
Perlahan Lisa mengerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan cahaya penglihatannya, ia memijat pelipisnya untuk mengusir sakit yang menggerogoti kepalanya.
"Kamu sudah bangun?" tanya seorang laki-laki yang memaki hoddie hitam, kacamata hitam dan memakai masker hitam.
"Siapa kamu?" Lisa balik bertanya karena penasaran akan sosok yang berdiri di dekatnya saat ini.
"Tidak perlu pikirkan siapa aku. Kalau sudah kuat untuk berdiri ayo ikut mengantarkan Mama Rose ke tempat peristirahatannya yang terakhir." jawab seseorang itu.
Lisa terduduk lalu memeluk kedua kakinya dan ia kembali menangis, ternyata semuanya nyata, semuanya bukan mimpi, Lisa benar-benar kehilangan Mamanya.
"Lisa kalau kamu masih belum kuat lebih baik kamu di sini saja istirahat, biar aku yang mewakili kamu." kata seseorang itu yang tidak mendapat jawaban dari Lisa.
Seseorang itu melangkah perlahan meninggalkan Lisa yang masih terpuruk, Lisa bersuara menghentikan langkah kaki laki-laki itu.
"Aku ingin ikut, aku ingin mengantar Mama." kata Lisa lirih.
"Tapi ada syaratnya." kata laki-laki itu.
"Apa?" tanya Lisa cepat.
"Kamu harus janji sama diri kamu sendiri, kamu akan kuat saat menyaksikan dari awal sampai akhir, kamu tidak boleh histeris dan terpuruk." seseorang itu memberi syarat.
__ADS_1
Lisa tidak bergeming, ia berusaha menguatkan hatinya yang sedang rapuh serapuh-rapuhnya, ia masih tidak percaya bahwa ia akan kehilangan separuh dunianya secepat ini.
"Mau ikut tidak?" tanya seseorang itu.
"Mau." jawab Lisa cepat.
********
"Ma maafin Lisa ya karena selama Mama hidup Lisa belum berhasil membahagiakan Mama, tapi Lisa akan tepatin janji Lisa untuk membiayai Aji kuliah sampai Sarjana dan Aji akan bekerja di perusahaan sesuai keinginan Mama." ucap Lisa mengusap batu Nisan yang bertuliskan nama Mamanya.
"Mama pasti sudah berdua bersama Ayah saat ini, Mama pasti bahagia ya bisa berkumpul bersama sama Ayah lagi." berusaha tersenyum walau hati menangis.
"Mama kenal nggak laki-laki itu siapa? Tadi dia bilang sama Lisa katanya Mama pernah bilang sama dia kalau Mama sangat sedih saat melihat Lisa bersedih dan menangis, maka dari itu Lisa tidak ingin menangis di hadapan Mama, nanti Lisa nangis di kamar aja deh biar Mama nggak lihat, hehe."
"Sekarang Lisa pamit ya Ma, selamat beristirahat dengan tenang Mamaku sayang yang paling cantik dan paling baik di dunianya aku." ucap Lisa sambil mencium batu nisan beberapa kali.
Lisa berdiri dan berjalan meninggalkan selangkah demi selangkah makam Mamanya, Lisa hanya menundukkan pandangannya tanpa ingin menolah ke arah manapun.
Saat sudah masuk ke dalam mobil Lisa membuka kacamata hitam pemberian dari laki-laki yang mengantarkannya ke pemakaman.
"Terimakasih untuk bantuannya dan kacamatanya kak, aku pamit ya." ucap Lisa.
__ADS_1
"Pamit kemana?" tanya laki-laki yang duduk di samping Lisa.
"Mau pulang ke rumah." jawab Lisa.
"Aku yang anter kamu pulang." kata seseorang itu.
"Aku nggak mau di anterin pulang sama orang yang nggak aku kenal." ucap Lisa.
Seseorang itu membuka hoddienya, kacamatanya dan juga maskernya. Semua penyamarannya sudah terbongkar dan membuat Lisa terkejut.
"Kamu..." kata Lisa terkejut setelah melihat wajah laki-laki itu.
Dia hanya tersenyum manis dan merentangkan kedua tangannya, meminta Lisa untuk memeluknya.
"Kamu kenapa masih di sini, kenapa kamu belum pergi." ucap Lisa menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh laki-laki itu.
Bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halo Adikku sayang dan Kakaku sayang, aku mau promoin novel sahabatku yang keren, judulnya "Beautiful Trap" karya : Linanda Anggen.
__ADS_1
Ansel Mahardika adalah seorang aktor dan penyanyi terkenal namun dia dijebak oleh seseorang yg tidak diketahui, dia terlibat skandal dengan artis muda wanita yg tengah naik daun Angela Rose. Akhirnya Ansel dan Angela terpaksa menikah untuk meredam skandal tersebut.