Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Menjauh dulu


__ADS_3

Dengan wajah cemberut Kinan menghampiri Jonathan.


"Oh gitu, jadi kamu udah bosan sama aku?"


Kinan yang salah paham mulai mengatakan hal yang tidak-tidak.


"Aku gak mau kau merasa terbebani"


Jonathan mencoba menenangkan Kinan, tapi jawabannya malah justru membuat Kinan semakin salah paham.


"Terbebani? Apakah aku dan kau ini hanya sebatas teman sampai kau merasa aku terbebani karena mu?"


Kinan masih saja salah paham. Mbak Kunti yang berada di sana mencoba untuk membantu Jonathan dan menenangkan Kinan.


Sementara Mas ocong terus mendorong-dorong Jonathan untuk tidak membuat Kinan marah.


"Kin bentar, jangan emosi dulu Kin, sepertinya ini ada kesalahpahaman" Ucap Mbak Kunti mencoba menengahi.


"Salah paham apa Nay? jelas-jelas memang itulah yang keluar dari mulut Jonathan" Kinan masih kekeh bahwa Jonathan mulai enggan dengannya.


Mas ocong yang melihat Kinan nya marah karena ulah Jonathan mulai marah pada Jonathan.


"Kan lihat itu, karena ulah lu, cepatlah lakukan sesuatu, jangan buat Kinan jadi marah pada ku dan urusannya jadi riweh nanti"


Mas ocong terus berkata ini dan itu sampai membuat telinga Jonathan pengang mendengarnya.


"Aish kau diam dan pergi dulu lah"


Karena Mas ocong yang berada di samping Kinan tak terlihat, jadi Kinan merasa bahwa Jonathan saat ini tengah menyuruhnya diam dan keluar.


"Hah? Kau,.. "


Kinan semakin badmood dengan apa yang Jonathan lakukan.


"Eh, bukan kau Kin, tapi aku bilang pada itu,... "


"Pada siapa ha?"


"Itu,.. ehm,.. pada Kunti, eh maksud ku,... Eh siapa nama wanita Kunti ini, eh maksud ku wanita ini aku lupa"

__ADS_1


Sikap aneh Jonathan membuat Kinan semakin yakin dengan firasatnya.


"Eh Kin serius, aku gak ada maksud ngusir kamu sayang, aku hanya,... "


Belum selesai Jonathan menjelaskan Kinan langsung memotongnya.


"Sudah cukup, aku sudah tau, mungkin kita butuh waktu beberapa hari untuk sendiri dulu. Aku tidak akan menjenguk atau mengantarmu pulang, jadi jagalah diri mu beberapa hari ini"


Setelah mengatakan hal itu, Kinan yang sedih berlari keluar sambil menangis.


"Aish, kan kau ini gak berguna lah. Bagaimana jika Kinan akan menjauhi ku kelak"


Mas ocong mulai mengeluh dengan sikap Jonathan yang sangat tidak baik pada Kinan.


"Kok nyalahin gua? kan bukan gua yang buat dia berpikiran seperti itu, lagi pula bukannya bagus dia menjauhi ku sementara waktu ini, jadi kan gua bisa bebas dari Kinan dan lu juga gak akan cemburu yang enggak-enggak sama gua karena dekat sama bini lu itu"


Jelas Jonathan yang tak mau di salahkan.


"Iya benar juga Cong yang di bilang si kutu kupret ini, dengan begini Kinan gak akan curiga atau kau juga gak perlu cemburu-cemburu gak jelas" Timpa Mbak Kunti.


Setelah memikirkannya Mas ocong pun merasa mungkin ini lebih baik, tapi dia yang tak tega melihat wajah sedih Kinan langsung keluar untuk menyusulnya.


Mas ocong transportasi ke sisi Kinan berada.


Tapi saat di luar dan mengejar Kinan tiba-tiba Kinan yang terburu-buru dan tak melihat dengan jelas, langsung menabrak seseorang.


BRUK


"Maaf, hiks maafkan aku"


Dokter Angga merasa sakit sedikit di pundaknya, tapi dia tau bahwa orang yang menabraknya saat ini pasti jauh merasakan rasa yang lebih sakit darinya.


"Apa kau tidak apa-apa Nona?"


Dokter Angga mencoba membantu Kinan berdiri, tapi Kinan menolak tangan dokter Angga.


"Ku mohon maafkan aku"


Setelah mengatakan itu dan menundukkan kepalanya sekali, Kinan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Dokter Angga yang mengenali wanita idamannya itu tentu saja tak melepaskan pandangannya dari punggung Kinan.


Mas ocong yang berada di sana dan melihat tatapan Dokter Angga seperti dia menatap Kinan merasa sedikit sakit hati.


"Hey Ngga kau gak apa-apa?"


Dokter Rian menyadarkan dokter Angga dari lamunan nya.


"Siapa wanita itu?"


"Oh dia itu pacarnya pasien VVIP yang akan kau periksa"


"Pacar?"


"Y, dia sudah punya pacar, jangan bilang kau malah menyukainya"


"Ah, tidak aku hanya penasaran saja"


"Walaupun kau memiliki prestasi yang gemilang di Amerika, tapi kau dan pewaris tunggal keluarga diningrat tidaklah sebanding, jadi sudahlah lupakan wanita itu dan fokus saja dengan karir mu sekarang ini, agar kau bisa menjadi kepala rumah sakit ini segera"


Dokter Rian menyadarkan dokter Angga dengan status nya yang hanyalah anak orang miskin itu.


Tentu saja siapa yang bisa menandingi Jonathan si konglomerat muda dengan wajah tampan bak artis negeri ginseng itu....


Visual Tiga :



Dokter Angga





Lukas


__ADS_1



__ADS_2