Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Mengenalkan Meirose pada Lisa


__ADS_3

Setibanya di ruang ICU Derry tidak menemukan keberadaan Lisa di setiap sudut ruangan yang telah ia geledah, Derry panik dan memanggil suster untuk menanyakan keberadaan Lisa.


"Suster kemana perginya pasien yang bernama Lalisa Meira?" tanya Derry yang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kepanikannya dihadapan Meirose.


"Nona Lisa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP sesuai perintah dokter Amelia dan dokter Andreas, tuan." jawab suster.


"Ya ampun aku sudah berfikiran yang tidak-tidak tentang Lisa, aku kira dia di culik oleh Riefky atau kabur karena ingin mengingat semuanya kembali." ucap Derry bernafas lega karena kekhawatirannya tidak terbukti.


"Saya permisi tuan." kata suster yang merasa tidak diperlukan lagi.


"Baik sus terimakasih ya untuk informasinya." kata Derry tersenyum ramah.


"Lisa benar-benar gadis yang beruntung ya bisa memiliki kamu yang begitu mencintainya, kamu sampai sepanik tadi saat tidak menemukan dia di ruangannya itu sungguh luar biasa Derr, andaikan aku yang seberuntung Lisa bisa memiliki kamu." ucap Meirose.


"Aku sungguh berharap Lisa merasa seberuntung kamu." ucap Derry sambil tersenyum.


Derry segera mengajak Meirose pergi menuju ruang rawat inap di lantai 4. Setibanya di depan ruang rawat inap Derry mengetuk pintu dan membukanya perlahan.


"Lisa..." panggil Derry.


"Ya aku lagi di toilet kak, kenapa?" teriak Lisa yang sedang membasuh wajahnya.


"Kamu sama siapa? Kenapa tidak menunggu aku kembali?" tanya Derry khawatir.


"Aku sendiri kalau menunggu kamu kelamaan wajahku keburu gatal." jawab Lisa sambil tertawa.


Tak lama Lisa keluar dari toilet secara perlahan dengan menggunakan tongkat di tangan sebelah kiri untuk mengimbangi langkah kakinya. Derry merasa sedih melihat Lisa berjalan menggunakan tongkat dan beberapa bagian tubuhnya masih terlilit perban, ia menghampiri Lisa dan menggendongnya menuju ranjang pesakitan.


Meirose yang melihat kondisi Lisa saat ini merasa sedih dan bertanya-tanya dalam hatinya apa yang terjadi pada gadis yang begitu dicintai oleh Derry sampai-sampai kondisinya sangat memprihatinkan.

__ADS_1


"Aduh kak Leo kamu ini apa-apaan sih. Aku bisa jalan sendiri tahu." teriak Lisa dengan wajah merona.


"Aku yang tidak bisa melihat kamu berjalan menahan rasa sakit." kata Derry sambil mengelus pipi Lisa yang bersemu merah.


"Kak Leo siapa kakak cantik itu?" tunjuk Lisa dengan bibirnya.



"Kebiasaan deh nunjuk pakai bibir bikin aku gemas aja." kata Derry sambil mencubit bibir mungil Lisa.


"Dia Meirose teman kuliah aku saat di New York dulu. Mei ini katanya mau kenalan dengan Lisa, ayo kesini." kata Derry melambaikan tangannya pada Meirose agar melangkah maju dari tempatnya berdiri.


Meirose tersadar dari dari lamunannya yang terpukau melihat perhatian Derry begitu luar biasa terhadap Lisa yang kondisinya seperti sakit parah. Meirose berjalan perlahan menghampiri Lisa dan mengulurkan tangannya pada Lisa lalu disambut hangat oleh Lisa yang baik hati.


"Hai Lisa perkenalkan aku Meirose Manoban." ucap Meirose ramah.


"Hai kak Meirose yang cantik perkenalkan aku Lalisa Meira teman masa kecil kak Leo." ucap Lisa sambil tertawa.


"Sudah gak usah sok mikir kamu, nih aku kasih tahu ya Meirose ini personil BP girlband asal Korea." kata Derry sengaja menggoda Meirose.


"Personil BP." kata Lisa sambil mengingat-ingat.


Sekilas Lisa seperti tidak asing dengan wajah Meirose dan BP yang Derry maksud, saat ia berusaha mengingatnya tiba-tiba kepalanya semakin terasa sakit.


"Aduh sakit." kata Lisa sambil memegangi kepalanya yang masih terbalut perban.


"Lisa sudah kamu tidak perlu mengingat tentang personil BP yang aku bilang, itu tidak sangat tidak penting." ucap Derry tanpa sengaja membuat hati Meirose sakit.


"Tidak apa-apa kak aku belajar mengingat semua yang aku lupakan akibat kecelakaan lalu." ucap Lisa.

__ADS_1


Lisa melihat raut wajah Meirose yang berubah menjadi muram saat Derry menyebut BP tidak penting, terlihat kilatan kecewa di mata indah milik Meirose.


"Kak Meirose sini duduk dekat aku." kata Lisa sambil menepuk sisi ranjangnya untuk mempersilahkan Meirose duduk.


Meirose duduk mengikuti perintah dari Lisa dan memegang tangan Lisa dengan sangat erat.


"Lisa cepat sembuh ya biar cepat pulang ke rumah dan Derry tidak mengkhawatirkan kamu lagi." ucap Meirose lembut sambil mengelus-elus tangan Lisa perlahan.


"Terimakasih kak Mei. Ternyata selain cantik kamu juga sangat baik hati dan penyayang ya kak, aku akan sangat bahagia jika memiliki kakak ipar seperti kamu." goda Lisa.


Derry terlihat kikuk saat mendengar Lisa mengucapkan kata-katanya terhadap Meirose.


"Lisa kamu ini bicara apa sih ? aku dan Meirose hanya berteman." ucap Derry memotong pembicaraan Lisa.


"Kak Leo sudah kamu duduk manis dulu ya, ini urusan wanita kamu tidak akan mengerti." kata Lisa menahan tawanya.


"Kak Meirose datang kesini pasti bukan karena ingin menjenguk aku kan awalnya?" tanya Lisa.


"Iya aku kesini awalnya dipaksa oleh Mamiku untuk menjenguk kakek yang dirawat disini dari 5 hari yang lalu tapi tidak sengaja aku bertemu dengan Derry di rumah sakit ini. Derry adalah orang yang selama 2 tahun ini aku cari-cari keberadaannya, jadi saat aku bertemu dengan Derry aku tidak lagi merasa terpaksa, aku malah bersyukur tuhan kembali mempertemukan aku dengan sahabat baikku dulu dengan cara yang kebetulan seperti ini." kata Meirose tersenyum bahagia.


Lisa kini mengerti akan perasaan Meirose yang sesungguhnya terhadap Derry sedangkan Derry hanya menganggap Meirose sebatas teman biasa dan tidak penting, Lisa tergerak hatinya ingin mambantu Derry menjalin hubungan spesial dengan Meirose yang menurut Lisa Meirose adalah gadis yang cantik, baik dan lemah lembut.


Lisa mencoba mengenal diri Meirose lebih dalam lagi dengan banyak bertanya dan bertukar fikiran satu sama lain, saat keduanya asik mengobrol pintu diketuk dan dibukakan oleh Derry, ternyata yang datang adalah Mama dan adik Lisa yang sangat dirindukannya.


"Nah karena Mama dan adik tercintanya Lisa sudah datang, aku pamit untuk antar Meirose ke bawah dulu ya." pamit Derry pada Lisa sambil mengacak rambut Lisa.


Lisa mempersilahkannya dengan senang hati, lalu Derry dan Meirose berpamitan juga pada Tante Rose dan Aji.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


TBC


__ADS_2