Gagal Menikah Muda

Gagal Menikah Muda
Ternyata Shasa adiknya Derry


__ADS_3

Andreas tidak mampu berkata-kata karena kesalahan yang Riefky lakukan atas kebodohannya sendiri. "Kiki lebih baik Lo bicarakan masalah ini berdua dengan Shasa saat dia sadar nanti, gue gak bisa kasih solusi apapun buat Lo kecuali Lo nikahin Shasa dan lepaskan Lisa. Biarkan Lisa menjalani kehidupannya tanpa pengkhianatan dari Lo karena dia juga berhak bahagia." ucap Andreas dan berlalu keluar meninggalkan Riefky sendirian di ruang kerjanya.


Riefky menangis ketika membayangkan wajah bahagia Lisa perlahan memudar dari bayangannya, ia sungguh menyesal telah mengkhianati Lisa selama ini, ia tidak ingin menikahi Shasa karena cinta sesungguhnya adalah Lisa. Riefky mencoba berfikir mencari jalan keluar dari masalah ini tanpa membatalkan pernikahannya dengan Lisa.


"Lisa maafin aku sudah mengkhianati kamu." kata Riefky dalam tangisnya.


Andreas kembali masuk untuk menemui Riefky. "Ki Shasa sudah sadar, dia bilang ingin bertemu denganmu." kata Andreas sambil menepuk pundak Riefky yang masih terduduk lemas di lantai.


"Apa masih ada Derry di rumah sakit ini?" tanya Riefky.


"Sepertinya dia sudah pulang karena di luar sudah tidak ada dia." jawab Andreas.


"Apa Lo yang kasih tahu Derry soal Lo menolong Shasa dari apartemen gue?" tanya Riefky.


"Gue sama sekali gak bilang apapun sama Derry. Setahu gue dia pergi ke New York dua hari yang lalu sebab itu gue bingung kenapa dia tiba-tiba bisa sampai ke rumah sakit dan mengetahui apa yang terjadi." jawab Andreas apa adanya. "Mungkin adiknya yang menceritakan semua yang terjadi ke Derry." lanjut Andreas.


"Sepertinya Shasa sudah merencanakan sesuatu bersama Derry." ucap Riefky yang mulai curiga dengan keduanya.


"Hem gue tidak tahu menahu persoalan itu, lebih baik Lo selidiki sendiri." kata Andreas.

__ADS_1


"Ok ndre gue pamit temuin Shasa dulu." kata Riefky dan meninggalkan ruang kerja Andreas.


Riefky memasuki ruangan tempat dimana Shasa diawat, ia sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalahnya pada Shasa justru yang ada saat ini adalah rasa benci saat mengetahui Shasa dan Derry adalah adik kakak.


"Kiki kenapa kamu selamatin aku? Kenapa gak biarin aja aku dan calon bayimu mati biar kamu tidak perlu repot-repot membatalkan pernikahanmu dengan Lisa." kata Shasa yang menangis.


"Aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan aku dengan Lisa. Apa ini semua adalah permainan kamu bersama Derry yang menginginkan aku berpisah dengan Lisa agar Derry bisa mengambil Lisa dariku?" tanya Riefky dengan senyuman sinisnya.


"Jadi kamu sudah tahu kalau kak Derry adalah Kakak aku?" tanya Shasa yang mulai gelisah.


"Ya tadi Derry sendiri yang bilang padaku kalau kamu itu adiknya dan membuat aku jadi curiga." jawab Riefky.


"Aku tidak akan percaya begitu saja dengan kata-kata yang keluar dari mulutmu Sha dan aku akan membuktikannya sendiri." kata Riefky dengan nada yang mengintimidasi.


"Terserah apa katamu yang penting kamu nikahi aku secepatnya!" telak Shasa.


"Sha aku pasti akan bertanggung jawab dengan kamu dan calon bayi yang sedang kamu kandung saat ini tapi aku tidak bisa menikahi kamu karena aku hanya akan menikah dengan Lisa." kata Riefky dan berlalu meninggalkan Shasa di ruangannya sendiri.


Riefky menghampiri Dokter Andreas yang sudah menunggunya di luar. "Ndre pinjam ponselmu sebentar dong, aku mau kasih tahu Lisa kalau ponselku hilang." kata Riefky yang langsung menyambar ponsel milik Andreas yang berada di saku jas putihnya tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik.

__ADS_1


Riefky mengambil kertas kecil yang berada di saku celananya dan mencatat nomer baru yang tadi siang Lisa beli bersamanya.


Panggilan terhubung...


"Hallo sayang ini aku calon suamimu. Kamu sedang apa?" tanya Riefky langsung saat panggilannya diangkat oleh Lisa.


"Sayang kamu pakai nomer siapa ini? Kenapa nomer kamu tidak aktif? Aku sudah menghubungimu beberapa kali tapi tidak pernah tersambung." tanya Lisa disebrang sana.


"Maaf sayang ponselku hilang ini aku pinjam ponsel dokter Andreas yang sedang main ke apartemenku untuk mengabari kamu." jawab Riefky


"Hilang dimana sayang? Pantesan aku hubungi ratusan kali tapi tidak pernah aktif. Sayang aku mau kasih tahu kamu Mama Raisa sudah mengirimkan 2000 undangan ke rumah aku dan katanya besok kita disuruh membagikannya ke para tamu yang akan kita undang." kata Lisa yang sangat bahagia bila didengar dari suaranya.


"Aku tidak tahu hilang dimana sayang, biarkan saja besok aku akan membeli ponsel baru yang sama sepertimu. Mama ini kenapa sih malah kirim ke alamat kamu, bikin repot saja." jawab Riefky.


"Bukan salah Mama Raisa sayang, ini semua permintaan Mama Rose." kata Lisa yang tertawa bahagia.


Lisa dan Riefky sudah memutuskan besok adalah hari minggu mereka yang akan menyebarkan undangan ke beberapa teman dekat saja biar selebihnya di serahkan pada yang bertugas sebagai pengantar surat undangan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


TBC


__ADS_2