Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Perasaan kehilangan


__ADS_3

Bu Lastri dan Maya benar-benar melampiaskan amarah mereka pada Kinan. Mereka memasukkan Kinan ke dalam bathtub dan menenggelamkannya kepalanya ke dalam.


GLUK GLUK


Kinan mulai susah untuk bernapas, karena kepalanya di kendelepkan paksa ke dalam bathtub itu.


"Akh,.. Le,.. "


Dia bahkan tak sempat untuk berbicara.


"Sudah May, nanti dia mati beneran" ucap Bu Lastri menyuruh Maya untuk berhenti menekan kepala Kinan ke dalam bak mandi.


"Biarlah Ma, bukannya kita memang mau dia mati" Maya tampaknya sangat menyimpan dendam pada Kinan.


"Jangan seperti itu. Jika dia mati dengan keadaan seperti ini, maka tidak akan menarik dan terlalu mudah untuknya"


"Mama benar juga"


"Ya sudah, kita sekarang tinggalkan saja dia di sini. Yang penting ikat tangan dan kakinya agar dia tidak bisa keluar dari bathtub ini"


"Baik Ma"


Kinan yang sudah lemas tidak bisa melawan lagi, dia hanya sibuk mengatur napasnya.


"Sudah Ma"


"Bagus, ayo kita ke sisi Mbah Kidul"


"Baik Ma"


Mereka berdua pun meninggal kan Kinan sendiri di sana dalam keadaan lemas di dalam bak mandi.


Di ruang tamu, mbah Kidul tampak sudah selesai menyiapkan keperluan untuk ritual.


"Mbah bagaimana? sudah siap?"


"Sudah, sekarang kita bisa memulai ritualnya"

__ADS_1


"Bagus, akhirnya aku bisa melihat gadis bodoh itu menderita" ucap Maya


Kedua ibu dan anak itu tampak sangat antusias ingin membuat Kinan menderita.


"Laren saiten koyolali San sinop pikaryatin waduso waduso,... "


Mbah Kidul mulai melemparkan mantra-mantra yang di yakini untuk memanggil arwah-arwah penasaran yang haus akan darah dan tubuh.


SWOSH


Sebuah bayangan hitam lewat dan berterbangan di depan mereka.


"Apa sing dikarepake?"


"Aku pengin sampeyan nyiksa wong wadon ing kamar mandi"


"Apa sing bisa dakkarepake saka tugas iki?"


"Sampeyan bisa mangan bocah wadon kasebut"


Setelah melakukan negoisasi, makhluk astral itu pun setuju dan pergi menuju kamar mandi.


SWOSH


"Akh!'


"Ada apa cong?" tanya mbak Kunti


"Entahlah, aku merasa ada yang aneh"


Mendengar hal itu, entah mengapa Jonathan juga merasakan hal yang sama.


"Benar, aku juga merasakan hal aneh saat ini"


"Lah, kalian berdua kok bisa samaan?"


"Gak tau juga Kun, tapi perasaan ini, seperti perasaan,... "

__ADS_1


Belum siap Mas ocong bicara, Jonathan langsung memotongnya.


"Kehilangan" ucap Jonathan


"Y, itu benar"


"Pasti ada yang tidak beres"


"Bentar dulu, kalian kok bisa sama perasaan itu?"


Mbak Kunti yang penasaran kembali bertanya hal yang sama.


"Tidak tau, mungkin karena si ocong menggunakan raga ku, jadi aku juga merasakan apa yang dia rasakan" sahut Jonathan


"Y, aku pikir juga begitu" tambah mas ocong


"Lah terus kalian mau kehilangan apa ini?"


"Menurut mu apa yang penting bagi ku Kun?"


"Kinan!"


"Benar, dia pasti dalam bahaya"


"Tidak, aku tidak merasakan dia dalam bahaya apapun"


"Lah terus apa dong Cong?"


"Itulah yang aku juga tidak tau"


Mereka bertiga berpikir bersama, mencari hal apa yang membuat perasaan kehilangan itu timbul.


5 menit kemudian


"Sudahlah, jangan di pikir lagi, lebih baik pergi dan periksa langsung, apakah Kinan baik-baik saja atau tidak" ucap Jonathan


"Y kau benar, ayo kita pergi"

__ADS_1


Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk pergi melihat keadaan Kinan. Sementara itu, makhluk astral itu, kini telah sampai di depan pintu kamar mandi di mana Kinan berada dan berniat masuk ke dalam.


Bersambung...


__ADS_2