Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Makhluk astral lain


__ADS_3

Mas ocong terus berjalan menembus kabut tebal dan jalanan gelap itu, tanpa rasa takut dan ragu dengan pasti akhirnya Mas ocong sampai di depan gerbang hutan terlarang...


"Akhirnya sampai juga" ucap Mas ocong sambil melangkah masuk ke dalam hutan.


"Berhenti di situ" ucap si nenek tua bungkuk yang Mas ocong jumpai di hotel para makhluk astral beberapa hari yang lalu...


Mas ocong hanya melihatnya sekilas dan tanpa merespon terus berjalan ke depan. Merasa di abaikan sang nenek, sebut saja nenek kebayan itu langsung melempar tongkatnya ke arah Mas ocong. BRAK, tongkat itu melanting dan hampir mengenai tubuh Mas ocong...


"Aku tidak punya urusan untuk meladeni mu juga nenek tua" ucap Mas ocong sambil menatap sinis ke arah sang nenek kebayan.

__ADS_1


"Jangan pergi ke sana, kau akan mempercepat kematian mu saja nanti" ucap nenek kebayan mencoba memperingati Mas ocong...


Mas ocong yang bingung terdiam sejenak dan memikirkan maksud ucapan sang nenek kebayan itu. "Apa maksud mu nenek tua? Apa kau in.... " belum habis Mas ocong berbicara sosok sang nenek kebayan itu langsung saja menghilang bak di telan bumi...


"Aish, dasar nenek-nenek, kebiasaan kali bah, kalau bicara selalu setengah-setengah" ucap Mas ocong yang kesal dengan sikap nenek kebayan yang seperti mempermainkan nya...


Tanpa berpikir panjang Mas ocong kembali melanjutkan perjalanannya menuju altar doa di bawah pohon beringin besar di tengah hutan. Sepanjang perjalanan baik di sebelah kiri dan kanan Mas ocong berbaris para makhluk-makhluk astral dengan wujud yang berbeda-beda, ada yang sejenis dengan Mas ocong, ada juga yang menyerupai Mbak Kunti, genderuwo, tuyul, kepala buntung, suster ngesot, wewe gombel dan banyak lagi...


"Sial, ada saja yang menghalangi dan memperlambat perjalanan ku menuju altar doa" ucap Mas ocong kesal. Tak berapa lama, akhirnya Mas ocong sampai di tempat tujuan. Di sana terlihat Mbah Jati sedang terduduk dan bermeditasi...

__ADS_1


"Salam Mbah" ucap Mas ocong menundukkan kepalanya di hadapan Mbah Jati. "Opo iki soal Kunti? Sampai sampean datang ke sini dan meninggalkan raga sampean yang berharga itu untuk menemui ku?" tanya Mbah Jati yang sepertinya sudah paham maksud Mas ocong datang menemuinya...


"Benar Mbah, saat ini Kunti sedang dalam masalah, tapi aku tidak tau pasti apa yang menimpanya Mbah, jadi aku memutuskan untuk datang ke sini bertanya dan meminta petunjuk pada Mbah Jati" jelas Mas ocong...


Mbah Jati mengatakan beberapa kata pada Mas ocong dan memberikannya sebuah keris suci yang telah di bacakan mantra-mantra oleh Mbah Jati itu...


"Bagaimana? Apakah sampean yakin?" tanya Mbah Jati. Tanpa ragu Mas ocong langsung mengangguk. "Jika hanya itu yang bisa di lakukan saya siap Mbah" sahut Mas ocong dengan penuh keyakinan...


༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶

__ADS_1


Sampai di sini dulu y All, maaf jarang up soalnya gua lagi revisi, harus banyak yang di ganti, sebab menurut pihak Noveltoon karya gua terlalu vulgar. So makasih buat yang selalu setia dan nunggu update terbaru dari cerita Mas ocong. Terimakasih juga buat kritik dan sarannya, semoga kita semua selalu dalam lindungannya, Aamiin...


__ADS_2