
"Akh, akh,..!" Kinan mulai sadar. Dengan napas yang terengah-engah, Kinan berusaha bangkit dan keluar dari bathtub itu.
SWOSH
Mas ocong yang dalam perjalanan langsung merasakan Kinan dalam bahaya.
"Bah sial"
"Ada apa Cong?"
"Kinan dalam bahaya Kun"
"Kalau begitu kita ngilang aja lah"
"Y"
"Weh tunggu, gua mau gimana? Gak bisa ngilang gua kek kalian"
Tampaknya Mas ocong dan mbak Kunti lupa bahwa Jonathan kini adalah manusia dan tak mungkin bisa menghilang seperti mereka berdua.
"Beban astaga kau itu" ucap Mbak Kunti
"Aish, santai lah mulut lu ngomong, gua juga gak mau jadi beban tapi mau gimana, kalian juga kekuatannya gak bisa di pakai dua kali"
"Eh malah nyalahin ni bocah sialan y"
"Hadeh kalian, sekarang bukan waktunya buat debat, nyawa Kinan dalam bahaya"
"Sorry Cong, sorry"
"Maaf bang"
"Sudahlah, sekarang dengarkan aku"
Mas ocong langsung menjelaskan rencananya pada mbak Kunti dan Jonathan.
"Bagaimana sudah paham kan?"
"Ok Cong laksanakan"
"Siap komandan"
"Aku duluan"
__ADS_1
"Ok"
Mas ocong pergi lebih dulu dari mbak Kunti dan Jonathan.
Di rumah Kinan
"Tolong, siapapun ku mohon tolong aku"
"Aargkhh, aargkhh"
Makhluk astral genderuwo itu pun berhasil masuk ke dalam kamar mandi. Kinan yang melihat sosok mengerikan itu langsung menjerit histeris.
"Arghh!"
Makhluk astral itu semakin mendekati Kinan yang sedang terduduk takut di lantai. Dia menutup matanya karena takut dan meringkuk kan kakinya.
Makhluk astral itu benar-benar ingin membuatnya mati perlahan.
Genderuwo itu langsung menarik tangan Kinan ke atas, dia juga membuka baju Kinan.
Dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan oleh kata-kata itu, Kinan masih berharap bahwa akan datang seseorang untuk menyelamatkannya.
SWOSH
BRAK
"Aagrhh"
Genderuwo itu mulai menggeram kesakitan, tapi dia belum menyerah, dia bangkit dan hendak membalas mas ocong.
"Cih, masih belum menyerah y"
Mas ocong mulai serius, dia membuka tali pocong yang melilit lengannya. Kini kedua tangannya berhasil keluar dan bersiap untuk melawan genderuwo itu.
BRAK BUK BAM
Mereka terus berkelahi dengan kekuatan spiritual mereka masing-masing. Mas ocong yang masih memiliki senjata pamungkasnya, yaitu keris empu gandring berhasil menjatuhkan genderuwo itu.
"Aku tidak akan kalah dengan mu, aku adalah raja para makhluk astral"
Dengan bantuan Mbah Kidul, genderuwo itu berhasil memulihkan kekuatannya dengan cepat.
"Cih, ternyata benar, menjatuhkan mu kalau tidak menjatuhkan si tua ****** itu tidak akan mudah"
__ADS_1
Mas ocong tak menyerah, dia kembali melawan genderuwo itu dengan sekuat tenaganya. Kinan yang melihat hal itu merasa merinding, tapi saat dia melihat wajah dari pocong yang saat ini membantunya dia jadi teringat dengan sosok dokter Eza yang dulu dia kagumi itu.
"Kau!"
Hatinya terguncang, matanya mulai berkaca-kaca, tak menyangka akan bertemu lagi, walau dengan keadaan yang tidak baik.
Kinan selalu merasa bersalah dulu, dan sampai sebelum dia bertemu dengan Jonathan dia masih terus menyimpan perasaan masa kecilnya hanya untuk dokter Eza.
"Hufh,.. hufh,... "
Mas ocong mulai kewalahan menghadapi genderuwo yang tak kalah-kalah itu.
"Sial, kemana dua orang itu? Jangan bilang mereka mengkhianati ku" batin Mas ocong sambil mengatur napasnya.
"Kenapa? Kau sudah menyerah pocong sialan?"
"Cih, siapa yang menyerah janc*k? Kau aja yang menyerah sana"
Mas ocong dan genderuwo itu kembali bertarung, Kinan hanya bisa berlindung di belakang mas ocong. Di sisi lain, Jonathan dan mbak Kunti kini telah sampai di depan rumah Kinan.
Dengan membawa pasukan, Jonathan berhasil menerobos masuk ke dalam rumah Kinan.
BRUK
"Anj*ng mana yang berani mengganggu Jinan ku?"
Dengan gaya angkuh dan sombongnya Jonathan masuk ke dalam.
PLAK
Mbak Kunti memukul kepala Jonathan.
"Bego, bukan Jinan, tapi Kinanlah"
"Oh ia, gua lupa Kun, hehehe"
"Aku ulangi, siapa anj*ng yang berani menyakiti Kinan ku?"
Bu Lastri, Maya dan Mbah Kidul yang melihat Jonathan bersama dengan para pengawalnya bisa masuk tampak kaget, sebab sudah jelas bahwa Mbah Kidul telah memasang mantra pembatas yang tidak akan bisa terbuka jika tidak di buka dari dalam, tapi mereka dengan mudahnya bisa mendobrak pintu dan masuk.
Mereka tidak tau, bahwa Mas ocong telah masuk dan membuka mantra penghalang itu agar Jonathan dan yang lainnya bisa masuk dengan mudah.
Bersambung...
__ADS_1