
Setelah selesai dengan semua hal tentang Bu Lastri dan Maya, kini Mas ocong dan Kinan dengan senang hati keluar untuk makan siang bersama.
Mas ocong membawa Kinan ke salah satu restoran bintang 5 milikmya.
"Wow, mewah sekali arsitektur nya" ucap Kinan yang belum pernah masuk ke restoran tersebut, sebab walaupun Kinan kaya restoran ini memiliki harga-harga makanan yang sangat fantastik, mulai dari 2 jt sampai 50 jt dengan hiasan emas asli di atasnya.
"Ayo masuk Kinan" ucap Mas ocong sambil menggandeng tangan Kinan.
Mas ocong bahkan menarikkan kursi itu untuk Kinan. Perlakuan lembut dari Jonathan membuat hati Kinan merasa bergetar. Dia merasa simpati dan nyaman berada di sisi Jonathan.
Setelah selesai makan mereka berdua pun pergi untuk kembali ke kantor Kinan. Mas ocong mengantarkan Kinan kembali ke kantornya dan berjanji akan menjemputnya setelah pulang nanti, tapi saat berada di depan kantornya, Kinan seolah enggan untuk turun dari mobil Mas ocong.
"Sampai jumpa sehabis pulang nanti" ucap Mas ocong sambil membuka pintu mobilnya.
Kinan masih terdiam, dengan malu-malu dia mulai berbicara dengan terbata-bata.
"Itu,... a.. aku... " ucap Kinan yang membuat Mas ocong langsung paham bahwa Kinan saat ini tidak ingin kembali bekerja. Jadi Mas ocong memberikan kode pada Mbak Kunti dan juga Reno untuk mengambil alih pekerjaannya dan juga Kinan, sementara mereka pergi untuk berjalan-jalan.
__ADS_1
Mbak Kunti yang paham dengan kode Mas ocong langsung mengangguk dan membiarkan Mas ocong dan juga Kinan pergi dari sana.
"Hadeh, aku harap setelah waktunya tiba nanti si Ocong bisa melepaskan Kinan dan Kinan juga bisa melepaskan Mas ocong" ucap Mbak Kunti sambil menatap bemper belakang mobil Mas ocong yang semakin menghilang dari pandangannya.
Reno menarik tangan Mbak Kunti, dia memberikan sebuah cincin berlian yang dia beli setelah menggunakan uang tabungannya.
"Ini! Maksudnya apa?" tanya Mbak Kunti yang kaget
"Ehm,.. I.. itu,... tidak ada pakai saja.. " jawab Reno sambil pergi masuk dan mengurus masalah perusahaan Kinan.
Sementara itu Kinan yang bingung dan senang karena Jonathan membawanya pergi untuk menghabiskan waktu bersama mulai tersenyum-senyum sendiri. Mas ocong yang mengerti bahwa Kinan mulai menyukai sosok Jonathan sangat senang sekaligus bimbang.
"Aku sangat senang saat dia mulai membuka hatinya untuk ku, tapi aku juga tidak bisa memungkiri bahwa aku masih harus mencari pria lain untuk menggantikan posisi ku kelak" batin Mas ocong dengan berat hati.
Mereka pun sampai di sebuah taman bermain. Kinan dengan senang menarik tangan Mas ocong untuk berkeliling dan bermain bersama.
"Ayo kita main komedi putar, aku sudah lama tidak naik komedi putar" ucap Kinan dan Mas ocong ikut saja dengannya.
__ADS_1
Begitu saja mereka menghabiskan waktu bersama, sampai tak terasa sudah pukul 8 malam.
"Ayo pulang sudah malam Kin" ucap Mas ocong yang tidak ingin menggoyahkan niatnya itu.
Kinan bersikeras untuk naik bianglala, sebelum pulang, Mas ocong yang tak tegaan langsung mengiyakan.
Saat di atas tiba-tiba bianglala itu berhenti sejenak, Mas ocong yang takut dengan ketinggian mulai menjerit.
"Eh, eh, mampus jatuh ini nanti" ucap Mas ocong kaget.
Kinan hanya tertawa dan mulai teringat dengan kejadian dulu bersama dokter Eza, dulu saat di atas rooftop rumah sakit, Dokter Eza juga pernah melakukan hal yang sama seperti saat ini saat Kinan mengajaknya naik ke menara atas untuk melihat pemandangan indah di bawah.
"Gak usah takut ih, sini semua pasti baik-baik saja" ucap Kinan menenangkan Mas ocong sambil menggenggam tangannya.
Kedekatan keduanya membuat Mas ocong kehilangan niatnya dan mulai terbawa oleh suasana malam yang seolah membantu mereka untuk bersatu.
Perlahan namun pasti, wajah Mas ocong mulai mendekati wajah Kinan, bibir mereka hampir bertemu dan Kinan yang seperti nya juga menginginkan ciuman manis itu sama sekali tidak menghindar dan membiarkan Mas ocong melahapnya.
__ADS_1