
Mereka bertiga sedang duduk termenung di pinggir jembatan.
"Woy, kalian gak mau?" Jonathan menawarkan es krim yang dia beli di supermarket tadi pada Mbak Kunti dan Mas ocong.
"Kau ngejek atau gimana? Kita itu setan gak makan begituan" jawab Mbak Kunti dengan kesal.
"Wkwkwk, maaf-maaf gua lupa kalian setan, hahaha" ledeknya sengaja
"Anj*r ni bocah emang y" tambah Mbak Kunti.
"Andai aku bisa bunuh diri, sudah lompat aku dari sini" ucap Mas ocong dengan ekspresi penuh dengan ketidakberdayaan.
"Y elah cong, kalau memang bisa begitu, aku sudah lebih dulu lompatlah cong"
"Wkwkwk, ia y Kun, nasib kita malang banget"
Jonathan mendekati mereka lalu memukul kepala keduanya.
TOK
"Dasar payah"
"Akh!"
"Kau selalu berkata untuk tetap tegar dan lalui hidup ini dengan sepenuh hati kan, lantas kenapa kau menyerah begitu saja sekarang cong?"
"Aku,.."
__ADS_1
"Dan kau Kunti, bukankah moto hidupmu itu hancurkan yang menghalangi dan jadilah lebih kuat lagi. Lantas kenapa kau menjadi lemah sekarang?"
"Hm,.. "
"Bukan cuma kalian yang memiliki masalah di dunia ini. Di luar sana juga banyak orang yang bahkan lebih sengsara dan contohnya adalah gua sendiri, di buang dari keluarga, tak mendapatkan hak ku, hidup menjadi penipu dan mati dalam keadaan overdosis"
Jonathan membuat Mbak Kunti dan Mas ocong kembali sadar untuk tak menyerah dengan cepat.
"Kau benar Jo, tidak seharusnya aku menyerah sekarang"
"Bah, benar jangan menyerah sekarang, waktumu masih setengah tahun lagi untuk menemukan pria yang baik untuk Kinan mu itu dan juga kau bisa sekalian mencari tau dalang dari kecelakaan yang menimpamu waktu itu"
"Benar juga cong, kau bilang kau mati karena di tabrak tapi orang yang menabrak mu, nasibnya bagaimana kan tidak ada yang tau" ucap Kunti
"Dan kau Kunti, apakah kau tidak mau mengekspos perbuatan busuk mantan mu yang membuat mu mati sia-sia seperti ini?"
"Ayo kita bersama, kita hancurkan para penjahat itu"
"Y"
Mereka bertiga pun berjabat tangan bersama, menguatkan diri untuk menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang.
Di sisi lain, di rumah Kinan yang sedang tertidur di bangunkan oleh suara ribut dari arah bawah.
"Siapa anda? kenapa membuat keributan seperti ini?"
Ternyata Mbah Kidul datang ke rumah Kinan bersama dengan Bu Lastri dan Maya.
__ADS_1
"Kalian!" Kinan tampak kaget melihat ibu dan saudara tirinya datang ke rumahnya.
"Bi Ijah, Bi,... "
Kinan mencoba memanggil Bi Ijah yang entah kemana perginya.
"Bi Ijah sudah ku buat pingsan di dapur, jadi kau gak usah repot-repot buat panggil namanya bego" ucap Maya
"Kau!"
"Sudahlah, Mbah ayo lakukan dan buat anak busuk ini mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan pada kami"
"Tunggu sebentar, sebelum itu, gadis ini harus di masukkan ke dalam bak mandi, atau makhluk astral itu bisa merasakan bahwa dia dalam bahaya" ujar mbah Kidul
Setelah kalah waktu itu dari Mas ocong membuat mbah Kidul banyak belajar dan menggali ilmu lebih dalam lagi, hingga kini saatnya di mana dia bisa membalaskan dendamnya pada Mas ocong lewat Kinan.
"Ayo May, geret dia"
"Baik Ma"
Bu Lastri dan Maya pun menggeret paksa Kinan menuju kamar mandi.
"Lepas, aku bilang lepaskan aku"
Kinan mencoba memberontak kedua ibu dan anak itu, tapi dia yang seorang diri tentu saja akan kalah kuat dari keduanya.
Bersambung...
__ADS_1