
Mas ocong duduk di kursinya, Mbak Kunti juga menceritakan rencana bagus untuk menyingkirkan Bu Lastri dan juga Maya dari perusahaan Kinan.
"Gimana Cong menurut lu?" tanya Mbak Kunti
"Bagus Kun itu rencana, tapi gua kok ngerasa ada yang kurang" jawab Mas ocong sambil berpikir kembali.
"Lah apa lagi yang kurang Cong?".
"Bah itu dia, gua juga gak tau, wkwkwk".
"Aish bundir ajalah Cong yok"
"Wkwkwk, bah lu kan udah mati Kun, ngapain bundir lagi?"
"Kek manalah, punya kawan paok kali ku tengok"
"Wkwkwk, sorry, sorry,.. Tapi serius, kalau cuma begitu aja mereka pasti akan buat lagi Kun"
"Gak apa-apa waktu lu masih 1 tahun lagi, sekarang fokus habisin waktu dengan Kinan dan cari pria baik buat gantiin posisi kau nanti" sahut Mbak Kunti yang tak tau bahwa waktu Mas ocong saat ini telah berkurang, akibat menolongnya dari Mbah Kidul.
"Maaf Kun gak bisa jujur, tapi kalau gua jujur, takutnya lu akan merasa gak enak" batin Mas ocong
__ADS_1
"Ah ia juga, yaudahlah, yok ke sana" sahut Mas ocong dan mereka berdua langsung cus ke perusahaan Kinan.
Di kantor Kinan sedang duduk di ruangannya sambil mengecek beberapa berkas penting, sampai konsentrasi nya terburai kan akibat kedatangan Bu Lastri dan juga Maya.
"Iya Pak letak di situ saja" ucap Bu Lastri menyuruh dua OB meletakkan sepasang meja dan kursi di samping meja Kinan.
"Apa-apaan ini?" tanya Kinan yang tidak senang dengan kelakuan Bu Lastri yang sesuka hatinya.
"Kenapa? Bukankah jabatan kita sama sekarang? Jadi ku pikir tidak adil jika kau bisa menikmati ruangan mewah ini sendirian" ucap Maya
"Kau bisa mencari tempat lain, atau membuat ruangan yang persis seperti ini dan tidak harus satu ruangan begini dengan ku" tambah Kinan yang semakin kesal dengan tingkah ibu dan anak itu.
Maya tak peduli dengan perkataan Kinan, dia tetap kekeh untuk berada dalam satu ruangan dengan Kinan.
Kinan yang kesal tapi tak bisa berbuat apapun, hanya bisa mengepalkan tangannya dan keluar untuk mencari udara segar.
Kinan berjalan menuju rooftop kantor, di atas dengan di temani sekaleng soda dingin, Kinan mencoba menenangkan dirinya.
"Tenanglah Kinan, kau pasti bisa melalui semua ini dengan baik" ucap Kinan menenangkan dirinya.
Dia mencoba menyemangati dirinya untuk tidak kalah oleh kedua ibu dan anak licik itu.
__ADS_1
Setelah hampir 1 jam Kinan berdiam diri di rooftop kantor, sekarang dia mulai turun dan kembali ke ruangannya. Di sana Maya sedang berdiskusi dengan seorang klien yang tampangnya sangat familiar.
"Kenapa y, punggung pria itu sangat familiar ku rasa" batin Kinan sambil masuk ke dalam.
"Baiklah, kalau begitu senang bekerja sama dengan anda Tuan Jonathan" ucap Bu Lastri dan Maya dengan pedenya bersikap sok cantik di hadapan Jonathan.
Bagaimana tidak, siapa yang tidak mendambakan menjadi istri seorang konglomerat, di tambah Jonathan adalah pewaris tunggal dan sekarang seluruh kekayaan keluarga diningrat ada di tangannya.
"Jonathan!" ucap Kinan yang terkejut melihat Jonathan ada di hadapannya.
"Tidak sopan, dia adalah Tuan Jonathan, dia bahkan lebih tua dari mu Kinan" ucap Bu Lastri yang sok bijak.
Kinan tak terlalu memperdulikan perkataan Bu Lastri, dia hanya tak menduga saja, ternyata klien penting yang Maya maksud tadi adalah Jonathan.
"Jadi kau bekerja sama dengan mereka?" tanya Kinan yang tak habis pikir
"Benar, Tuan Jonathan ada di pihak kami sekarang. Kami memiliki kekuatan yang besar di tangan dan satu hal lagi, Tuan Jonathan juga telah membeli setengah dari saham ku" jelas Maya sambil merangkul tangan Jonathan
Kinan merasa sedikit sedih, dia merasa kecewa dengan sikap Jonathan yang memihak pada Bu Lastri dan juga Maya.
"Oh begitu, ya sudah" ucap Kinan sambil ingin keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Entah mengapa rasanya hati Kinan sangat sakit saat melihat Jonathan harus bekerjasama dengan Bu Lastri dan juga Maya, di tambah kedekatan Maya dan juga Jonathan yang membuat hatinya merasa sedikit cemburu...