Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Gagal masuk


__ADS_3

Mas ocong kembali ke halaman belakang, tepat saat dia berada di depan gerbang pintu belakang Jonathan telah berdiri tepat di depan jasadnya.


Dia seolah hendak mencoba masuk kembali ke dalam tubuhnya.


"Woy" teriak Mas ocong dan Jonathan langsung melihat ke arahnya.


"Haduh, banyak kali lah rintangan yang harus gua lalui untuk bisa nemani Kinan gua" keluh Mas ocong yang berpikir gak habis-habisnya masalah terus datang silih berganti dan dia bahkan belum sempat menghabiskan waktu bersama dengan Kinan.


"Menjauh lah, kau juga gak bisa masuk sekarang" ucap Mas ocong sambil berjalan perlahan ke arah arwah Jonathan.


"Gak mungkin, kau hanya berbicara omong kosong kan? Bilang saja kau takut aku kembali ke tubuh ku dan mengambil kembali semua yang telah kau dapatkan dengan susah payah" sahut Jonathan yang ternyata sadar diri juga.


"Bah sadar diri juga lu? Tapi gak apa-apa masuklah, ku persilahkan" ucap Mas ocong dengan santainya.

__ADS_1


"Kau!" sahut Jonathan yang sedikit kesal dengan ucapan Mas ocong.


"Udah masuk cepat kalau bisa, karena setelah ini gak akan ku biarkan lagi, kau dekat-dekat dengan tubuh itu" tambah Mas ocong.


Jonathan langsung mencoba masuk ke dalam tubuhnya kembali, tapi alih-alih masuk, dia bahkan saat menyentuh tubuhnya saja langsung terpental.


"Aarrggh" rintih Jonathan yang terpental cukup jauh.


"Bah jauh juga efeknya, sekarang biar aku yang masuk" ucap Mas ocong dan langsung masuk kembali ke tubuhnya Jonathan.


Ternyata saat keluar pertama kali dari tubuh Jonathan, Mas ocong telah menyiapkan perisai pelindung untuk menjaga tubuh Jonathan agar kalau-kalau Jonathan masih ingin masuk, maka dia akan terluka sendiri.


"Brengs*k, kau berani-beraninya melakukan hal itu pada ku" ucap Jonathan yang kesal.

__ADS_1


Mas ocong tidak terlalu memperdulikannya, sebab menurutnya Jonathan hanyalah hama kecil yang dapat dengan mudah dia singkirkan.


"Haduh, udalah gua juga pakai tubuh ini cuma setengah tahun, jadi biarkan gua menikmatinya, kau yang sudah mati, udah lah sono pergi ke alam barzah lunasi hutang lu terus pergi ke syurga kalau udah lunasi dosa-dosa lu" ucap Mas ocong yang malah berceramah.


"Gak, gua gak akan nyerah sampai di sini, itu posisi gua yang harusnya dapatkan, lihat aja gua akan datang lagi dan rebut apa yang menjadi gak gua dari lu" ancam Jonathan tapi Mas ocong bodo amat.


Setelah mengatakan semua itu Jonathan pun menghilang, Mas ocong langsung masuk ke dalam rumah, dia yang merasa kelelahan pergi ke dapur untuk mencari es di kulkas.


GLUK, GLUK, "Ah,... segarnya" ucap Mas ocong dengan senang.


"Akhirnya masalah ku selesai satu, besok tinggal cari Kinan lagi" Mas ocong sangat gembira karena dia bisa menemui Kinannya kembali besok setelah pertempuran panjang yang hari ini dia lewati.


Tapi saat Mas ocong kembali ke kamarnya, dia teringat akan kesepakatan yang dia buat bersama Mbah Jati. Saat mengingatnya dia merasa mulai tidak tenang kembali.

__ADS_1


"Sudahlah, jalani saja dulu apa adanya, biar waktu yang menjawab, semoga gua bisa lakukan semuanya tepat pada waktunya" ucap Mas ocong sambil membaringkan tubuhnya yang kelelahan itu di atas kasur empuk.


Perlahan namun pasti, Mas ocong yang memejamkan kedua matanya, akhirnya tertidur pulas tanpa sadar...


__ADS_2