Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Memilih jalan salah


__ADS_3

Setelah pertempurannya dengan sang paman, kini Mas ocong yang telah menang dan mendapatkan kembali semua hak atas segala harta peninggalan sang ayah Jonathan terlihat bermalas-malasan, dia hanya berbaring di atas sofa ruang tamu sambil sesekali menguap. "Huwam.... "


"Cong kau jangan malas-malasan, katanya mau ketemu Kinan, ayo semangat kerja keras lagi buat mengelola perusahaan bapak mu" ucap Mbak Kunti. "Iya Kun, gua tau, tapi gimana yah, hem... " sahut Mas ocong yang masih berbaring di sofa...


Melihat Mas ocong yang bermalas-malasan membuat Mbak Kunti tak sabar dan langsung melemparkan bantal kursi itu dengan kuat ke perut Mas ocong. BUK, "Ah... " rintih Mas ocong. "Kau belum juga apa-apa udah nyerah, semangat woy badai pasti berlalu" ucap Mbak Kunti...

__ADS_1


Dengan tatapan tak senang Mas ocong yang tak berani melawan Mbak Kunti hanya bisa menggerakkan giginya, "Aish, siapa yang nyerah? Gua cuma lagi mikir, bocah bego ini pernah hampir mencelakai Kinan ku, aku bingung gimana caranya mau bertemu dengan Kinan nantinya" ucap Mas ocong. "Benar juga kau Cong, si Jonathan itu pernah hampir mengambil keuntungan dari Kinan, perkara sulit ini" sahut Mbak Kunti...


Mereka berdua pun sama-sama berpikir mencari cara agar saat Mas ocong datang ke sisi Kinan nantinya, Kinan tidak akan melarikan diri ataupun membencinya, tapi apa? Itulah yang saat ini sedang di pikirkan kedua makhluk astral itu...


Di saat mereka masih memikirkan caranya, di sisi lain di kediaman keluarga Soedarmo, Bu Lastri dan Maya sedang serius membicarakan sesuatu. Mereka yang baru saja keluar dari penjara, kini tak memiliki apapun lagi selain rumah itu...

__ADS_1


"Ah..... sial, sial, sial, kenapa di umur ku yang sudah tak muda lagi, aku bahkan tak memiliki apapun, andai aku bisa mengubah nasib ini" ucap Bu Lastri. Entah kenapa Maya jadi teringat dengan sesuatu hal. "Ah ia, Aku baru ingat Bu, kita minta tolong padanya saja untuk mengubah nasib buruk kita ini" ucap Maya....


"Ha? Maksud kamu itu apa May?" tanya Bu Lastri yang belum paham. "Gini Bu, teman Maya itu dulu miskin dan gak punya apa-apa, tapi sejak dia pergi ke rumah paranormal itu, hidupnya berangsur-angsur membaik dan semakin baik, dan dia juga pernah cerita ke Maya tentang apa yang dia lakukan itu" Jelas Maya....


Bu Lastri yang telah bosan dengan hidup susahnya ini, tanpa berpikir panjang langsung menyuruh Maya untuk pergi ke rumah paranormal itu sekarang juga. "Ayo Bu, tapi Maya masih gak yakin Bu sama yang begituan" ucap Maya yang masih tak percaya. "Udah, kamu itu gak usah banyak mikir, kamu mau kita hidup miskin nantinya? Gak bisa beli ini itu dan segala macam?" sahut Bu Lastri yang spontan membuat Maya langsung menggelengkan kepalanya...

__ADS_1


Siapa yang mau hidup miskin dan kekurangan? Tentu saja tidak ada yang mau, jika ada jalan untuk mengubah takdir why not? Walau harus dengan jalan salah, tidak salah untuk mencoba kan? Dan itulah yang kini Bu Lastri dan Maya ambil. Jalan salah tapi dari pada hidup menderita itu sepadan...


"Ibu tidak peduli, walau harus mengambil jalan salah, lebih baik dari pada hidup melarat, Ibu tidak mau" ucap Bu Lastri. "Maya juga gak mau Bu hidup melarat dan gak bisa beli ini itu" sahut Maya. Mereka berdua pun bergerak menuju tempat itu...


__ADS_2