Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Keris Empuh Gandring


__ADS_3

"Baiklah begini, sampean iku kan, maksud saya kamu itu kan hanya makhluk astral biasa saja, bagaimana bisa kamu menembus pelindung yang saya buat?" ucap Mbah Kidul yang kini telah menggunakan bahasa Indonesia...


"Bah gitulah Mbah kan enak dari tadi kek, kan cepat masalah kita kelar" sahut Mas ocong dan Mbah Kidul hanya memutar matanya dengan enggan.


"Kita itu orang Indonesia Mbah jadi jangan pakai bahasa suku walaupun kita itu tetap satu tapi gunakanlah bahasa persatuan agar kita mengerti satu sama lainnya" tambah Mas ocong yang mulai ceramah gak jelas.


"Udah lah Cong gak usah banyak ngomong sikat langsung ajalah tubuh gua udah mulai rapuh ini" ucap Mbak Kunti agar Mas ocong gak kebanyakan bacotan lagi.


"Ok-ok Kun, mode serius kita" sahut Mas ocong dan langsung mengubah ekspresi wajahnya...


Dengan cepat Mas ocong langsung bergerak di depan Mbah Kidul dan dengan satu hempasan membuat Mbah Kidul mundur kebelakang dan hampir saja terjatuh...

__ADS_1


SWOSH, "Ah,..." rintih Mbah Kidul yang terkena pukulan Mas ocong tepat di dadanya.


"Kau seharusnya tidak melakukan hal ini Mbah" ucap Mas ocong.


"Sial, kuat juga setan satu ini, untung aku menahannya dengan kedua tanganku tadi, kalau tidak, bisa remuk dadaku" batin Mbah Kidul sambil mengeluarkan senjatanya, keris Empuh Endang.


Melihat Mbah Kidul yang mengeluarkan senjata, Mas ocong juga ikut, dia mengeluarkan keris yang di berikan oleh Mbah Jati padanya. Melihat keris Empuh gandring yang legendaris itu ada di tangan Mas ocong membuat Mbah Kidul terkejut sekaligus menjadi takut, sebab tidak ada kekuatan yang bisa melawan keris itu, dan juga hanya orang-orang terpilihlah yang bisa menggunakan keris sakti tersebut...


Mbak Kunti pun terbebaskan dan dapat bertemu kembali dengan Mas ocong, melihat Mbak Kunti yang lemah membuat Mas ocong pun akhirnya memili berhenti dan tidak melanjutkan perkelahian mereka. Tak lupa sebelum pergi Mas ocong memberikan peringatan pada Mbah Kidul untuk tidak berani lagi mengganggu urusan atau berani menyentuh orang-orang yang dia sayangi, atau akan berakibat fatal untuknya kelak...


Walaupun enggan, tapi Mbah Kidul hanya bisa mengangguk dan terdiam sambil menahan sakit di dada dan rasa malu sebab kalah oleh makhluk astral yang selama ini ia remehkan itu...

__ADS_1


Setelah Mas ocong dan Mbak Kunti pergi Mbah Kidul langsung murka dan mulai menjatuhkan semua barang-barangnya, "Ini masih awal, aku pasti akan mengalahkan mu suatu saat nanti" ucap Mbah Kidul sambil menggenggam sebuah kendi kecil hingga pecah, PRANK...


Di sisi lain, Mas ocong dan Mbak Kunti yang telah keluar dari kediaman Mbah Kidul langsung bergegas menuju altar doa Mbah Jati. "Mbah, tolongin Kunti" ucap Mas ocong sambil membaringkan tubuh Mbak Kunti yang lemah di tengah altar doa...


Dengan kekuatannya Mbah Jati pun mulai membaca mantra dan mencoba mengobati Mbak Kunti. "Kolo kadon narangen sejolan, sak taaklan mang tor polakan, urip,.. urip,... " ucap Mbah Jati sambil menyentuh kening Mbak Kunti...


Setelah melakukan hal itu, kini Mbak Kunti pun mulai lebih baik, dia bahkan sudah bisa duduk walaupun belum sepenuhnya pulih...


"Syukurlah, akhirnya kau baik-baik aja Kun" ucap Mas ocong merasa lega melihat sahabatnya akhirnya pulih kembali. "Balik ke tubuh mu sekarang, kau telah keluar terlalu lama, jangan sampai Jonathan berhasil masuk dan merebutnya kembali" ucap Mbah Jati yang menyadarkan Mas ocong bahwa dia telah keluar dari raga Jonathan hampir 1 jam lamanya...


"Baik Mbah, saya akan kembali, Kun istirahat lah, jika belum pulih jangan kembali" ucap Mas ocong sambil berlari menuju halaman belakang kediaman Diningrat...

__ADS_1


__ADS_2