
Pukul 12.00 wib Kinan kini tengah berada di cafe celesta tempat janjiannya dengan Jonathan. Dengan perasaan hati yang kesal dan marah, Kinan mencoba untuk tetap tenang dan terlihat biasa saja...
Jonathan berjalan mendekat ke arah Kinan yang sedang terduduk sambil melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. Mas ocong yang melihat kegundahan di hati Kinan langsung mengerti....
"Hey, maaf y lama nunggunya" ucap Mas ocong memecah lamunan Kinan. "Ah, enggak than, aku juga baru sampai kok" sahut Kinan dengan senyum manis, dia seperti orang yang benar-benar sedang menyembunyikan sesuatu hal dari orang lain...
Mas ocong tiba-tiba bangkit dari tempat duduk nya dan berlari ke arah mini market yang tak jauh dari tempat cafe tersebut. "Hufft" dengan ngos-ngosan Mas ocong berusaha mengatur nafasnya. "Beh karena udah kelamaan gak olahraga lari dikit aja rasanya kek jauh kali bah" batin Mas ocong...
__ADS_1
"Aku gak tau apa yang menimpa mu, tapi yang aku tau jika kita sedang dalam keadaan stres atau galau makanan manis sangatlah berguna untuk membuat mood kita menjadi lebih baik" ucap Mas ocong sambil memberikan es krim cokelat mint kesuksesan Kinan sewaktu kecil...
Melihat apa yang Jonathan lakukan padanya membuat Kinan seperti kembali ke masa lalu, saat kecil dulu, dokter Eza juga sering memberikannya es krim cokelat mint untuk menghiburnya agar tak takut untuk di suntik atau saat mereka melakukan pemeriksaan karena kondisi fisik Kinan sangatlah rentan dulu. "Ini,..!" ucap Kinan yang tak bisa berkata-kata lagi...
"Cafe ini tidak menyediakan es krim jadi aku pikir tidak salah berlari sedikit keluar untuk membelikan mu ini" ucap Mas ocong memecah keadaan canggung. Dengan senang Kinan mengambil es krim itu dan melahapnya. Seorang pelayan juga tiba dengan beberapa makanan yang tadi di pesan oleh Kinan...
"Ah, tidak masalah hanya noda kecil, saat kembali nanti akan ku suruh asisten ku membelikan celana yang baru" ucap Mas ocong dengan sengaja menyombongkan diri di hadapan Kinan. Mendengar hal itu membuat Kinan tertegun sejenak. "Membeli? Itu hanya noda kecil saja, kenapa tidak di cuci dan di ganti dengan yang ada di rumah mu than?" ucap Kinan yang berpikir Jonathan terlalu boros...
__ADS_1
"Tidak masalah, lagi pula uang ku tidak akan habis hanya dengan sebuah celana seharga 30 juta" sahut Mas ocong. Kinan merasa sedikit tidak nyaman dengan sikap sombong Jonathan, tapi dia kembali teringat bahwa waktu itu dia sempat bertanya dengan orang di sekitar bar bahwa Jonathan hanyalah pria miskin yang suka menjebak wanita kaya untuk di porotin...
Dengan kesal Kinan langsung marah ke arah Mas ocong. "Siapa lagi wanita yang kali ini kamu jebak ha? Aku gak suka y jika kamu menggunakan uang hasil jebakan wanita-wanita itu untuk di pamerkan di hadapan ku" ucap Kinan dengan ngegas...
"Ha? Siapa yang morotin cewek-cewek Kinan? Yang ada gua ia di porotin 🙄" sahut Mas ocong. Kinan tetap saja ngotot dan menuduh Mas ocong telah memporotin para cewek-cewek lain untuk melakukan segalanya. "Kemarin waktu di bar, kau juga menyewa pengawal dan bersikap keren di hadapan ku, berapa uang yang kau dapat sampai melakukan semua ini?" celotehan Kinan tak henti-hentinya untuk menghakimi Mas ocong...
Mas ocong yang merasa frustasi dengan ocehan Kinan langsung menutup mulutnya. "Wait, lu ngoceh terus gua kapan ngomongnya Kin? Lihat dan baca ini baru komentar" ucap Mas ocong sambil melepaskan tangannya dan menunjukkan sebuah berita teratas di pencarian terhangat...
__ADS_1
Saat melihat berita itu mata Kinan langsung membulat dan melebar, dia sangat syok saat mengetahui bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah seorang anak konglomerat berdarah biru. "KAU!!" ucap Kinan sambil menutup menutup mulutnya tak percaya. Mas ocong langsung mengangguk dan dengan percaya diri merapikan rambutnya dengan tangannya berpose ala-ala artis negeri ginseng yang bak pangeran dongeng itu...