
Lisa memuntahkan semua isi perutnya sampai habis hingga ia merasa lemas dan terjatuh tak sadarkan diri. Riefky yang melihat Lisa terkapar lemas tak berdaya menjadi panik dan segera memanggil beberapa orang pelayan untuk membantunya membukakan pintu sampai menuju mobilnya karena Riefky akan menggendong Lisa sendiri.
Riefky segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, ia sangat khawatir dengan keadaan Lisa saat ini karena Riefky lah Lisa menangis sampai kelelahan hingga pingsan.
Setibanya dirumah sakit Riefky segera menggendong tubuh Lisa dengan setengah berlari, para suster yang melihatnya segera datang menghampiri Riefky dengan membawakan hospital bed untuk membaringkan tubuh Lisa agar memudahkan membawanya ke ruang IGD.
Lisa telah dibawa oleh para suster masuk ke ruangan IGD untuk melakukan pemeriksaan bersama dokter di dalam.
Setelah 45 menit kemudian dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Riefky yang saat ini sedang mondar mandir Karna merasa khawatir akan kondisi calon istrinya.
"Apakah anda suami dari Nona Lalisa Meira?" tanya dokter yang menangani Lisa.
"Betul Dokter, bagaimana keadaan Lisa saat ini" jawab Riefky gugup dan terpaksa mengaku sebagai suami Lisa karena memang sebentar lagi ia akan menikah dengan Lisa.
"Selamat Tuan sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah. Saat ini istri anda tengah mengandung dan usia kandungannya memasuki 3 Minggu." kata dokter tersebut memberikan kabar bahagia.
__ADS_1
"Apa dok Lisa Ha...mil??" kata Riefky terbata-bata
"Betul Tuan saat ini istri anda sedang hamil, mohon dijaga kesehatan juga pola makanya ya Tuan, jangan terlalu lelah dan perbanyak istirahat karena usia kandungan yang mesti dijaga darj trimester pertama rentan mengalami keguguran." kata dokter.
"Baik dok terimakasih untuk informasinya. Boleh saya melihat istri saya?" tanya Riefky.
"Tentu boleh Tuan, silahkan masuk. Sekali lagi saya ucapan selamat atas kehamilan istri anda." jawab dokter.
Riefky memasuki ruangan IGD dan terlihat Lisa sedang menghapus air matanya di atas ranjang pesakitannya dan berusaha menutupi kesedihannya dihadapan Riefky.
"Sayang bagaimana keadaan kamu?" tanya Riefky yang langsung memeluk Lisa.
"Apakah anak ini anakku? Atau ini anak Derry?" tanya Riefky yang bodoh.
"***** kamu kak." teriak Lisa sambil menampar Riefky sekuat tenaga karena sakit hati atas keraguan Riefky yang bertanya anak siapa yang tengah Lisa kandung saat ini.
__ADS_1
"Jelas-jelas kamu yang ********* aku dan sekarang kamu malah bertanya ini anak siapa." kata Lisa.
"Bukan seperti itu Lisa, kita hanya berhubungan satu kali mana mungkin kamu bisa langsung hamil. Sedangkan kamu sering berpergian bersama Derry dan tidur berdua bersamanya jadi wajar aku bertanya seperti ini padamu." kata Riefky.
"Hei jangan samakan kak Derry dengan kamu karena kalian itu berbeda. Aku berani bersumpah kak Derry tidak pernah melakukannya denganku." kata Lisa menangis sendu.
"Aku tahu darimana kalau kalian tidak melakukannya, sedangkan aku sering mendapatkan informasi saat kalian tidur bersama saat ke luar negeri ataupun ke luar kota. Lisa plis jujur anak ini anak siapa?" tanya Riefky yang masih ragu.
"Kamu benar-benar keterlaluan kak aku tidak mengira kamu sepengecut ini kamu benar-benar tidak berani mengakui kesalahanmu." teriak Lisa yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
Dokter dan dua orang suster masuk untuk mengetahui apa yang terjadi pada dua orang yang sedang berada dalam ruangan IGD.
"Ada apa ini? Nona mohon kendalikan emosimu, anda tidak boleh stres begini karena dapat berdampak buruk pada janin anda." kata sang dokter sambil mengelus pundak Lisa agar ia merasakan ketenangan.
"Dokter mohon tenangkan dia, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada janinnya." kata Riefky dan berlalu pergi tanpa ingin tahu apa yang dirasakan Lisa saat ini.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC