
Mas ocong yang telah mendapatkan apa yang dia mau sekarang langsung menunjukkan wajah aslinya di hadapan Bu Lastri dan juga Maya.
"Lepaskan" Mas ocong menarik paksa tangannya yang sejak tadi di gandoli oleh Maya.
Mas ocong langsung berlari dan menghentikan Kinan yang hendak pergi.
"Bukan kau yang harus pergi, tapi mereka" ucap Mas ocong yang membuat semua orang terkejut.
"Apa maksud mu Tuan Jonathan?" tanya Bu Lastri yang memiliki firasat buruk.
"Benar, saham yang ku beli dari kalian, mulai saat ini, saham itu akan berpindah alih menjadi milik Nona Kinan, dan secara otomatis itu artinya,.. " ucap Mas ocong sambil menyuruh Mbak Kunti melanjutkan.
"Itu artinya, pemegang saham terbesar di perusahaan ini adalah Nona Kinan dengan jumlah saham 75%" tambah Mbak Kunti.
Bu Lastri yang terkejut sekaligus kesal langsung marah, "Kalian br*ngsek" ucap Bu Lastri.
"Aku pikir kau adalah pria baik-baik ternyata anak buangan seperti mu tetaplah anak buangan, kau yang telah dengan tega menjatuhkan paman mu sendiri sampai kapan mu akan tetap menjadi sampah" tambah Bu Lastri menjelek-jelekkan Mas ocong.
Dengan santai Mas ocong hanya tertawa.
"Apa kau merekam semua itu Reno?" tanya Mas ocong kepada asistennya yang lain.
"Sudah Tuan" sahut Reno sambil memberikan hasil rekaman tersebut pada Mas ocong.
__ADS_1
"Menghina serta memfitnah ku merebut harta yang sejak aku lahir memang sudah menjadi milik ku, menurut mu berapa tahun penjara yang bisa kau terima?" ucap Mas ocong yang membuat Bu Lastri tak menduganya.
Mbak Kunti bahkan tak berpikir demikian,
"Wah, ternyata si Ocong lebih licik dari pada diri ku" batin Mbak Kunti
"Kau!" ucap Bu Lastri
"Ku mohon Tuan, jangan penjarakan Ibu ku" ucap Maya memohon agar Jonathan tak memasukkan Bu Lastri ke penjara.
"Hadeh, bagaimana y, aku pikir itu bisa ku batalkan, tapi ada syaratnya" ucap Mas ocong sambil tersenyum jahat
"Apapun akan ku lakukan, tapi ku mohon jangan masukan Ibu ku ke penjara" sahut Maya
Bu Lastri tidak setuju dengan syarat Mas ocong, tapi Maya yang tidak mau harus hidup sendiri tanpa ibunya langsung menandatangani surat yang Mbak Kunti berikan padanya.
Dan begitu saja, dengan begini, saham perusahaan yang Kinan miliki adalah 100%. Tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu gugat keberadaan Kinan di perusahaan itu lagi, bahkan dia sudah sangat bebas untuk bertindak sesuka hatinya dengan perusahaan ayahnya itu.
Mas ocong langsung menyuruh sekuriti untuk mengusir paksa Bu Lastri dan juga Maya dari sana.
"Lepaskan aku,... Lihat saja Kinan, aku pasti akan membalas mu nanti, Ah,... " teriak Bu Lastri yang di tarik paksa keluar oleh dua sekuriti.
Mas ocong langsung pergi keluar, tapi Kinan menarik tangannya.
__ADS_1
Mas ocong lalu menyuruh semua orang untuk meninggalkannya berdua dengan Kinan.
PLAK, "Ah,. " Kinan menampar wajah Mas ocong yang membuatnya merasa nyeri di pipi kirinya.
"Kinan ada ap,... " belum selesai berbicara Kinan langsung memeluk Mas ocong.
"Jahat, kamu tau gak aku hampir aja mati tadi lihat kamu berkomplot dengan mereka, huhuhu" ucap Kinan sambil mulai menangis
Mas ocong langsung mengelus lembut punggung Kinan, "Hehe, maaf y Kin, kalau gua gak bersandiwara mereka gak akan berikan saham mereka ke gua, dan gua gak akan bisa bantu elu" jelas Mas ocong.
"Tapi tetap aja, sekali lagi, kalau mau ngapa-ngapain itu bilang aku dulu, jadi aku gak akan ngerasa sesakit ini" tambah Kinan
Mas ocong langsung melepaskan pelukan Kinan padanya, dia mulai menghapus air mata Kinan yang keluar dengan sapu tangannya.
"Maaf kan aku sekali lagi, sekarang udah dong senyum biar cantik"
"Gak mau, aku mau cemberut aja"
"Ututu, Kinan cantik, Kinan cantik gemes deh, ututututu, senyum dong senyum" Mas ocong terus bertingkah lucu di hadapan Kinan.
"Wkwkwk" Kinan akhirnya tak tahan lagi untuk tak tertawa melihat tingkah menggemaskan Mas ocong padanya
"Bah gitulah kan enak lihatnya, heheh"
__ADS_1
Begitu saja, mereka berdua pun akhirnya akur dan tertawa bersama lagi...