
Setelah tiga jam menunggu akhirnya dokter yang menangani Lisa telah selesai melakukan pekerjaannya dan keluar untuk memberikan kabar pada yang sudah gelisah menunggu sedari tadi.
"Keluarga Nona Lalisa Meira." panggil dokter wanita yang bernama dokter Amelia.
"Saya kakaknya dok." jawab Derry cepat. "Bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya Derry yang tidak sabaran ingin tahu kondisi Lisa.
"Operasi Nona Lalisa berjalan dengan lancar dan baik, kita tunggu sampai 48 jam dari sekarang kalau Nona Lalisa tidak sadarkan diri bisa dipastikan pasien koma. Besok kita akan melakukan pemeriksaan lebih intens kembali." jelas dokter Amelia dengan tenang agar menenangkan keluarga pasien yang gelisah.
"Apa dok kalau Lisa tidak sadarkan diri dalam 48 jam berarti Lisa koma?" tanya Derry menutup mulutnya tidak percaya. "Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya." lanjut Derry dan tanpa terasa air matanya kembali menetes karena rasa khawatirnya yang terlalu berlebih pada Lisa.
"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien-pasien kami tuan, anda jangan khawatir ya, lebih baik banyak berdoa agar adik anda bisa segera sadar tuan." kata dokter Amelia.
"Terimakasih dokter. Boleh saya masuk?" tanya Derry.
"Silahkan tuan, saya permisi pamit undur diri." ucap dokter Amelia dan berlalu pergi.
__ADS_1
Saat Derry hendak melangkahkan kakinya untuk masuk tiba-tiba tangannya ditahan oleh
Riefky.
"Derry boleh aku ikut masuk? Aku ingin bertemu dengan Lisa untuk yang terakhir kalinya." tanya Riefky lirih.
"Ayo masuk." jawab Derry ramah dan berjalan bersama-sama Riefky.
Riefky sangat sedih saat melihat kondisi Lisa yang sangat memilukan hati, seluruh tubuh Lisa dipenuhi dengan perban dan juga banyak selang yang menempel di tubuhnya. Riefky segera duduk di bangku yang berada tepat di samping ranjang Lisa.
"Aku bisa, pergilah ke kantor dan selesaikan urusanmu di kantor sampai beres." kata Riefky penuh semangat.
"Tapi ingat ya Ki ini adalah pertemuan terakhir kamu dan Lisa maka gunakan sedikit waktu ini dengan baik dan jangan macam-macam, aku pergi ya." kata Derry dan berlalu pergi.
Riefky menggenggam tangan Lisa yang terpasang selang infus dengan sangat erat dan menciumnya beberapa kali.
__ADS_1
“Maafkan aku Lisa aku telah banyak mengukir luka di hatimu, maaf aku telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari matamu, yang aku lakukan hanya bisa meminta maaf bila aku tidak bisa memahamimu, memahami keinginanmu. Tapi perlu kamu tahu bahwa hanya kamulah yang ingin aku jadikan satu-satunya pendamping hidupku dan aku benar-benar menyayangimu.” ucap Riefky berkali-kali.
"Lisa kamu adalah gadis paling kuat yang aku kenal, aku mohon bertahanlah dan cepat sadar, aku ingin mengucapkan selamat tinggal dan ingin mendengar dari mulutmu bahwa kamu memaafkan aku dengan tulus. Lisa hatiku sakit melihat keadaanmu yang lemah seperti ini aku mohon cepat sadar sayang." ucap Riefky kembali sambil menangis.
"Kamu harus tahu bahwa di hati dan mataku selalu ada kamu satu-satunya kemarin, hari ini, besok dan selamanya, aku tidak sanggup menjalani sisa hidupku bila tanpa kamu tapi aku tidak mungkin lagi mendapatkan kesempatan darimu karena aku telah banyak melakukan kesalahan berulang kali, Lisa jika memang kita tidak bisa lagi bersama menjalin hubungan seperti kemarin tidak apa-apa yang penting kamu memaafkan aku dan bersedia menjadi teman dalam hidupku." ucap Derry tersedu-sedu.
Lisa belum menunjukkan tanda-tanda sadar tapi ia ikut meneteskan air mata yang mengalir begitu saja saat mendengar ucapan Riefky.
"Lisa kamu menangis?" tanya Riefky dengan bahagia dikiranya Lisa sudah sadar.
"Ternyata kamu belum sadar, kenapa kamu menangis? Aku tidak ingin membuat kamu menangis lagi, ayo Lisa sadarlah." ucap Riefky kecewa dan berbicara sendiri sedari tadi.
Hari mulai memasuki malam, Riefky yang merasa lelah berusaha memejamkan matanya sambil memegangi tangan Lisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
TBC