Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Semangatnya bangkit lagi


__ADS_3

Semua orang yang berada di sana menjerit ketakutan. "Eh kok bisa Bu?" ucap Maya yang merasa merinding. "Sudahlah jangan berpikir yang tidak-tidak" sahut Bu Lastri mencoba untuk menenangkan dirinya...


Entah mengapa saat melihat vas bunga yang pecah itu membuat Kinan seperti tersadarkan. "Tidak,... " ucap Kinan sambil bangkit dan tak jadi menandatangi surat itu. "Aku tidak akan menandatangani apapun" tambahnya...


Mendengar hal itu membuat Bu Lastri marah. "Apa maksud mu anak si*lan?" ucap Bu Lastri. "Cepat tandatangani surat ini sekarang" bentak Bu Lastri memaksa Kinan. "Enggak, aku enggak akan menandatanganinya" sahut Kinan dengan tegas...

__ADS_1


Mas ocong yang berada di samping Kinan merasa lega akhirnya gadis bodoh itu mengerti dan melawan balik mereka. "Eh anak si*lan, dengar yah, kau itu gak ada hak apapun untuk melawan, bahkan Pak mansyur juga udah bilang surat wasiat Bapak mu mengatakan bahwa semua harta jatuh pada ibu ku" ucap Maya...


Kinan langsung tertawa, "Hahaha, apakah kalian pikir aku sebodoh itu untuk mempercayai apa yang ada di surat wasiat palsu itu?" sahut Kinan yang membuat Bu Lastri dan Maya terkejut. "Bu, gimana ini" ucap Maya yang tak mau kehilangan semuanya. "Dengar Kinan, jangan buat aku melakukan kekerasan pada mu" ucap Bu Lastri sambil memanggil dua bodyguard yang sengaja dia bayar jika nanti Kinan tidak mau menandatangani semuanya...


"Dasar wanita licik, kau bahkan telah menyiapkan semuanya" ucap Kinan. "Hahaha, tentu saja, aku tidak akan mau kehilangan kesempatan untuk memiliki semuanya" sahut Bu Lastri dengan yakin dia menyuruh kedua bodyguard nya untuk menahan Kinan dan memaksanya menandatangani surat itu, tapi Bu Lastri tidak tau bahwa kini tidak ada lagi seorang pun yang bisa menyentuh Kinan dengan mudah...

__ADS_1


BRAK, kedua bodyguard itu tersungkur di lantai. Semua orang yang melihat merasa terkejut dan kaget, bahkan Kinan sendiri juga terheran-heran dengan dirinya sendiri. "Eh, bagaimana bisa" ucap Kinan sambil melihat kedua tangannya yang seperti mendapatkan kekuatan super...


"Tidak usah heran begitu, aku akan terus melindungi mu Kinan" ucap Mas ocong dengan penuh percaya diri. "Bu kok bisa jadi begini?" ucap Maya yang tak habis pikir. Melihat apa yang dia miliki membuat Kinan tak menyia-nyiakan dan dengan angkuh menantang Bu Lastri...


"Kalian lihat itu? Aku bukanlah gadis biasa, aku tidak akan pernah menyerahkan apa yang telah Ibu dan ayah ku perjuangan kan untuk ku sampai kapan pun" ucap Kinan. "Dan kau pak Mansyur, ayah ku telah banyak membantu mu dan keluarga mu, tidak seharusnya kau mengkhianati ku seperti ini. Sekarang serahkan surat wasiat ayah ku yang asli, dan aku tidak akan membawa kasus ini ke hukum, atau kau ingin lihat apa yang bisa ku lakukan" tambah Kinan...

__ADS_1


Pak Mansyur yang takut langsung mengeluarkan surat wasiat Pak Soedarmo yang asli dan menyerahkannya dengan Kinan. "Ma... maafkan aku Nona" ucap Pak Mansyur dan langsung pamit undur diri...


"Pak, kau tidak bisa melakukan ini. Pak Mansyur,... Pak,... " teriak Bu Lastri. "Ambillah rumah ini untuk kalian, anggap saja ini sedekah dari ku untuk orang miskin gak berguna kek kalian" ucap Kinan sambil menyuruh Bi Ijah untuk ikut bersamanya ke rumah kedua keluarga nya yang letaknya berada di Jalan Sari di mana dulu Kinan pernah mengalami kecelakaan dan mengakibatkan seorang dokter muda harus meninggal karena menyelamatkannya...


__ADS_2