia telah jatuh cinta pada Meirose karena seringnya menghabiskan waktu bersama.


"Apa Meirose ada menitipkan pesan untukku?" tanya Derry.


"Hanya titip pesan dia akan kembali ke Korea malam tadi dan bilang pada kakak untuk tidak perlu repot-repot mencarinya." jawab Shasa.


"Oh my God." ucap Derry gelisah.


"Ada apa Derr?" tanya Andreas khawatir dan segera menghampiri Derry.


"Tidak apa-apa. Shasa apa kamu ada nomer handphone Meirose?" tanya Derry.


"Aku tidak punya kak, kamu kenapa sih kak? Kok khawatir banget sama dia." tanya Shasa heran.


"Andreas bantu aku ke ruangan Lisa, apa Lisa masih berada dalam perawatan di rumah sakit ini?" tanya Derry.


"Derry tapi hari ini kita harus melakukan operasi pengangkatan sel kanker di....." perkataan Andreas terputus karena dipelototi oleh Derry.


"Apa???" tanya Shasa kaget dengan perkataan dokter Andreas.


"Maaf aku salah bicara Sha, Derry ayo aku antar kamu ke ruangan Lisa." ucap Andreas gugup karena sudah keceplosan di depan Shasa.


Akhirnya Andreas secepat mungkin mengantarkan Derry ke ruang rawat Lisa agar tidak dihujani banyak pertanyaan dari Shasa karena pembicaraan yang tadi, Andreas mempercepat langkahnya saat mendorong kursi roda yang ditumpangi oleh Derry dan diikuti oleh Shasa dari belakang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


TBC


__ADS_2