
Kinan masih terpelongo dengan apa yang dia lihat. "Hey Kin" ucap Mas ocong sambil mengayun-ngayunkan tangannya di depan wajah Kinan. "Kau serius itu?" tanya Kinan yang masih tak yakin. Mas ocong langsung mengangguk dengan penuh percaya diri...
"Ah, kenapa aku masih tidak bisa mempercayainya? ini pasti mimpi" ucap Kinan sambil menepuk pipinya. "Augh, sakit" rintih Kinan yang kini tau bahwa ini bukan mimpi, Jonathan benar-benar seorang putra konglomerat. Walau hatinya masih belum bisa menerimanya tapi Kinan berusaha tetap tenang dan bertanya beberapa hal pada Jonathan...
"Jika kau benar-benar seorang anak konglomerat, lantas mengapa kau melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu sebelumnya?" tanya Kinan yang penasaran. Mas ocong langsung menjelaskan situasinya, mulai dari Jonathan yang di usir paksa oleh pamannya sendiri, sampai dia yang harus berjuang sendiri untuk tetap bertahan hidup...
__ADS_1
Setelah mendengar semua penjelasan Mas ocong kini Kinan semakin yakin, bahwa pria yang ada di hadapannya ini bukanlah pria jahat dan sejak awal mereka bertemu Jonathan sebenarnya tidak memiliki motif untuk menyakiti Kinan. "Maafkan aku kalau begitu" ucap Kinan dengan tulus. "Bah, minta maaf kenapa? Gak Kin, gua juga yang salah kan, maaf y" sahut Mas ocong balik meminta maaf...
"Haha yasudah lah gini aja, kita berdua gak salah, hanya situasinya aja yang gak tepat" ucap Kinan dan Mas ocong langsung tersenyum. Mereka berdua pun mulai mengobrol dan bercanda bersama sampai tak terasa sudah hampir satu jam mereka berada di sana...
Sebelumnya pergi Kinan menjabat tangan Mas ocong dan berterimakasih untuk waktu singkat yang menyenangkan itu. Mas ocong dengan senang menyambut tangan Kinan dan dengan senyum tulus meminta Kinan untuk menghubunginya jika dia butuh sesuatu...
__ADS_1
Tak lama Kinan pergi dari sana, mobil jemputan Mas ocong tiba, di dalamnya juga sudah ada Mbak Kunti yang sejak tadi menunggu. "Kun, sepertinya Kinan lagi dalam masalah" ucap Mas ocong. "Masalah apa?" tanya Mbak Kunti kembali. "Gak tau juga Kun, Kinan gak mau cerita" jelas Mas ocong....
Mbak Kunti langsung menyarankan pada Mas ocong untuk membuat sebuah alat perekam suara dan pelacak, agar nantinya, mereka akan tau apa-apa saja yang terjadi pada Kinan di masa depan. Mas ocong juga setuju dengan saran Mbak Kunti, tapi untuk saat ini yang paling di butuhkan adalah bagaimana cara untuk membantu Kinan keluar dari masalahnya...
"Gini aja Cong, aku akan jadi Kuntilanak dan pergi ke sisi Kinan buat lihat situasinya" ucap Mbak Kunti. "Yaudah sana pergilah, gua akan tunggu lu di rumah Kun" sahut Mas ocong. Mbak Kunti pun berubah ke bentuk aslinya dan menghilang...
__ADS_1
SLING, dalam sekejap mata Mbak Kunti langsung berada di sisi Kinan saat ini. Terlihat Kinan sedang berbicara dengan pengacaranya mengenai hal yang telah di lakukan Bu Lastri dan juga Maya padanya. Sang pengacara hanya bisa menyuruh Kinan bersabar untuk sementara waktu dan tetap bertahan di posisinya, sebab saat ini tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain pasrah dan menerima bahwa posisi jabatan Presdir di tempati oleh dua orang dalam satu perusahaan...
Setelah mendengar dan melihat situasi yang terjadi Mbak Kunti pun kembali dan melaporkan apa yang dia lihat ke Mas ocong, tapi saat dia hendak pergi, Tiba-tiba sebuah kekuatan menariknya dan mengikatnya...