Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Takut kehilangan


__ADS_3

Setelah 10 menit berbincang dengan Rara melalui sambungan telepon, Bayu kembali masuk ke dalam Coffe shop dan mengajak Lisa untuk ikut bersamanya menemui Rara.


"La ikut yuk ketemu Rara." ajak Bayu pada Lisa yang sedang memandang wajah Bayu dalam-dalam.


"Dimana?" tanya Lisa.


"Dia ada di mall dekat sini sih katanya." jawab Bayu.


"Terus gimana sama Jenn dan Rayhan?" tanya Lisa melirik pasangan sejoli yang sedang menatap Lisa dengan senyuman manis masing-masing.


"Kamu tenang aja Lisa, aku dan Jennie bisa pergi lanjut nonton bioskop, kamu ikut aja sama Bayu sekalian PDKT." sahut Rayhan mengangkat kedua alisnya.


"Iya Lisa kamu nggak usah nggak enak sama kita berdua ya. Ayolah kita cabut sekarang." kata Jennie bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kasir untuk membayar bill mereka berempat.


Setelah selesai membayar tagihannya, Jennie menarik tangan Lisa berjalan lebih dulu keluar Coffe shop untuk membicarakan sesuatu dan meninggalkan Bayu dan Rayhan jauh di belakang mereka.


Tampak Jennie membisikkan sesuatu pada Lisa dan membuat Lisa senyum-senyum seperti habis menang undian. Bayu menghampiri keduanya dan membuat Jennie menghentikan aksinya lalu tertawa mencubit kedua pipi Lisa yang sedang merona.


"Jennie, Rayhan aku duluan ya." kata Lisa yang sudah duduk di dalam mobil Bayu.


"Oke Bey, have fun ya kalian berdua." balas Jennie bersemangat melambaikan tangannya.


Di perjalanan menuju mall tempat Rara berada, Lisa memberanikan diri untuk menanyakan perasaan Bayu yang sesungguhnya terhadap Lisa dari dulu sampai saat ini.


"Bayu kamu suka ya sama Rara?" tanya Lisa ragu.


Bayu hanya terdiam tidak menjawab, matanya fokus memandang lurus ke arah depan, Lisa bingung kenapa raut wajah Bayu seperti yang tidak suka sejak Bayu menerima panggilan dari Rara.


"Bay kamu marah ya sama aku? Apa aku melakukan suatu kesalahan yang tidak aku sengaja?" tanya Lisa kembali yang mulai merasa tidak nyaman saat dicuekin oleh Bayu.


Bayu masih terdiam.


"Kamu dengar aku ngomong gak sih Bayu Natta." teriak Lisa kesal.


"Aku nggak marah sama kamu, aku kesel aja sama media yang selalu memberitakan aku dan Rara adalah sepasang kekasih, Bang Reza marah sama aku kalau itu hanya settingan." jawab Bayu berusaha merilekskan pikirannya.


"Kalau gitu kamu jadian aja sama Rara biar gak di kira settingan." kata Lisa memberi ide gila.


"Ide kamu nggak menarik sama sekali." ketus Bayu.


"Ih Bayu kok ngambek sih. Udahlah kamu jadian aja sama Rara, kalian itu cocok tahu dan akan jadi pasangan fenomenal tahun ini kalau kalian resmi jadian." kata Lisa bersemangat.


Semua perkataan Lisa saat ini di luar alur yang dibicarakan oleh Jennie sewaktu di Coffe shop tadi, Jennie menyarankan Lisa untuk membuka hantinya untuk Bayu, lebih dekat lagi agar mengenal satu sama lain, dan Jennie memberikan ide gila pada sahabatnya, ia menyuruh Lisa untuk nembak Bayu duluan karena katanya cinta bisa datang belakangan yang penting dekat aja dulu.


"Lisa aku sama sekali nggak suka sama Rara, aku menganggapnya hanya sebagai teman dan nggak lebih dari itu." kata Bayu.


"Bayu apa salahnya sih kamu jatuh cinta sama gadis lain." kata Lisa.


"Aku nggak mau jatuh cinta sama gadis lain, aku maunya cuma sama kamu dan sama kamu selamanya." jelas Bayu telak.

__ADS_1


Lisa tersentak mendengar perkataan Bayu, ia merasakan sesuatu yang aneh pada jantungnya, ia merasa benih-benih cinta sudah mulai tumbuh untuk laki-laki yang berada di sampingnya saat ini. Lisa memegangi dadanya yang sebelah kanan agar tidak berdetak terlalu kencang, kalau Bayu sampai mendengarnya mau di taruh dimana nanti wajah Lisa.


"Lisa aku akan sabar menunggu kamu menerima aku untuk menjadi pendamping kamu. Aku akan siap bila waktunya nanti telah tiba." Bayu melanjutkan perkataannya kembali dan membuat jantung Lisa berdetak makin kencang.


"Bay mau sampai kapan kamu menunggu aku? Bahkan sampai saat ini ingatan aku belum pulih, aku masih belum mengingat semua tentang Riefky, aku belum siap kalau harus menerima kamu." kata Lisa dengan raut wajah sedih.


"Sampai aku lelah menunggu kamu, sampai aku melihat kamu tidak butuh aku lagi, sampai kamu memilih kebahagiaan kamu bersama orang lain, aku akan menyerah dan pergi dari kehidupan kamu." kata Bayu melirik wajah Lisa sekilas.


"Bayu jangan tinggalin aku." ucap Lisa lirih dan merasa takut kehilangan Bayu.


"Kamu tenang aja La, aku nggak semudah itu kok menyerah untuk memperjuangkan kamu, mungkin aku akan sabar menunggu kamu sampai kamu Sarjana nanti." kata Bayu mengusap kepala Lisa.


Lisa tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan yang Bayu ucapkan, hatinya kembali tenang dan ia tidak lagi merasa takut kehilangan Bayu.


Bayu memarkirkan mobilnya di lobby mall dan mengajak Lisa untuk turun bersama. Langkah Bayu dihalangi oleh Rara yang sudah menunggu kedatangan Bayu sedari tadi di lobby mall dengan gelisah.


"Ngapain masih di lobby?" tanya Bayu heran.


"Nungguin kamu datang Bay, aku mau ke atas duluan tapi gak berani. Kata asisten aku di lantai atas udah banyak wartawan dan fans nunggu kita berdua." jawab Rara sambil memegangi tangan Bayu.


"Lepasin Ra. Kamu nggak lihat di samping aku ada Lalisa Meira?" tanya Bayu merasa tidak nyaman dengan tingkah Rara yang asal.


"Eh iya maaf ya kak Lisa, aku gak sengaja hehehe." kata Rara menundukkan kepalanya pada Lisa sambil tertawa dan menutup mulutnya.


"Nggak apa-apa kok Rara." kata Lisa tersenyum.


"Bayu ada yang harus aku bicarain sama kamu." kata Rara setengah mengecilkan suaranya.


"Soal projek film kita Bay." jawab Rara.


"Apa?" tanya Bayu sedikit penasaran.


"Ngomongnya di mobil kamu aja yuk, biar aman." kata Rara berbisik.


"La balik ke mobil dulu yuk sebentar." ajak Bayu menggandeng tangan Lisa.


"Uh so sweet banget sih kalian berdua wahai pasangan kekasih." teriak Rara tersenyum bahagia melihat Lisa dan Bayu yang begitu sweet.


Lisa tersenyum malu dan wajahnya merona saat diledek oleh Rara dengan suara lantang.


Bayu membukakan pintu untuk Lisa duduk di sampingnya dan membiarkan Rara duduk di bangku belakang.


"Mau ngomongin apa Ra?" tanya Bayu saat baru menutup pintu mobil dengan lembut.


"Bayu tadi pihak manajemen telepon aku dan bilang kalau kita berdua di tanya soal apapun yang berhubungan dengan film ini kita harus menjawab dengan kata-kata yang buat semuanya penasaran dengan film kita. Kalau misalnya di tanya apa kita berdua pacaran? Jawab aja kalau kamu belum mau klarifikasi soal hubungan kamu sama aku, nah kan jadi buat semuanya pada penasaran." jawab Rara.


"Nggak mau ah, aku nggak setuju." kata Bayu.


"Bayu ini permintaan manajemen loh." teriak Rara kesal.

__ADS_1


"Jangan teriak-teriak Ra, aku ini nggak budeg." kata Bayu.


"Bayu ayolah kali ini aja kita turutin kemauan pihak manajemen kita, hitung-hitung ini sebagai balasan kerja keras mereka membuat film untuk kita." kata Rara optimis membuat Bayu setuju.


"Aku nggak suka sama yang berbau settingan." kata Bayu masih menolak.


"Ini bukan settingan Bayu. Om Arie cuma minta kamu atau aku tidak perlu menjawab kalau ada yang bertanya soal ada hubungan apa kita sebenarnya." kata Rara penuh penekanan.


"La kalau menurut kamu bagaimana?" tanya Bayu meminta persetujuan dari calon pacarnya.


"Loh kok tanya aku sih, aku mana ngerti soal begini." jawab Lisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Bang Reza melarang keras aku untuk menciptakan settingan hanya untuk populatiras yang bersifat enak sesaat. Aku jadi takut kalau aku turutin kemauan pihak manajemen nanti Bang Reza marah sama aku." kata Bayu bimbang.


Bayu adalah seorang aktor pendatang baru di dunia perfilman, awalnya Bayu di ajak oleh Acha kakak iparnya iseng-iseng ikut casting dan ternyata lolos, Bayu melanjutkan perjalanannya dalam perfilman dengan tekun, ia sudah diperingati oleh Acha dan Reza untuk tidak menerima settingan apapun yang enaknya hanya sesaat.


"Bayu yang dikatakan Rara tadi ada benarnya juga loh, ini semua bukan settingan, mungkin maksudnya pihak manajemen kalian hanya minta kalian untuk tidak menjawab pemberitaan agar yang penasaran nonton film kalian." kata Lisa membantu Rara yang sudah tidak sabar menanti jawaban dari Bayu yang kebanyakan mikir.


"Gimana Bayu Natta lama banget sih jawabnya." kata Rara mulai sebal.


Rara yang kesal mengacak-acak rambutnya yang sudah di catok, sesekali ia menggaruk wajahnya karena bosan terlalu lama menunggu persetujuan dari Bayu.


"Tapi kamu setuju nggak La?" tanya Bayu kembali untuk memantapkan hatinya.


"Aku sih setuju banget." jawab Lisa.


"Oke Ra aku juga setuju kalau Lala setuju." kata Bayu mengangguk mantap.


"Lala siapa tuh?" tanya Rara bingung dan mengerutkan kedua alisnya.


"Ya Lisa lah." jawab Bayu.


"Namanya Lalisa Meira darimana ada Lalanya?" tanya Rara yang masih penasaran.


"Itu panggilan kesayangan aku buat Lala." jawab Bayu membuat Rara menghela nafas berat.


"Sweet banget kalian tuh." kata Lisa mengacungkan dua jempolnya di hadapan Lisa dan Bayu dengan senyum yang merekah.


"Oke jadi kita deal ya Bayu Natta?" tanya Rara.


"Deal Rara Adisty." jawab Bayu.


"Oke kalau gitu mari kita ke atas bareng." ajak Rara.


"Loh ngapain ke atas? Kamu nyuruh aku ke sini cuma buat ngomongin masalah ini saja kan?" tanya Bayu bingung.


"Oh My God! Amnesianya kambuh pasti nih bocah," jawab Rara geleng-geleng kepala. "Hari ini kita meet and great sayangku." katanya berteriak di depan wajah Bayu.


"Oh iya aku lupa, eh tapi nggak usah panggil sayang segala kali." kata Bayu memperingati Rara yang suka ngasal.

__ADS_1


Bayu, Rara dan Lisa turun bersama dari mobil dan melangkah menuju lantai 3 tempat meet and great diadakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2