
Kinan yang tak mau lepas dari sisi Jonathan membuat Mas ocong semakin kesal.
"Aish, kok gua merasa bego y udah kasih dia masuk"
Mas ocong hanya bisa menggertakkan giginya kesal melihat Kinan yang sejak tadi mengurus Jonathan dengan sangat baik.
"Kan udah ku bilang Cong, kau pasti nyesal"
Mbak Kunti semakin menabur minyak dalam api cemburu itu.
"Gua keluar dulu dah, bosan di sini jadi nyamuk terus"
Mas ocong lalu pergi, Mbak Kunti hendak mengejarnya, tapi dia juga tak ingin membiarkan Jonathan bebas sendirian.
"Eh si Ocong malah pergi"
Mbak Kunti hanya bisa duduk diam di sofa.
"Pulanglah dulu Kin, aku juga sudah lebih baik sekarang"
Jonathan mencoba menjauh dari Kinan.
"Eh, kok gitu, kamu gak suka aku di sini y?"
Kinan merasa sedikit sedih dengan ucapan Jonathan yang seolah mengusirnya.
"Tidak, tentu saja itu tidak mungkin, aku hanya tidak ingin orang yang ku sayangi menjadi sakit juga karena diri ku"
Jonathan mencoba meyakinkan Kinan untuk tak berpikiran yang tidak-tidak tentangnya.
__ADS_1
Dengan lembut Jonathan mengelus rambut panjang Kinan.
"Pulang lah dan beristirahat, besok kembali lagi ok sayang"
DEG DEG
Perasaan berdebar tiba-tiba muncul dan membuat Kinan tak sanggup untuk membantah lagi.
"Baiklah, janji kamu jaga diri y"
Kinan masih enggan untuk pulang.
"Iya, aku janji, kamu juga harus janji untuk tidak boleh sakit"
Balas Jonathan dengan senyuman.
Kinan pun memilih pergi dan meninggalkan Jonathan sendiri di sana.
"Eh kau mau kemana?"
Mbak Kunti kaget melihat Jonathan yang tiba-tiba bangkit dari rebahan nya itu.
"Aku kan sudah bilang, aku ingin melakukan apa yang ingin ku lakukan selama seminggu ini"
Jelas Jonathan sambil melepas paksa jarum infus di tangan kanannya.
Tapi saat hendak berjalan, tiba-tiba,...
BRUK
__ADS_1
Jonathan terjatuh di lantai.
"Eh, kan sudah ku bilang, kau itu jangan macam-macam, tubuh mu belum kuat bego"
Mbak Kunti membantu Jonathan berdiri dan kembali berbaring di kasur.
"Tidak bisa, jika aku terus berada di sini, kapan aku akan melakukan hal yang ku inginkan itu"
Jonathan masih ngotot untuk melakukan apa yang sebelumnya tak bisa dia lakukan itu.
"Sabarlah dulu, tunggu hingga besok, saat dokter ahli dalam itu datang dan memeriksa keadaan tubuh mu ini"
Mbak Kunti mencoba menjelaskan agar Jonathan bersabar.
Dengan enggan, Jonathan yang tak punya pilihan hanya bisa manut dan kembali berbaring.
Mas ocong yang melihat hal itu dari balik luar pintu masuk ke dalam.
"Maaf kan aku karena mengambil paksa tubuh mu, tapi aku juga tidak punya pilihan lain"
Mas ocong hanya bisa menunduk, merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
Jonathan yang paham Mas ocong memiliki kepentingan langsung bangkit dan duduk.
"Tidak perlu meminta maaf, sebelum nya aku juga berpikir kau adalah pria brengs*k yang jahat, tapi lambat laun, selama aku mengawasi mu bersama dengan Kinan mu itu, aku sadar, kau bukanlah pria jahat. Takdir lah yang salah dan membuat kita menjadi seperti ini"
Jonathan mencoba menyadarkan Mas ocong agar tak merasa bersalah padanya.
Kedua makhluk beda alam itu pun mulai sejalan dan mengerti kesulitan masing-masing.
__ADS_1
Mbak Kunti yang berada di antara keduanya hanya bisa menguatkan mereka untuk tidak menyerah dengan mudah dan terus berusaha walaupun jalan yang akan mereka hadapi di depan mata sangatlah sulit...