
Riefky kembali melanjutkan memijat pundak Lisa Sampai Lisa ketiduran saking lelahnya. Riefky tersenyum saat melihat kekasihnya tertidur dalam pangkuannya.
Riefky mengubah posisi tidur Lisa agar dia tidur dengan nyaman dan nyenyak, Riefky memandangi wajah Lisa yang begitu menyejukkan hatinya dan Riefky merasakan ada hasrat yang ingin ia salurkan pada Lisa dan ia mencoba untuk menahannya tapi tidak bisa, akhirnya Riefky mencium bibir Lisa dengan lembut untuk menggodanya agar Lisa terbangun dan menginginkan hal yang sama seperti Riefky. Sudah lima menit tapi Lisa tidak kunjung bangun dan Riefky membuka kancing piyama Lisa untuk bermain disana, belum semua kancing terbuka Lisa bangun dari tidurnya dan berteriak.
"Aaaaaaaaa kamu mau apa kak?" teriak Lisa.
"Sayang aku sangat menginginkannya." jawab Riefky.
"Kamu ingin apa kak?" tanya Lisa polos.
Riefky tidak menjawab ia malah menarik tubuh Lisa agar dekat dengannya dan kembali mencium bibir mungil Lisa yang berwarna pink dengan lembut, Lisa mendorong tubuh Riefky agar menjauh malah membuat Riefky kecewa.
"Sayang kamu kenapa? Apa kamu menolak aku?" tanya Riefky sedikit kecewa.
"Jangan lakukan sekarang kak aku masih trauma dengan kejadian itu." kata Lisa menutup wajahnya karena merasa takut saat kembali mengingat kejadian lalu.
Riefky tersadar apa yang ia lakukan salah, hampir ia melukai Lisa kembali tanpa sempat mengobati luka yang telah ia buat atas kesalahannya yang lalu.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku." kata Riefky kembali memeluk Lisa.
"Aku mohon jangan lakukan itu lagi sampai aku benar-benar siap kak." kata Lisa.
"Iya sayang aku janji tidak akan melakukannya lagi sampai kamu yang menginginkannya. Sekarang kamu tidur ya, aku mau kembali ke kamarku dulu." kata Riefky sambil mencium kening Lisa dan berlalu pergi.
Lisa mengunci pintu kamarnya untuk menghilangkan rasa takutnya. Lisa mencoba memejamkan matanya kembali agar bisa segera tidur.
*****
"Sebentar." teriak Lisa pada seseorang itu dan membuka pintu kamarnya, ternyata itu Tante Raisa.
"Eh Tante silahkan masuk, aku kira tadi Riefky yang ketuk-ketuk pintu hehe." kata Lisa.
"Lisa bukannya kamu tadi baru keluar dari kamar Riefky?" tanya Mama Raisa heran.
"Enggak Tante, Lisa baru aja bangun dan mau ganti baju terus mau samperin Riefky." jawab Lisa jujur.
__ADS_1
"Sayang kamu jujur saja sama Tante, Tante tidak akan marah kok." kata Mama Raisa.
"Lisa sudah jujur Tante, emangnya Tante lihat perempuan itu benar-benar keluar dari kamar Riefky? Atau mungkin dari kamar sebelahnya kamar Riefky Tan." tanya Lisa.
"Iya sayang Tante lihat perempuan itu pakai baju putih keluar dari kamar Riefky buru-buru gitu. Tante kira itu kamu makanya Tante susul kamu ke kamar untuk bertanya sesuatu." kata Mama Raisa.
"Hem mungkin itu bagian laundry atau bagian antar sarapan pagi kali tante." kata Lisa tetap berfikir positif.
"Tante sih gak tau betul itu siapa karena Tante tidak lihat wajahnya dengan jelas, ya sudah tidak perlu di fikirkan lagi kalau itu bukan kamu, tante balik ke kamar dulu ya sayang soalnya si Om pasti nungguin Tante." kata Mama Raisa.
"Dah Tante nanti Lisa akan ke kamar Tante bareng Riefky." kata Lisa melambaikan tangannya.
Lisa bergegas mengganti pakaian untuk menemui Riefky segera. Kini Lisa sudah sampai di depan pintu kamar Riefky dan mengetuk pintu itu berulang kali tapi tidak kunjung dibukaka oleh Riefky, Lisa mencoba membukanya ternyata tidak dikunci. Saat Lisa masuk ke dalam kamar Riefky ia terkejut melihat keadaan kamar Riefky yang begitu berantakan banyak botol bekas miras yang berserakan dan bau alkohol yang begitu menyengat bahkan sprei tempat tidurnya sangat tidak beraturan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC
__ADS_1