
Derry masih berada di apartemen Riefky dan masih berbicara empat mata dengan adik angkatnya, Derry meminta Andreas untuk mengikuti Lisa dan menjaganya dari kejauhan untuk memastikan bahwa Lisa akan baik-baik saja.
"Kak aku sudah bilang aku tidak bisa menanggung aib ini sendirian dan membiarkan Kiki menikah dengan gadis lain. Lagian ini bagus untuk kamu kak, kamu tidak perlu repot lagi menerima ajakan menikah denganku dan bisa menikah dengan gadis yang sangat kamu cintai sejak dia masih kecil." ujar Shasa dengan Isak tangisnya di hadapan Derry.
"Kamu benar-benar gila Sha, kamu harus terima konsekuensi bersama Riefky karena telah menyakiti gadis kecilku." ucap Derry geram dan pergi meninggalkan adik angkatnya yang sangat di benci olehnya sejak kejadian di rumah sakit lalu.
Derry setengah berlari untuk mencari keberadaan Lisa yang pasti sangat hancur perasaannya saat ini, tapi Derry masih tidak menemukan Lisa walau sudah berjalan cukup jauh dari jarak apartemen Riefky.
Suara sirine ambulance membuat pencarian Derry semakin tajam saat melihat mobil ambulance melintas didepannya dan berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat ada banyak kerumunan orang berkumpul di satu titik, untuk memastikan kegelisahannya Derry bertanya pada salah seorang yang terlihat panik dan akan menghampiri kerumunan orang di sana.
"Pak maaf mau tanya di sana ada apa ya? Kok ramai sekali?" tanya Derry pada bapak tersebut sambil menunjuk kerumunan orang.
"Ada kecelakaan mas. Seorang gadis nekat menabrakkan dirinya pada mobil yang sedang melaju kencang." ucap bapak tersebut dan berlalu untuk melihat lebih jelas korban kecelakaan yang akan diangkut ke ambulance.
Derry mengepalkan kedua tangannya dan berlari menuju lokasi kejadian, Ia menyibak kerumunan agar lebih jelas untuk melihat seorang gadis yang dimaksud bapak tersebut, Derry berharap gadis itu bukanlah Lisa.
Derry sangat terkejut ternyata gadis itu adalah Lisa, gadis yang sangat Ia cintai tidak sadarkan diri dengan bergelimang darah dan kondisinya saat ini sangat menyedihkan.
"Bodoh! seharusnya aku tidak membiarkan Lisa pergi pada saat suasana hatinya sedang rapuh. Lisa bertahanlah sayang." batin Derry.
__ADS_1
"Andre aku ikut naik ke ambulance ya." ucap Derry lirih saat melihat tubuh mungil Lisa di naikkan ke ambulance oleh para medis.
"Tidak bisa Der, kamu naik saja ke mobilku." cegah Andreas.
"Aku tidak sanggup menyetir ndre." ucap Derry sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
"Aku yang akan menyetir, cepat kamu naik." ucap Andreas merangkul pundak Derry dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Bayu pergi ke rumah sakit bersama laki-laki yang menabrak Lisa yang keadaannya saat ini masih shock karena mobilnya menabrak seseorang.
*****
Derry sesekali mengintip dibalik kaca ruang ICU, terlihat dokter sedang melakukan pekerjaannya untuk menyelamatkan nyawa Lisa, sudah dua jam lebih dokter masih belum keluar dari ruang ICU untuk memberi kabar akan kondisi Lisa membuat Derry sangat khawatir.
Riefky tidak mampu berdiri, Ia hanya mampu duduk dan menangis menyesali semua perbuatannya yang mengakibatkan Lisa mengalami kejadian naas begini.
"Lisa sayang maafkan aku yang banyak berbuat salah padamu, aku mohon bertahanlah sayang." batin Riefky dalam hatinya yang ikut menangis.
__ADS_1
Derry mendekat ke arah Riefky yang sedang terduduk lemas.
"Puas kamu sekarang Ki melihat kondisi Lisa seperti ini? Ki aku sudah bilang padamu berulang-ulang kali jangan pernah kamu sakiti Lisa yang begitu polos karena dia tidak tahu betapa kerasnya kehidupan di dunia ini. Kamu pasti tidak tahu kan Ki betapa kuatnya dia menghadapi pekerjaannya yang penuh dengan resiko tinggi, dia selalu dilecehkan oleh laki-laki hidung belang, dia selalu direndahkan oleh semua orang karena pekerjaannya dan dia dicap sebagai wanita murahan oleh orang yang hanya memandangnya dari luar. Sudah banyak Lisa memendam kesakitannya dalam hati yang tidak dia ceritakan pada orang-orang yang berada disekelilingnya." ujar Derry dengan berlinang air mata saat mengingat gadis kecilnya yang begitu kuat.
Riefky semakin menyesali perbuatannya, dulu dia pernah menyakiti Lisa saat mengetahui pekerjaan Lisa yang hanya sebagai SPG rokok, Riefky berfikir bahwa dia tidak ada bedanya dengan laki-laki hidung belang yang hanya menggoda Lisa dan melecehkannya, juga dia tidak bedanya dengan orang-orang yang selalu merendahkan Lisa tanpa tahu kesakitan yang Lisa rasakan selama ini.
"Ki lebih baik kamu menjauh dari Lisa untuk selamanya, jangan pernah untuk menemuinya lagi jika itu menyakitkan hati Lisa. Aku sudah tidak ingin lagi melihat Lisa menangis karena rasa sakit, aku sengaja menjadikannya sekretarisku agar Ia tidak lagi mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang diluar sana." ujar Derry perlahan berjalan menjauhi Riefky.
"Tunggu Derry. Aku janji akan menjauh dari Lisa agar Lisa tidak lagi merasakan sakit atas perbuatanku, tapi aku mohon izinkan aku memantaunya dari kejauhan. Aku titip Lisa padamu Derr, aku percaya kamu orang baik dan sangat mencintai Lisa dengan tulus." ucap Riefky menghampiri Derry yang berdiri di depan pintu ruangan ICU.
"Aku minta maaf telah mengkhianati janji-janji ku pada Lisa yang dulu pernah aku ucapkan di depan kamu dan Andreas, mungkin aku akan menjaga jarak dengan Lisa dengan pergi sejauh mungkin." ucap Riefky kembali yang mulai terisak.
"Ya pergilah sejauh mungkin agar Lisa bisa dengan mudah melupakan rasa kecewanya padamu dan bawa Shasa pergi bersamamu agar dia tidak membuat rencana baru untuk menyakiti Lisa kembali." ucap Derry lega mendengar keputusan Riefky.
"Menikahlah dengan Lisa dan bahagiakan dia Derr." ucap Riefky lirih.
"Lisa tidak mencintaiku dan aku tidak akan memaksakannya, biarkan dia hidup bahagia dengan pilihannya sendiri walau sebenarnya aku sangat mencintai Lisa sedari dulu." kata Derry sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
TBC