
Happy reading guys, sorry gua jarang up selama ini, tapi kali ini gua akan usahain buat up tiap 2 hari sekali 2 bab. So gua harap kalian gak kecewa and tetap baca karya gabut gua ini. Thank everyone, I hope God is always with you π
ΰΌΆβ’βββ§βββββ§βββ’ΰΌΆ
Keanu hanya menatap lirih ke arah jendela kamarnya. Dia yang di anggap tak berguna dan hanyalah beban keluarga merasa frustasi.
Perasaan terhina oleh keluarga sendiri sangatlah menyiksa batin, bahkan lebih baik mati dari pada harus hidup tak berguna seperti ini.
Keanu terus menatap ke arah jendela sampai dia teringat sesuatu, "Benar, aku harus melakukan hal itu, aku bukanlah anak yang tak berguna, aku pasti akan membuktikannya pada mu ayah" ucap Keanu sambil mengepalkan tangannya.
Di sisi lain di rumah, Mas ocong yang telah kembali dari rutinitas kerjanya sedang tergeletak di atas sofa ruang tamu.
"Haduh lelahnya" keluh Mas ocong yang merasa capek dengan posisinya yang sebagai Presdir perusahaan.
__ADS_1
"Gak usah ngeluh nikmatin aja Cong" ucap Mbak Kunti
"Dulu gua waktu masih jadi dokter gak begini Kun, gua senang dan have fun terus dengan pekerjaan gua, sekarang beda bah, rasanya penat dan membosankan" tambah Mas ocong yang masih saja mengeluh dengan keadaan.
"Weh, seharusnya kau itu bersyukur Cong, bersyukur kau sekarang jadi Presdir punya perusahaan sendiri, bisa makan enak, duit meluap-luap, gak mesti mikir besok mau makan pakai apa ya duit gak ada segala macam" ucap Mbak Kunti yang mulai berceramah.
"Lihat noh ke luar masih banyak orang miskin gak bisa makan Cong, bersyukur kau jangan banyak ngeluh, tapi carilah cara biar pekerjaan mu itu jadi menyenangkan dan kau bisa have fun" tambah Mbak Kunti.
"Iya, ia, cerewet ah,... " sahut Mas ocong sambil bangkit dan mulai duduk.
"Eh Kun, gua udah tau, gimana biar gua gak bosan, tapi omset gua naik juga" ucap Mas ocong
"Hah? Apaan itu?" tanya Mbak Kunti yang penasaran.
__ADS_1
Mas ocong pun menjelaskan rencananya, dia akan membuka keranjang amal besok. Setiap kaum duafa boleh untuk mengambil 10 barang apa saja yang mereka butuhkan di mall nya.
"Gila kau, itu namanya kau buang duit bodoh, bukannya untung makin ancur perusahaan ini kau buat" ucap Mbak Kunti yang tak sependapat dengan Mas ocong.
"Bah salahlah kau Kun, dengar dulu makanya, jangan kau potong-potong aja gua lagi ngomong kan belum kelar juga" sahut Mas ocong.
"Iyalah, jadi gimana?" tanya Mbak Kunti kembali.
"Kita memang akan menghabiskan uang sekitar 100-200 juga karena amal tersebut, tapi gua juga gak akan tinggal diam di situ saja, gua akan membuat sebuah siaran langsung sebelum acara itu di mulai, dengan mengumpulkan sumbangan dari perusahaan-perusahaan lain, dan bagi mereka yang menyumbang paling besar, namanya akan gua pasang di pamplet jalanan selama 1 pekan" jelas Mas ocong.
Mbak Kunti masih bingung, walaupun demikian, tetap saja menurutnya perusahaan mereka akan di rugikan, sebab masyarakat akan menganggap perusahaan mereka tidak berguna karena tidak menyumbang dan hanya menjadi wadah. Tapi Mas ocong dengan cepat menepis semua hal itu, sebab menurutnya itu tidaklah benar.
Bagi masyarakat, terutama mereka yang kekurangan duit, tak masalah perusahaan itu hanya wadah atau pun tempat, yang terpenting adalah, karena adanya kebijakan dari perusahaan itu, maka mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan yang terpenting adalah, bukan hanya nama baik perusahaan Jonathan yang akan naik, tapi omset mereka akan tetap berjalan walaupun mereka tak melakukan promo atau menyebar iklan seperti sebelumnya.
__ADS_1
Dengan semua penjelasan yang Mas ocong berikan, kini Mbak Kunti pun akhirnya setuju, tapi yang Mbak Kunti tidak tau adalah, sebenarnya Mas ocong melakukan hal itu hanya untuk menghemat waktunya dan sambil menemukan pria baik dan mapan untuk Kinan saja, sebab waktu Mas ocong semakin sedikit...