
"Wah gua gak nyangka Kun, kalau si Angga itu sahabat nya si Jo"
Mas ocong masih tak percaya.
"Aku aja gak nyangka Cong awalnya, soalnya si Jo sama si Angga ini sangat jauh banget kepribadian nya"
"Jauh gimana Kun?"
"Y jauh, dia sangat santai, luwes, cerdas dan juga kompeten gitu, lah si Jo kau kan tau, sembrono, sesuka hati, lemah dan bego juga jangan lupa"
"Wkwkwk, tapi kalau dia memang sebagus itu, berarti gua gak salah dong ambil dia sebagai calon Kinan Kun"
"Kalau ini aku setuju sih, cuma kita juga harus selidiki lebih dalam lagi Cong, biar Kinan gak sakit hati nanti ujungnya"
Mas ocong setuju dengan saran Mbak Kunti, tapi saat mereka sedang berbincang-bincang sebuah sering handphone Mbak Kunti menggangu.
KRING KRING
"Siapa sih ganggu aja"
Mbak Kunti mengambil handphone nya di dalam tas dan melihat siapa yang menelepon.
"Lukas!"
[Halo Lukas, ada apa?]
[Tuan Jo, dia menghilang]
[Apa?]
[Tadi dia menyuruh ku untuk membelikannya air kosong, tapi saat aku kembali dia sudah tidak ada]
[Search lokasimu, aku akan ke sana]
__ADS_1
[Baiklah]
Lukas langsung mengirimkan lokasinya kepada Mbak Kunti.
"Ada apa Kun?"
"Jo si beleguk itu hilang"
"Bah kok bisa?"
"Si Lukas di kibuli sama dia, lalu dia menghilang. Sudah ayo kita ke sana dulu Cong"
Mbak Kunti hendak berlari, tapi Mas ocong menghentikan langkah nya.
"Bentar Kun, kita kan setan, kenapa harus lari kalau bisa langsung ngilang"
Mbak Kunti loading sebentar.
"Astaga benar juga, karena kelamaan mode manusia, aku jadi lupa akan jati diri ku yang sesungguhnya Cong"
SLINK
Keduanya langsung sampai di tujuan hanya dalam sekejap mata.
Mbak Kunti lalu menggantikan penampilannya kembali, dan sambil memegang payung di tangannya mereka berdua jalan mendekati Lukas yang tengah kebingungan di sana.
"Lukas bagaimana?"
"Kau? cepat sekali sudah sampai?"
Lukas kaget melihat Mbak Kunti yang sudah sampai hanya dalam kurung waktu 3 menit, padahal jarak dari rumah sakit dan taman itu cukup jauh dan bisa menempuh 15 menit jika kita balap.
"Sudah itu tidak penting, sekarang dimana Jonathan?"
__ADS_1
"Aku juga tidak tau tuan Jo pergi kemana, tapi aku yakin tuan Jo tak akan pergi jauh, mengingat tubuhnya kan juga masih lemah"
Mereka pun memutuskan untuk memencar, Lukas ke arah kanan sementara Mbak Kunti ke arah kiri dan Mas ocong bebas pergi kemanapun dia mau.
"Jo,... Jonathan... " Mbak Kunti dan Lukas mulai berteriak sambil mencari.
Mas ocong yang berpikir bahwa Jonathan saat ini sudah pergi dari taman itu, langsung melompat menuju pintu keluar taman.
"Sial sudah sampai sini, harus ikut arah mana? Kiri atau kanan ini?"
Mas ocong kebingungan, tapi dia langsung mengambil jalan kiri sesuai dengan instingnya.
"Kiri aja lah, ku rasa dia memang berada di sebelah kiri"
Mas ocong mulai melompat-lompat ke arah kiri lagi sambil matanya melihat ke sekeliling.
"Di mana si bocah tengik itu"
saat di depan perempatan Mas ocong melihat seorang pria yang tampak familiar.
"Itu kan,... "
Mas ocong menatap lurus ke arah pria muda itu.
"Benar, itu si Jo"
Dengan senangnya Mas ocong melompat hendak mendekati Jonathan, tapi apa yang terjadi di depannya membuat Mas ocong mengurungkan niatnya dan pergi meninggalkan Jonathan.
Di sana terlihat Jonathan sedang memperhatikan seorang gadis muda di dalam restoran yang saat ini sedang makan dan bersenda gurau dengan seorang pria.
Mereka berdua bahkan berciuman di depan umum, sontak Jonathan yang tadinya bahagia sekarang menjadi suram.
Wajahnya tampak sedih dan bingung dengan semua ini.
__ADS_1
Mas ocong yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi antara Jonathan dan wanita yang di dalam, hanya bisa menjauh sedikit dari Jonathan dan mengawasinya dari kejauhan, takut Jonathan malu pada Mas ocong sebab menyaksikan semua ini....