Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Bertemu kembali


__ADS_3

Jonathan perlahan melangkah keluar dari cafe tersebut, dengan wajah lesu dan lemahnya dia berjalan bahkan hampir terjatuh.


"Eh"


Nasib baik Mas ocong yang berada di sana berhasil menangkapnya.


"Kau!" Jonathan kaget melihat Mas ocong berada di sana


"Gak usah kaget begitu, gua ke sini karena cariin elu yang tiba-tiba menghilang"


Mas ocong membantu Jonathan berdiri tegak kembali.


"Jadi kau melihat segalanya?"


Mas ocong hanya mengangguk.


"Gua udah jatuh cinta dengan Naya sejak kita sekolah dulu, dia wanita pertama yang paling berarti di hidup gua setelah Ibu gua"


Jonathan mulai bercerita tentang cintanya pada Mas ocong.


Sambil berjalan keduanya saling mengobrol, walaupun orang lain tak bisa melihat Mas ocong dan berpikir bahwa Jonathan gila sebab bicara sendiri.


"Terkadang membuat pilihan itu sangatlah susah, tapi kita hidup kan harus tetap memilih"


Mas ocong berusaha memecahkan kesedihan Jonathan.


"Kau benar, tapi kadang aku merasa Tuhan tak adil pada ku"


"Tuhan selalu adil, dia punya rencana sendiri untuk kita, cuma keputusan akhirnya tetaplah kita yang tentukan"

__ADS_1


"Hah, sekarang tinggal satu hal lagi yang harus ku lakukan"


"Eh masih ada yang ingin kau lakukan lagi?"


"Masihlah, kan waktu ku masih 4 hari lagi juga"


"Benar juga ya sudah kau mau lakukan apa sekarang? Tapi apakah kau sudah benar-benar mengikhlaskan wanita itu?"


"Mau gak mau kan memang harus ikhlas, lagi pula aku sudah tenang sebab ada Riko yang akan selalu menjaganya, tapi aku ingin minta satu hal lagi dari mu"


"Minta apa lagi?"


Jonathan mulai membisikkan sesuatu pada Mas ocong. Entah apa yang dia katakan tapi saat mendengarnya terlihat ekspresi sedikit terkejut di wajah Mas ocong.


"Bah ok nanti ku suruh Kunti melakukannya"


"Terimakasih"


Melihat mereka berdua akhirnya ketemu, Mbak Kunti mulai marah.


"Jo kau dari mana saja? Apa kau tidak tau kami semua mencari mu kemana-mana"


"Ngapain di cari, gua tau pulang kok"


"Eh ni anak y, lu kan punya Lukas, dia itu asisten lu, seharusnya lu bawa dialah seenggaknya"


"Ini masalah pribadi gua, dia gak mesti ikut. Lagian gua gak akan kabur gak"


Jonathan dengan enggan berjalan melewati Mbak Kunti.

__ADS_1


Merasa di abaikan Mbak Kunti mencoba untuk mengejar Jonathan dan memarahinya kembali, tapi Mas ocong menahannya.


"Dah Kun, biarkan dia sendiri dulu"


Mbak Kunti pun berhenti mengejar Jonathan. Karena Lukas masih ada di samping mereka, Mbak Kunti hanya bisa diam dan mengikuti apa yang di katakan Mas ocong.


Jonathan masuk ke dalam rumah sakit, dia berjalan menuju kamarnya sendiri. Mas ocong menarik Mbak Kunti untuk pulang sementara waktu ini dan untuk Lukas tetap menjaga Jonathan di luar pintu kamarnya.


.


.


.


Sementara itu di sisi lain, Kinan yang merasa sakit hati dengan perlakuan Jonathan padanya, mencoba menghibur hatinya dengan fokus bekerja.


Dia mencoba melupakan sejenak pikirannya tentang Mas ocong, tapi semakin di lupakan dia semakin kepikiran.


"Ah kok gak bisa fokus begini sih"


Kinan yang kesal lalu mencoba berdiri dan berjalan-jalan berkeliling ruangannya.


"Lebih baik keluar dulu deh beli es krim enak pasti"


Kinan pun berjalan menuju sebuah toko es krim kesukaan nya sejak dulu, tapi saat di depan pintu tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang pria.


BRUK


"Auh"

__ADS_1


"Kau!"


Ternyata itu dokter Angga, mereka bertemu kembali untuk yang ketiga kalinya. Apakah ini pertanda? Tunggu up berikutnya. Btw sorry gua jarang up lagi banyak kerjaan guys 👍


__ADS_2