
Dokter Angga mencoba membantu Kinan bangkit.
"Sini ku bantu"
Dokter Angga menjulurkan tangannya pada Kinan. Kali ini Kinan menyambut tangannya dan menerima bantuan Dokter Angga.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya dokter Angga.
"Y tidak masalah"
Kinan yang tak ingin orang berpendapat lain tentang mereka berdua langsung permisi.
"Aku duluan, permisi"
Kinan pun berjalan menuju kasir untuk memesan.
"Nona mau cari apa?" tanya seorang pelayan
"Es krim cokelat mint satu"
Pelayan itu melihat pesanan Kinan.
"Aduh mohon maaf Nona, tapi pesanan anda sudah habis"
Pelayan itu memohon maaf dan menawarkan es krim lainnya. Tapi Kinan tak mau es krim lain, dia hanya suka es krim cokelat mint itu saja.
"Sudahlah, kalau tidak ada. Aku hanya suka es krim cokelat mint saja"
Pelayan itu lalu menunjuk ke arah dokter Angga.
"Nona, Mas muda yang di sana baru saja memesan es krim cokelat mint sebanyak 5 cup. Mungkin jika Nona beli darinya akan di berikan"
"Benarkah? Yang mana?"
Kinan melihat ke arah yang di tunjukkan oleh pelayan itu.
__ADS_1
"Dia!"
Kinan kaget saat melihat bahwa pria muda yang di maksud oleh pelayan itu adalah dokter Angga.
Keinginan Kinan akan es krim cokelat mint membuatnya membuang perasaan canggungnya dan berjalan mendekati dokter Angga.
"Permisi"
Dokter Angga kaget melihat Kinan berdiri di hadapan nya. Dia menghalangi Dokter Angga yang hendak pergi.
"Itu,... "
Kinan bingung mau bilang gimana. Agar dokter Angga memberikannya es krim cokelat mint itu.
"Iya Kinan ada apa?"
"Kau tau nama ku?"
"Tentu saja, kau kan pacar Jonathan sahabat kecil ku"
"Kalian sahabatan? Kok bisa?"
"Kenapa tidak bisa kah? Apakah aku tidak sepantas itu menjadi sahabat seorang konglomerat"
Kinan langsung menggelengkan kepalanya dan meminta maaf.
"Bukan begitu maksud ku. Hanya saja, Jonathan itu kan sikapnya sedikit cerewet berbeda dengan mu yang terlihat cool dan misterius"
Mendengar pendapat Kinan mengenai dirinya membuat dokter Angga tak bisa menahan tawanya.
"Hahaha, jadi karena itukah kau selalu menghindari ku? Apakah kau takut pada ku Kinan?"
"Y maaf, tapi jujur aku memang sedikit takut pada mu, hehehe"
Mereka berdua tampaknya mulai sedikit dekat.
__ADS_1
"Jadi apa keperluan mu menghampiri ku Kinan?"
"Itu, kata pelayan kau membeli banyak es krim cokelat mint, boleh kah aku membelinya satu?"
Kinan memasang wajah penuh harap dan sendu agar di berikan es krim itu.
Dokter Angga tersenyum dan memalingkan wajahnya saat melihat wajah manis Kinan itu, dia seperti mengalami serangan jantung tiba-tiba.
Jantung nya tak henti berdebar, melihat pesona Kinan, si gadis yang membuatnya untuk pertama kalinya merasakan yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Ambilah semua jika kau suka"
Dokter Angga memberikan semua es krim cokelat mint yang dia beli kepada Kinan.
"Wah beneran?"
"Iya ambilah, aku membelinya karena kepengen saja. Lagi pula aku bisa beli lagi lain kali"
Kinan lalu mengeluarkan dompet untuk membayar dokter Angga tapi dokter Angga malah menghilang dari hadapannya.
"Ini,... Eh kemana dia pergi"
Kinan mencari-cari keberadaan dokter Angga.
Dokter Angga memanggil Kinan dari dalam mobilnya.
"Aku duluan y Kinan"
Kinan mencoba mengejarnya untuk membayar es krim itu.
"Hey tunggu dulu, es krim ini belum ku bayar"
"Tidak perlu di bayar, sebagai gantinya jika kau ada waktu traktir aku makan bersama"
Kinan lalu mengangguk. Dokter Angga pergi dengan perasaan senang di hatinya...
__ADS_1