
Sesampainya di kantor Lisa segera turun dari mobil Bayu tapi lagi dan lagi tangannya ditahan oleh Bayu sama seperti tadi pagi.
"Biasain dong kalau mau berpisah pamitan dulu sama aku." kata Bayu sambil menyodorkan tangannya dihadapan wajah Lisa.
"Bayu kamu ini apa-apaan sih." kata Lisa kemudian mencium tangan Bayu. "Emangnya kamu siapa aku sampai aku wajib pamitan dan cium tangan segala?" tanya Lisa mengerucutkan bibirnya.
"Aku kan calon suami kamu." jawab Bayu sambil menaikkan satu alisnya.
"Sudah sana cepetan pergi, makasih ya sudah mau anterin aku ke kantor." kata Lisa melepaskan tangannya dari tangan Bayu yang sampai saat ini masih menggenggamnya.
"Ucapin aamiin dulu dong soal kata-kata aku yang barusan." kata Bayu menarik Lisa untuk kembali masuk ke dalam mobil.
"Yang barusan yang mana?" tanya Lisa.
"Yang barusan aku bilang kalau aku calon suami kamu." jawab Bayu.
"Ih apaan sih Bayu kamu ngomongnya makin ngaco deh, lepasin aku mau masuk ini aku udah telat loh karena kamu." kata Lisa merengek.
"Aku gak akan lepasin sebelum kamu bilang aamiin." kata Bayu.
"Aamiin." ucap Lisa singkat, padat dan jelas.
"Terimakasih ya Lisa cantik dan silahkan kamu kembali ke kantor. Semangat ya kerjanya biar kita bisa patungan untuk biaya nikah." kata Bayu dengan wajah yang menyebalkan sedemikian rupa.
Lisa segera turun tanpa menjawab ocehan dari Bayu yang semakin tidak jelas dengan arah pembicaraannya yang melenceng kemana-mana. Lisa merasakan ada sesuatu yang aneh dengan perasaannya saat berpisah dengan Bayu, Lisa menoleh ke belakang dan melihat Bayu masih belum melajukan mobilnya dan Lisa memberi kode pada Bayu untuk segera pergi menyusul teman-temannya yang sudah lama menunggu di mall. Bayu menurut dan melajukan mobilnya, Lisa melangkahkan kakinya perlahan masuk ke dalam kantor sambil memikirkan kata-kata Bayu yang bilang bahwa Bayu adalah calon suaminya.
"Bayu kelakuannya emang aneh aneh saja dari dulu, anggap saja dia bicara seperti tadi hanya bercanda untuk menghibur aku yang sedang sedih." batin Lisa dalam hatinya.
**********
Keesokan harinya Lisa bangun tidur pukul 08.00 pagi di hari Sabtu adalah hari libur para pekerja perusahaan D.U.N dan Lisa mulai membiasakan diri untuk menggunakan hari Sabtu untuk berdiam diri di rumah menghabiskan waktu bersama Mama dan adiknya.
Lisa bangun dari ranjangnya untuk membasuh wajah terlebih dulu agar nyawanya segera kumpul, saat Lisa hendak melangkah tiba-tiba ia mendengar suara Mamanya yang tertawa puas membuat Lisa penasaran dan mengurungkan niatnya untuk membasuh wajah, Lisa segera berlari menuruni tangga untuk memastikan Mamanya tertawa bersama siapa.
"Mama ngapain sepagi ini terima tamu?" tanya Lisa mengerutkan alisnya saat melihat tamu yang tertawa bersama Mamanya.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah bangun. Ini loh sayang nak Bayu lucu banget deh dari tadi dia ngomong bikin Mama ketawa terus." jawab Mama Rose.
"Kamu ngapain Bay ke rumah aku pagi pagi begini?" tanya Lisa pada Bayu.
"Aku cuma kangen aja sama Mama Rose dan pengen ngobrol-ngobrol aja." jawab Bayu.
"Hem ya udah lanjut deh." ucap Lisa dan membalikkan badan untuk kembali ke kamarnya.
"Sayang jangan naik dulu Mama mau ngomong penting nih sama kamu." kata Mama Rose menghentikan langkah kaki Lisa.
"Ngomongin masalah apa Ma?" tanya Lisa dan duduk di samping sang Mama.
"Mulai hari Senin kamu kuliah ya di Universitas Indonesia." jawab Mama Rose sambil memegangi tangan Lisa.
"Maaa bercandanya jangan di depan Bayu juga kali hehehe." kata Lisa tertawa.
"Mama nggak bercanda sayang, Mama serius banget ini ngomongnya. Pokoknya mulai hari Senin kamu resmi jadi mahasiswi di Universitas Indonesia." kata Mama Rose sambil memeluk Lisa dengan erat.
"Mama aku tahu ini cuma bercanda, Mama kenapa sih jadi ngomongin masalah kuliah? Bayu pasti kamu ya yang pengaruhi Mama aku sampai Mama bercandanya seperti ini." tanya Lisa terharu.
"Bayu kamu jelasin sama aku sekarang juga apa maksudnya semua ini." kata Lisa menatap Bayu nanar.
"Bayu kamu omongin dulu semuanya sama Lisa ya, tante mau buatin kamu minuman dulu." kata Mama Rose bangun dari duduknya.
"Iya Mama Rose maaf ya Bayu jadi ngerepotin." kata Bayu. "Lisa kita ngobrol di depan rumah kamu aja yuk sekalian berjemur biar kena matahari pagi." ajak Bayu menarik tangan Lisa agar keluar rumah.
"Bayu cepetan ceritain sama aku soal Mama aku bilang soal kuliah kuliah segala." kata Lisa tidak sabaran.
"Hari Senin kita kuliah bareng ya La." kata Bayu tersenyum saat melihat wajah cantik Lisa yang terpapar sinar matahari.
"Bayu aku mana mungkin bisa kuliah di kampus impianku, hidup aku hanya untuk Mama dan Aji, aku tidak ingin mementingkan keinginan aku daripada kebutuhan keluarga aku." kata Lisa.
"Aku punya sedikit rezeky dan aku sudah mendaftarkan kamu di Universitas Indonesia jadi kita akan kuliah bareng." kata Bayu.
__ADS_1
"Bayu kamu ini apa-apaan sih! kenapa kamu harus buang-buang uang kamu untuk aku." kata Lisa tidak enak hati merasa dirinya selalu merepotkan Bayu.
"La aku tahu keinginan kamu sejak SMA dulu kamu selalu berandai-andai ingin kuliah di sana dan aku berusaha kerja keras untuk mewujudkan impian kita bersama." kata Bayu.
"Nggak gini caranya Bay, bagi aku kuliah itu nomer sekian yang penting aku bisa mencukupi semua kebutuhan keluarga aku, aku tidak terlalu memikirkan tentang kuliah kok." kata Lisa.
"La kata Abang Reza pendidikan itu yang utama karena pendidikan menentukan masa depan kita yang lebih baik. Kamu tidak perlu memikirkan biaya kuliah karena semuanya aku yang urus, tugas kamu hanya perlu belajar dan bahagia." kata Bayu.
Lisa terdiam tidak mampu lagi mengucapkan kata-kata saat mendengar Bayu mengucapakan pendidikan itu penting, keinginan Lisa dulu adalah ingin bisa kuliah agar suatu hari nanti bisa membanggakan sama Mama yang sangat ingin melihat anaknya wisuda S1. Mungkin kehidupan Lisa begitu beruntung bisa memiliki seseorang yang sangat care padanya dan super pengertian, bahkan Bayu sampai rela membuang-buang uangnya hanya untuk biaya kuliah Lisa yang bukan siapa-siapanya.
"Lala kamu harus mau kuliah ya, ini semua penting untuk masa depan kamu yang lebih baik." kata Bayu.
"Bay maaf ya aku jadi repotin kamu. Tapi kamu tenang aja kalau aku udah kerja nanti setelah S1 aku akan cicil bayar hutang-hutang aku ke kamu." kata Lisa mengarahkan dua jarinya di hadapan Bayu berbentuk V.
"Aku bukan pinjaman online yang uangnya harus diganti. Lala aku ikhlas lakuin ini semua untuk masa depan kamu tanpa meminta embel-embel apapun." kata Bayu.
"Mulai saat ini kita sahabatan yuk Bay." kata Lisa mengarahkan jari kelingkingnya pada Bayu.
"Emang selama ini kita bukan sahabat?" tanya Bayu.
"Bukan, selama ini aku hanya menganggap kamu teman biasa hehehe." jawab Lisa tertawa.
"Hem oke sekarang kita sahabatan tapi kamu harus buka blokiran aku di IG kamu." kata Bayu menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Lisa.
"Itu hal kecil banget, nanti ya aku ambil handphone dulu." kata Lisa menjentikkan jarinya.
"Lala kita jalan yuk kemana kek gitu." kata Bayu.
"Ajak Jennie boleh gak?" tanya Lisa.
"Boleh banget." jawab Bayu mengacungkan dua jempolnya pada Lisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC
__ADS_1