Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Perkelahian sengit


__ADS_3

Mbak Kunti membuka pintu ruang kerja di rumah Jonathan dan mempersilahkan Mas ocong untuk masuk ke dalam.


Perlahan dia menutup pintu tersebut, dan menyuruh Reno untuk menunggu di luar saja.


"Em, Kun itu,.. Sebenarnya, gua gak,... " belum selesai Mas ocong bicara, Mbak Kunti langsung mengubah wujudnya menjadi seorang kuntilanak.


Dengan wajah putih pucat, rambut panjang dan jubah putihnya, di tambah bola mata merah membuat penampilan Mbak Kunti kali ini jauh menyeramkan 10 kali lipat di banding dia sebelumnya.


Mas ocong hanya bisa menelan cairan saliva nya sendiri, "Beh, tamat gua kali ini" ucap Mas ocong sambil menatap lurus ke arah Mbak Kunti yang mengambang di atas lantai.


"Aku kan sudah bilang, fokus dengan tujuan mu, tapi apa yang kau lakukan sekarang hah? Dasar pocong mesum" ucap Mbak Kunti dengan kesal.


"Bah Kun, santai dulu cok, santai" sahut Mas ocong mencoba menenangkan emosi Mbak Kunti yang meluap-luap.


Dengan kesalnya, Mbak Kunti melemparkan beberapa serangan ke arah Mas ocong.


SWOSH, untung Mas ocong bukanlah manusia biasa, jadi dia bisa menghindar dengan sangat baik.

__ADS_1


Melihat Mas ocong yang terus-terusan menghindar membuat Mbak Kunti menjadi semakin kesal. Dia pun melemparkan serangannya secara membabi buta.


SWOSH, WUSH, SLASH


"Aih, Kun tenang woy, eh, ini gua bisa mati betulan nanti kalau kena" ucap Mas ocong.


Mendengar suara keributan dari dalam ruang kerja membuat Reno dan para pengawal Jonathan merasa khawatir dan mencoba mengetuk pintu untuk mengecek keadaan Jonathan.


TOK TOK, "Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya Reno yang mencoba membuka pintu, tapi di kunci oleh Mbak Kunti.


"Kun stop woy" ucap Mas ocong tapi Mbak Kunti enggan. Dengan nekat Mas ocong berhenti menghindar dan pasrah dengan serangan Mbak Kunti.


Melihat tatapan yakin dari Mas ocong membuat Mbak Kunti langsung berhenti.


"Hadeh, syukurlah berhenti juga akhirnya" ucap Mas ocong merasa lega.


"Aku berhenti bukan karena telah memaafkan perbuatan mu, tapi karena aku masih menghargai niat awal mu" ucap Mbak Kunti yang membuat Mas ocong merasa bersalah.

__ADS_1


"Maaf Kun, gua tau gua salah, tapi tatapan Kinan tadi malam itu membuat gua gak bisa berhenti, gua gak suka lihat dia sedih, apa lagi merasa terasingkan dan tak layak" jelas Mas ocong.


Mbak Kunti hanya bisa menarik napas panjang, mencoba untuk tenang dan tenang.


"Ya sudahlah, nasi juga sudah menjadi bubur, sekarang untuk kedepannya, aku tidak ingin lagi hal ini terjadi, ingat" sahut Mbak Kunti dengan tegas.


Mas ocong tak punya pilihan dan hanya bisa mengangguk.


"Sekarang aku akan bersama dengannya sambil mencari pria yang tepat" ucap Mas ocong dan Mbak Kunti menjadi lebih tenang.


Setelah perkelahian sengit itu selesai, akhirnya kedua sahabat sengklek itu pun keluar dan menemani Kinan untuk sarapan.


"Kalian kenapa lama sekali? Lihatlah makanan ini sudah hampir dingin semua" ucap Kinan sambil melahap salad sayurannya.


"Maaf y Kin, tadi ada pekerjaan penting jadi harus di selesaikan" sahut Mbak Kunti sambil menatap tajam ke arah Mas ocong.


Dengan perasaan sedikit canggung, Mas ocong hanya bisa tertawa dan lanjut makan saja, untuk menghindari tatapan mematikan dari Mbak Kunti.

__ADS_1


__ADS_2