
"Kenapa tidak bisa? Aku hanya ingin kamu mencari pekerjaan lain yang lebih baik." ucap gadis itu yang ternyata adalah Lisa.
"Kamu malu memiliki teman pengamen sepertiku?" tanya Riefky menaikkan alisnya.
"Aku tidak malu, tapi aku tidak suka banyak orang yang membicarakan yang tidak-tidak tentang kamu dan merendahkan kamu seperti tadi." jawab Lisa.
Lisa ikut mendekat saat mendengar ada seseorang yang sedang bernyayi, awalnya ia hanya menonton dari kejauhan tapi saat melihat siapa yang menyanyi ia memajukan posisinya, ia berdiri paling belakang dari kerumunan orang-orang yang hampir semuanya menggosipi Riefky, mengatainya dan juga merendahkannya, membuat hati Lisa sakit mendengar perkataan orang-orang yang tidak punya hati, mereka dengan mudahnya menjudge seseorang.
"Ssttt biarkan orang membicarakan aku sepuasnya dan sesuka mereka selagi tidak merugikan kita, lagian aku sudah tidak di dunia perfilman lagi jadi aku tidak perlu cemas bila sewaktu-waktu namaku tercoreng untuk yang kedua kalinya." ucap Riefky menempelkan jari telunjuknya di bibir pink Lisa untuk menghentikannya berbicara.
"Kamu tidak perlu khawatirkan aku, sekarang kamu simpan uang ini dan lanjutkan aktivas yang akan kamu lakukan di tempat ini." kata Riefky mengembalikan uangnya pada Lisa.
Lisa merengek dan kemudian menangis, membuat Riefky jadi salah tingkah melihat Lisa yang tiba-tiba saja menangis di depan umum.
"Kamu jahat, kamu sudah tidak mau lagi berteman dengan aku, bahkan menerima pemberian dariku saja kamu menolaknya." ucap Lisa sambil berakting menangis.
Lisa sangat merindukan Riefky yang selama sebulan tidak dapat dihubungi, Lisa bingung harus mencarinya kemana karena ia tidak tahu dimana tempat tinggal Riefky sekarang.
"Jangan menangis, plis." mohon Riefky.
"Aku bukannya jahat sama kamu, aku tidak bisa menerima uang ini karena kamu lebih membutuhkannya untuk kehidupan kamu bersama Aji, kamu gunakan uang ini dengan baik jangan memberikannya padaku." jelas Riefky berusaha menenangkan Lisa.
Perlahan Lisa mulai tenang dan menghapus air matanya.
"Aku masih ada uang simpanan, kamu terima uang ini tidak cuma-cuma kok, itu sebagai bayaran kamu mau mengajari aku bermain gitar." ucap Lisa menaikkan kedua alisnya dan tersenyum sebagai tantangan.
"Oke!" kata Riefky mengangguk.
Riefky dan Lisa berjalan menuju taman, tempat untuk latihan dimulai. Lisa duduk di atas rumput dengan menyilangkan kedua kakinya dan Riefky memposisikan gitar di atas paha Lisa dan memposisikan kedua tangan Lisa saat memegang gitar, Riefky duduk di belakang Lisa agar lebih mudah mengajari murid pertamanya.
Dengan sabar Riefky mengajari Lisa secara perlahan sampai Lisa paham dengan kunci-kunci gitar dan sudah pandai memetik senar dengan baik.
Sampai matahari siang mulai terasa terik hingga membuat kulit Lisa memerah, Riefky menghentikan latihan hari ini yang akan dilanjutkan hari berikutnya, ia mengajak Lisa untuk ke cafe yang berada di lokasi CFD.
"Kenapa kamu ingin belajar gitar?" tanya Riefky sambil menghidangkan pesanan yang mereka pesan.
"Aku ingin memberikan kejutan buat Bayu pas hari ulang tahunnya, dia kan jago banget nyanyi dan main gitar jadi aku pengen kasih sesuatu yang berkesan untuk Bayu." jawab Lisa seraya menyeruput ice lemon tea yang menyegarkan kembali tenggorokannya.
"Oh ya, kapan acaranya?" tanya Riefky penasaran.
"Minggu depan, kamu datang ya." ajak Lisa mengundang tanpa sepengetahuan yang punya acara.
__ADS_1
"Lihat nanti ya, sepertinya tiga kali pertemuan lagi kamu sudah jago bermain gitar." kata Riefky memelesetkan topik pembicaraan.
"Berarti kapan lagi kita latihan?" tanya Lisa.
"Senin, Rabu dan Jumat kita latihan, di taman tadi aja." jawab Riefky mengusulkan.
"Tapi sepulang aku kuliah ya, paling sore jam 3 bubarannya." pinta Lisa.
"Siph!" Riefky pun setuju.
Setelah keduanya selesai makan siang dan berbincang riang, Riefky menawarkan untuk mengantarkan Lisa pulang dan Lisa tidak punya alasan untuk menolak karena rencananya hari ini Lisa akan jalan bareng teman-teman kampusnya sudah dibatalkan karena ia bertemu Riefky di CFD.
********
Pukul 09.00 Bayu sudah standby di depan rumah Lisa, ia menunggu di luar mobil sambil membaca buku atau memainkan ponselnya, tak berselang lama Lisa keluar dari rumahnya dan menghampiri Bayu dengan wajah yang berbunga-bunga.
"Sayang aku sudah siap." kata Lisa mengagetkan Bayu yang sedang membaca buku kedokterannya.
"Kaget aku tuh sayang," ucap Bayu sambil mengelus dadanya, "Kamu pinky banget hari ini, makin cantik deh." ucapnya memuji kecantikan Lisa.
"Thank you sayang, lagi pengen ngepink aja hari ini." ucap Lisa sambil tersenyum dan menggoyang-goyangkan kepalanya.
Tidak pernah ada rasa bosan bagi Bayu untuk mengingatkan Lisa agar tidak telat makan demi kesehatannya sendiri.
"Sayang siang nanti aku kan mau ke rumah sakit, kamu bubaran jam 3 dijemput sama Mang Dimas ya." Mang Dimas adalah supir di rumah Bayu, kalau Bayu sedang malas menyetir ia akan meminta diantarkan oleh supirnya, tapi lebih sering nyetir sendiri sih.
"Nggak usah ah sayang, aku pulang naik ojol aja dan kamu tidak boleh mamaksa aku mengingikuti keinginan kamu." kata Lisa memperingati.
"Aman nggak naik ojol?" tanya Bayu karena takut Lisa nya kenapa-kenapa di jalanan.
"Doakan saja biar aman." ucap Lisa mengerlingkan matanya.
Kalau Lisa sudah berkata sangat sulit bagi Bayu untuk membatahnya, makanya ia banyak mengalah sama mahluk perempuan yang super moody-an, tidak ingin disalahkan dan sukanya menyalahkan.
Lisa dan Bayu sudah tiba di kampus, keduanya berpisah saat hendak masuk ke kelas masing-masing.
******
Saat Lisa hendak memesan ojol tiba-tiba ada suara gemuruh motor yang berhenti di hadapannya hingga membuat Lisa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
__ADS_1
"Kak Riefky, kamu kok di sini?" tanya Lisa heran.
"Ayo naik, hari ini kita latihan gitar di pertemuan kedua dan aku tahu kamu pulang tidak diantar Bayu makanya aku yang jemput hehe." jawab Riefky tertawa.
Lisa menggeleng tapi bahagia, ia segara naik ke atas motor impiannya, ia menghirup nafas dalam-dalam menikmati angin yang menyapanya dengan begitu lembut dan membuang nafas secara perlahan, entah apa yang ada di dalam benak Lisa setiap kali bersama Riefky ia selalu merasa nyaman dan damai.
Di pertemuan kali ini ada kemajuan pada Lisa, ia sudah mulai bisa memainkan gitar sesuai kunci yang Riefky sebutkan secara acak dan cepat.
Di pertemuan ketiga yang jatuh pada hari Rabu Lisa semakin ada kemajuan dan sudah bisa memainkan gitar sambil menyanyikan lagu, tapi ia masih ingin latihan lagi di pertemuan terakhir agar ia benar-benar bisa memainkan gitar dengan lancar.
Di pertemuan terkahir yang jatuh pada hari Jumat, Lisa sudah benar-benar bisa mamainkannya sendiri dan ia sudah latihan menyanyi sambil memainkan gitar untuk di acara spesial Bayu yang akan digelar dua hari lagi.
Usaha Riefky terbayar lunas saat melihat muridnya berhasil dalam misinya yang ingin belajar bermain gitar, ia merasakan bahagia saat melihat senyum manis dan tawa renyah Lisa semasa belajar.
"Selamat ya, sekarang kamu sudah lebih jago dari aku." ujar Riefky mengulurkan tangannya.
"Semua ini karena kamu yang sudah mau sabar ngajarin aku." ucap Lisa tersenyum dan menjabat tangan Riefky.
"Semoga acara Bayu nanti berjalan dengan lancar dan semoga kamu bahagia." ucap Riefky.
"Tapi kamu akan datang kan?" tanya Lisa.
"Lisa maaf sepertinya kita tidak bisa lagi bertemu." ujar Riefky dengan raut wajah yang begitu menyedihkan.
"Kenapa? Apa kamu akan pergi ke Jerman? Atau kamu sudah tidak ingin lagi berteman dengan aku." tanya Lisa kecewa dengan ucapan Riefky.
"Bukan itu, kamu adalah kekasih Bayu dan mungkin sebentar lagi kalian akan menikah, aku ingin pergi agar aku mudah meninggalkan semua kenangan tentang kita." jelas Riefky terbata-bata, lidahnya kelu setiap kali ingin berpamitan pada Lisa.
"Jangan pergi, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku mohon jangan pergi jauh-jauh dari aku. Berjanjilah kita akan menjadi teman selamanya dan biarkan aku menjadi milik Bayu jika dia memang jodohku." mohon Lisa menjadi mellow.
"Lisa aku tidak bisa berjanji tapi aku akan berusaha." ujar Riefky frustasi.
Sebenarnya Riefky tidak sekuat seperti yang Lisa lihat, jiwanya rapuh bila harus berdekatan dengan Lisa yang bukan miliknya, seperti cinta yang tidak kesampaian, begitu menyedihkan.
"Kak aku mau rayain keberhasilan aku bisa main gitar, kira-kira yang bikin happy apa ya?" tanya Lisa mengubah topik pembicaraan agar tidak ada mellow-mellowan lagi.
"Suara kamu bagus, gimana kalau besok kamu bantuin aku nyanyi." ujar Riefky memberi ide.
"Dimana?" tanya Lisa senang.
"Besok aku ngisi acara di DD Lounge, kamu temenin aku nyanyi ya." kata Riefky.
__ADS_1
"Oke besok kita akan merayakannya di sana." kata Lisa menyetujui.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=