Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Menghabiskan malam bersama


__ADS_3

Mas ocong melahap bibir mungil Kinan dengan sangat brutal dan jari-jemarinya juga ikut bergerak meraba ke sana, ke sini.


Kinan yang tampak pasrah hanya diam dan menikmati semua permainan Jonathan yang membuatnya meram melek.


"Uhm,... " rintih Kinan.


Tiba-tiba Mas ocong tersadar dengan niat awal dia masuk ke tubuh Jonathan.


Mas ocong medorong Kinan menjauh.


"Tidak, ini tidak bisa terjadi" ucap Mas ocong yang membuat Kinan menjadi canggung.


Merasa tidak layak membuat Kinan menjadi sedikit frustasi, dia pun jadi mengingat kejadian dengan pria yang ada di hutan waktu itu. Kenyataan bahwa dia sudah tidak perawan lagi, mungkin telah di ketahui oleh Jonathan dan dia merasa jijik pada Kinan.


"Ah, aku memang tidak pantas bersama mu" ucap Kinan


"Hah? Apa maksud mu Kin?" tanya Mas ocong yang tak paham.


"Haha, tak masalah, aku mengerti kok" sahut Kinan.


Semua pemikiran itu membuat Kinan menjadi pucat dan tak nyaman. Saat bianglala itu berhenti, Kinan buru-buru keluar dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sepanjang jalan, Kinan hanya menundukkan wajahnya dan tak berani menatap Mas ocong.


Merasa Kinan salah paham padanya membuat Mas ocong tidak enak dan mencoba menjelaskan, tapi Kinan sepertinya enggan mendengar apapun dari Mas ocong, karena dia yakin, bahwa itu hanyalah sebuah penolakan saja.


"Kinan, sepertinya kau salah paham, aku tidak,... " belum selesai Mas ocong menjelaskan, Kinan langsung memotong ucapannya.


"Tidak masalah, aku sekarang memang tidak pantas untuk seorang Tuan Muda seperti mu, haha. Tidak masalah aku juga tidak terlalu memikirkannya, aku juga akan melupakan ciuman tadi" sahut Kinan sambil menyembunyikan air matanya dari Mas ocong.


Mas ocong yang merasa tak benar, langsung membanting setirnya dan membawa Kinan menuju mansion pribadi milik keluarga Diningrat yang jaraknya lebih dekat dari sana.


Kinan hanya bisa patuh dan diam mengikuti Mas ocong, sebab hatinya saat ini tengah bercampur aduk.


Saat tiba di mansion itu, Mas ocong turun dan menarik Kinan keluar.


Di dalam mansion, Mas ocong langsung mendorong tubuh Kinan ke atas sofa empuk itu.


Dia mulai mencumbu leher Kinan dan mulai menjalar ke seluruh arah.


Kinan yang awalnya memberontak, kini mulai patuh dan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Jonathan.


Mas ocong juga tak menyia-nyiakan hal itu, dia melahap segala hal yang ada pada Kinan.

__ADS_1


Dengan lembut Mas ocong menggendong Kinan dan membawanya menuju kamar.


Begitu saja, mereka berdua bersatu dalam satu cinta bersama di malam sunyi yang sejuk itu.


༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶


Keesokan paginya, Kinan yang bangun duluan langsung mengusap matanya, seolah tak percaya dengan apa yang terjadi tadi malam, antara mereka berdua.


"Ini pasti mimpi" ucap Kinan sambil mencoba menampar pipinya.


"Auh, sakit" rintihnya


"Jangan menyakiti tangan mu sendiri Kin" ucap Mas ocong yang juga telah bangun.


"Kau!" Kinan terkejut dan sedikit malu.


Dengan lembut Mas ocong mengecup kening Kinan, "Maaf karena aku kasar tadi malam padamu sayang" ucap Mas ocong yang membuat Kinan menjadi sangat bahagia.


20 menit kemudian, setelah selesai mandi bersama keduanya pun turun, Mbak Kunti yang juga ada di sana, mulai menunjukkan ekspresi tidak senang pada Mas ocong, sebab menurutnya Mas ocong telah berbelok dari niat awalnya.


"Halo Nona Kinan, duduk dan makanlah, sarapan sudah siap" ucap Mbak Kunti dengan manis pada Kinan, tapi setelah itu dia mengubah ekspresi nya menjadi menyeramkan saat menatap ke arah Mas ocong.

__ADS_1


"Hehe, Kin, makanlah dulu, aku ada perlu sebentar dengan Naya" ucap Mas ocong dan Kinan pun mengangguk nurut.


"Mati gua setelah ini" batin Mas ocong yang sambil mengikuti Mbak Kunti dari belakang yang seolah tau apa yang akan dia dapat setelah ini.


__ADS_2