
Keesokan harinya, dengan antusias Mas ocong mengumumkan rencana pengumpulan dananya itu ke berbagai media televisi.
Bukan hanya masyarakat, bahkan walikota ikut antusias dengan rencana Mas ocong yang sangat brilian dan di anggap sangat hebat itu.
Walikota pun ikut dalam kampanye Mas ocong untuk mengumpulkan dana dari berbagai perusahaan ternama yang ada di kota, bahkan walikota mengatakan bahwa hal itu adalah kewajiban bagi para perusahaan itu, demi membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di kota dan hidup dalam kemiskinan.
Melihat siaran langsung Mas ocong bersama Bapak Walikota membuat perusahaan lain yang melihat hal itu tidak tinggal diam, mereka merasa sangat di remehkan dan beranggapan tersaingi dengan apa yang perusahaan Mas ocong dapatkan, bukan hanya dukungan walikota, bahkan masyarakat yang berekonomi menengah keatas ikut serta membantu dengan membeli barang-barang yang sengaja di lelang Mas ocong dalam siaran langsung yang Mbak Kunti lakukan.
"Sial, kita tidak boleh tinggal diam seperti ini, kalau terus seperti ini, maka tidak ada lagi masyarakat yang akan membeli produk kita" ucap tuan Sanuti, Presdir perusahaan Luansel.
"Pak kita harus ikut menyumbang, agar nama perusahaan kita baik di masyarakat" ucap sekretarisnya tuan Bimo.
"Ia, kau benar, cepat buat siaran langsung, aku akan menyumbangkan 1 miliar pada perusahaan si Jonathan itu" tambah tuan Sanuti.
Tak lama, siaran langsung itu pun muncul, perusahaan lain yang tak tinggal diam dan tak mau kalah pun ikut dan mulai bersaing dalam memberikan sumbangannya.
__ADS_1
Melihat rencana Mas ocong berjalan dengan lancar, Mbak Kunti pun ikut senang.
"Gila cong, cuma beberapa jam aja sudah terkumpul hampir 3 triliun sehari" ucap Mbak Kunti.
"Jika terus seperti ini, kau bisa jadi orang paling kaya di kota, eh tidak, bahkan kau juga akan masuk dalam 10 orang terkaya di dunia" tambah Mbak Kunti.
Mas ocong tak terlalu senang, sebab dia belum juga menemukan sosok pria yang tepat untuk Kinan nya.
"Apakah aku salah mengira? Apa mungkin pria itu tidak dari kalangan pebisnis ya?" batin Mas ocong terus bertanya-tanya sendiri.
"Cong kau dengar gak sih?" tanya Mbak Kunti yang merasa di kacangin.
Di sisi lain, Kinan yang melihat kekasihnya itu melakukan hal baik, tak tinggal diam, dia juga ikut berpartisipasi dan menyumbang, padahal Mas ocong sudah melarangnya, tapi Kinan masih bersikeras dan tak mau juga kalah dengan perusahaan-perusahaan lain yang di pimpin oleh para pria itu, selain itu yang lebih penting, dengan begini, dia juga bisa membantu orang banyak yang kekurangan di luar sana.
Mas ocong hanya bisa diam dan tersenyum melihat sikap Kinan yang selalu baik dan sangat peduli dengan orang lain itu.
__ADS_1
"Ingatlah untuk menjaga kesehatan mu" ucap Mas ocong dari telepon.
"Iya, iya bawel. Kau juga, ingatlah untuk menjaga kesehatan dan jangan telat makan sayang" sahut Kinan.
Setelah mengangguk, Mas ocong langsung menutup teleponnya.
Tiba-tiba dia merasa sakit yang amat dalam di bagian kepalanya.
"Arghh,... " rintih Mas ocong.
Mbak Kunti yang berada di sana langsung panik dan mencoba menolong Mas ocong.
"Eh, cong kau kenapa?" tanya Mbak Kunti.
Sakit di kepala Mas ocong semakin menjadi, rasa sakitnya semakin kuat dan dia yang tak sanggup menahannya lagi, akhirnya pingsan dan tak sadarkan diri. Mbak Kunti mencoba memanggil pengawal di luar dan membantunya...
__ADS_1
༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶
Bagi yang ringan jempol guys, kalau udah download apk Fz bolehlah mampir di karya author yang judulnya Cincin Syahwat, makasih 👍