Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Meminta 1 kesempatan


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa, Mbak Kunti dan juga Lukas yang saat ini tengah menggendong Mas ocong di pundaknya berlari turun ke bawah dengan di kawal oleh beberapa bodyguard.


Awalnya dokter Rian telah sampai di sana, tapi keadaan Mas ocong membuatnya harus segera di larikan ke rumah sakit.


Dengan khawatir Mbak Kunti yang kini tengah membawa Mas ocong ke rumah sakit hanya bisa berdoa agar tubuh Jonathan baik-baik saja, sebab tugas Mas ocong belum selesai saat ini dan dia juga masih ingin bersama dengan Kinan.


Sesampainya di rumah sakit, dokter Rian langsung menarik tubuh Jonathan masuk ke dalam ruang UGD.


"Nona, maaf anda harus menunggu di sini" ucap perawat menghentikan langkah Mbak Kunti.


"Tanpa sadar, Mbak Kunti yang kebingungan itu lupa memakai selendang di kepalanya, alhasil rambut hitamnya yang indah itu sedikit gosong karena terkena paparan matahari tadi.


"Rambut mu" ucap Lukas sambil menyentuh kepala Mbak Kunti.


Di sana tanpa sadar dia melihat sebuah paku yang menancap, tapi paku itu tak tertancap dengan benar, masih ada rongga di sana.


Dengan cepat Mbak Kunti menepis tangan Lukas, "Tak masalah, aku baik-baik saja" ucap Mbak Kunti sambil sedikit menjauh dari Lukas.

__ADS_1


Lukas sebenarnya sudah tau sejak lama bahwa Mbak Kunti itu bukanlah manusia, karena dia pernah mendengar pembicaraan Mas ocong dan juga Mbak Kunti, selain itu dia juga pernah melihat langsung wujud asli Mbak Kunti saat dia berubah waktu itu.


Memang sangat mengerikan awalnya, tapi lambat laun, Lukas mengerti bahwa walaupun demikian, Mbak Kunti bukanlah setan jahat, dia dan Mas ocong seperti memiliki tugas yang harus di lakukan.


"Maaf kalau aku lancang, tapi aku hanya mengkhawatirkan mu saja" ucap Lukas


DEG


Hati Mbak Kunti tiba-tiba berdebar dengan perkataan Lukas padanya.


Sementara itu di dunia lain, tak sadar dirinya Jonathan membuat Mas ocong terpental keluar.


Mas ocong terus melihat dan mengawasi pergerakan para dokter itu, dia mendengar dokter Rian mengatakan suatu diagnosis.


"Ini cluster headache, tapi juga ada sebuah tumor di kepalanya" ucap dokter Rian.


Para dokter itu pun mulai berdiskusi mengenai perihal penyakit Jonathan itu.

__ADS_1


"Sial cluster headache itu kan penyebabnya karena alkohol, stres dan merokok" ucap Mas ocong berbicara sendiri.


Tak lama tiba-tiba seseorang datang menghampiri Mas ocong.


"Penyakit itu udah lama gua derita, dan untuk tumor itu juga" ucap Jonathan mengagetkan Mas ocong.


"Eh, kau! buat kaget saja, tapi jika kau tau semuanya, kenapa kau masih saja mengonsumsi alkohol bego" ucap Mas ocong.


"Y mau bagaimana lagi, gua stres, kebutuhan gua banyak, tapi duit gua gak punya, semua di kuasai oleh paman gua" sahut Jonathan.


"Memang sedih jadi kau, tapi seharusnya kau merebut hak mu dan bukan hanya diam dan menerima nasib seperti ini" tambah Mas ocong.


"Ah sudahlah, sudah berlalu juga" ucap Jonathan.


Mas ocong hanya bisa diam dengan sikap acuh Jonathan itu. Tak lama, setelah memberikan pengobatan maksimal, perlahan tubuh Jonathan mulai membaik dan Mas ocong juga hendak kembali ke tubuh Jonathan, tapi tiba-tiba Jonathan menarik tangannya.


"Ku mohon seminggu, biarkan aku menikmati apa yang menjadi milik ku itu, setelah itu aku janji, tidak akan mengganggu mu dan merebut tubuh ku lagi" ucap Jonathan memohon pada Mas ocong

__ADS_1


"Apa kau gila? gak, itu gak mungkin" sahut Mas ocong


"Ku mohon, kali ini saja, aku janji setelah itu akan pergi, please... " Jonathan memohon, tapi Mas ocong tak menyahutinya, dia hanya terdiam sambil berpikir...


__ADS_2