
Mbah apa-apaan ini?" Bu Lastri mulai ketakutan
"Mama, bisa gawat nasib kita kalau begini" Maya juga ikut takut
Mereka tau bahwa Jonathan adalah orang yang paling berkuasa di daerah mereka tentu akan gemetar.
"Ma, lakukan sesuatu?"
"Berisik!" teriak Jonathan
Jonathan mulai memberi isyarat pada Lukas dan Lukas langsung mengerti dan menyuruh para pengawal itu untuk membereskan Mbah Kidul, Bu Lastri dan juga Maya.
Awalnya Mbah Kidul ingin melawan tapi tenaganya juga sudah hampir habis karena membantu genderuwo itu melawan mas ocong. Jadi, seperti rencana mas ocong, ini adalah saatnya untuk mbak Kunti untuk beraksi dan menghabisi Mbah Kidul yang menyebabkan masalah ini.
SWOSH
Diam-diam, mbak Kunti melemparkan ajimat kematian kepada Mbah Kidul yang membuatnya jadi terjatuh dan muntah darah.
"Uhuk,..!"
Melihat Mbah Kidul yang sekarat, membuat Bu Lastri berpikir untuk kabur dari sana, tapi saat dia hendak melarikan diri dengan putrinya si Maya, para pengawal Jonathan berhasil menangkap mereka.
"Lepas, lepaskan kami"
"Benar, cepat, lepaskan kami"
Mereka masih terus memberontak dan tak mau mengaku salah.
"Kalian bukan hanya sekali ini berbuat seperti ini dengan Kinan, dulu aku mengampuni kalian, tapi tidak kali ini"
"Kau!"
"Pengawal, siksa mereka, lalu lempar ke kolam untuk makanan tambahan hiu-hiu peliharaan ku" titah Jonathan
"Jangan, ku mohon. Ini salah Ibu ku, bunuh dia saja tapi jangan sakiti aku tuan muda"
"Maya kau!"
Bu Lastri kaget, dia tak menyangka putrinya akan mengatakan hal itu.
"Oh begitu kah?"
Jonathan menarik dagu Maya ke atas.
__ADS_1
"Y tuan, biarkan aku melayani mu" dengan genitnya Maya masih merayu Jonathan.
"Cih, wanita tidak tau mau memang"
Jonathan mendorong tubuh Maya hingga tersungkur ke lantai.
"Cepat bawa mereka dan siksa sampai mati, hehehe"
"Tolong tuan, jangan lakukan ini"
"Dasar Kinan j*lang, aku pasti akan gentayangan dan membunuh mu kelak"
"Cih, arwah orang jahat seperti mu, tidak akan gentayangan, malah akan di lebur di dalam neraka dan tak akan di izinkan untuk lahir kembali"
Mereka berdua terus berteriak, tapi Jonathan taj memperdulikan nya dan membiarkan Lukas menangani hal itu.
"Dimana si ocong Kun?"
"Dari auranya, sepertinya ada di atas Jon"
Jonathan dan mbak Kunti langsung berlari menuju kamar mandi atas.
"Hufh,.. hufh,... "
"Kau masih tidak mau menyerah juga?"
"Aku akan menghabisi kalian berdua"
Genderuwo itu tak menyerah juga padahal kini tidak ada lagi kekuatan Mbah Kidul yang membantunya.
SWOSH
"Awas Kinan!"
Mas ocong berpikir dia menargetkan dirinya, ternyata tidak, genderuwo itu menargetkan Kinan.
"Aargh!"
"Kau!"
Untung mas ocong sigap dan berhasil menghadang kekuatan itu dengan keris empu gandring, tapi dia yang sudah lemah tentu saja akan terluka.
Mas ocong terluka parah dan membuat tubuhnya menjadi transparan.
__ADS_1
"Kau, apakah kau tidak apa-apa?"
Kinan tampak mengkhawatirkan keadaan mas ocong.
"Marilah kalian"
Saat genderuwo itu ingin menargetkan mas ocong dan Kinan, Jonathan dan mbak Kunti tiba dan berhasil menghadang.
"Ini, terimalah kembali kekuatan mu aku kembalikan"
Jonathan yang memliki kemampuan membalikkan kekuatan langsung mengirim kembali mantra yang di lempar genderuwo itu pada genderuwo itu sendiri.
"Aargh"
Genderuwo itu pun hancur dan lenyap dari hadapan mereka.
"Kinan, apakah kau baik-baik saja?" Jonathan mulai berakting mengkhawatirkan Kinan.
Tapi di sini raut wajah Kinan berbeda, dia tampak kebingungan antara harus memilih siapa.
"Ayo sayang, kita keluar dan ganti pakaian mu, kau basah kuyup"
Dengan instruksi dari mas ocong, Jonathan menarik keluar Kinan.
"Tapi dia,.. "
"Dia siapa? Sudah ayo"
Jonathan hendak memaksa Kinan tapi melihat Kinan yang tak mau menurut juga membuat Jonathan tak sabar dan memukul pundaknya.
Kinan pun pingsan seketika.
"Apa yang kau lakukan?" tanya mbak Kunti
"Hadeh, dia merepotkan sekali, jadi biar cepat baik buat dia pingsan agar kau bisa membantu si ocong"
"Benar juga"
"Nah kan, yaudah sana cepat bantu ocong atau dia akan benar-benar menghilang tanpa memenuhi janjinya, biar si Kinan ini aku yang urus"
"Baiklah, aku serahkan dia padamu"
Bersambung...
__ADS_1