
Keesokan harinya, Mas ocong yang telah bangun dari tidur mulai bersiap, dengan tampilan sederhana, dia perlahan turun dari lantai atas.
"Bah, lama-lama bisa sakit juga kaki ku, kalau harus berjalan menuruni anak yang banyak kali ini" keluh Mas ocong yang telah sadar, bahwa rumahnya terlalu banyak memakai anak tangga.
"Lukas" ucap Mas ocong memanggil sekretarisnya.
"Iya Tuan Muda" sahut Lukas.
"Aku ingin rumah ini di rombak, mulai besok kalau bisa aku tidak ingin lagi naik tangga, buatkan sebuah lift untuk bisa naik ke atas" ucap Mas ocong.
"Baik Tuan, sekarang saya akan menghubungi pihak reparasi rumah untuk merombak desain dan besok lift yang Tuan Muda inginkan akan segera ada" sahut Lukas sambil pergi.
Dengan senang Mas ocong memakan sarapannya. Setelah selesai Mas ocong langsung berangkat ke luar. Di sana Pak Ujang sudah menunggunya, tapi saat Mas ocong masuk ke dalam mobil, betapa terkejutnya dia...
"Woy Cong" ucap Mbak Kunti secara tiba-tiba
"Anj*r, setan gak ada akhlak, eh kok setan gak ada akhlak kan setan memang gak punya akhlak, astaga kok gua jadi bego" ucap Mas ocong terkaget-kaget sebab Mbak Kunti tiba-tiba muncul di sampingnya.
__ADS_1
"Kikkikkikkikk, punya kaget juganya kau Cong" ucap Mbak Kunti menggoda Mas ocong.
"Beh, gak ada akal juga lu Kun lama-lama, gua ini setengah manusia sekarang, kalau gua kaget lihat lu yang muncul tiba-tiba wajar bego" tambah Mas ocong
"Iya juga y, kikkikkikkikk aku lupa Cong" sahut Mbak Kunti sambil mengganti penampilannya menjadi manusia.
"Aish" Mas ocong hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan abstrak sahabatnya itu.
Pak Ujang masuk ke dalam mobil dan langsung membawa Mas ocong dan Mbak Kunti menuju kantor.
"Eh udah ada Mbak Naya saja di sini" ucap Pak Ujang
"Hahaha, Den Jo bisa saja bergurau nya, masak Mbak Naya yang cantik begini di samain sama setan"
"Ih iya betul itu Pak, masak aku yang cantik jelita ini di samain sama setan kan jauh kali y kan Pak?" ucap Mbak Kunti membela dirinya
"Hadeh" Mas ocong memutar matanya malas
__ADS_1
"Iya Den gak mungkinlah Mbak Naya itu setan" sahut Pak Ujang
"Hati-hati Pak, jangan tertipu akan fisik yang indah. Terkadang yang terlihat indah itu sebenarnya dia sedang menutupi keburukannya" jelas Mas ocong dan Pak Ujang semakin tak paham.
"Hahaha, lucu kali kau y Cong, dasar" ucap Mbak Kunti dan Pak Ujang hanya bisa ikut tertawa.
Sesampainya di kantor, Mas ocong langsung turun bersama Mbak Kunti, tak lupa sebelum turun Mbak Kunti memakai payung hitamnya untuk menutupi sinar matahari yang bisa saja membakar identitas palsunya itu.
Jonathan yang biasanya tampak biasa saja, kini setelah Mas ocong mengambil alih tubuhnya membuat aura Jonathan menjadi berubah. Pria yang tampak biasa itu sekarang menjadi jauh lebih tampan dan memikat hati para wanita yang memandangnya.
"Ah, lihat itu Tuan Jonathan" ucap seorang karyawati
"Benar, entah mengapa sekarang dia terlihat sangat tampan tak seperti dia yang dulu, saat di usir paksa oleh Tuan Santoso" timpa karyawati lain.
"Iya betul, dia bak pangeran dongeng sekarang, Ah tampan sekali" tambah karyawati lainnya.
Mereka terus bergunjing tentang Mas ocong yang membuat Mbak Kunti tak senang. Jadi dengan sengaja Mbak Kunti langsung menatap ke arah para karyawati yang berkumpul tersebut.
__ADS_1
Tatapan mengintimidasi Mbak Kunti membuat para Karyawati itu menjadi ciut dan bubar ke meja mereka masing-masing untuk bekerja.
Posisi Mbak Kunti di kantor bukan hanya sebagai asisten Mas ocong, tapi dia juga seorang wakil Presdir. Jadi jika terjadi sesuatu di kantor dan Mas ocong tidak bisa menyelesaikannya, maka Mbak Kunti lah yang akan menggantikannya, itu sebabnya tidak ada yang berani menatap ke arah Mbak Kunti.