Gairah Mas Ocong

Gairah Mas Ocong
Kembali ke raga ku


__ADS_3

Mbak Kunti yang tadinya sudah menghubungi Kinan, kini sedang menunggunya tiba.


Kinan dengan terburu-buru bergegas menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Jonathan.


"Jo,... hufth,... " ucap Kinan sambil melihat ke arah pintu ruangan Mas ocong.


Mbak Kunti menarik Kinan untuk tenang dan duduk terlebih dahulu.


"Tenanglah Kin, dokter sedang di dalam, kita tunggu saja" ucap Mbak Kunti sambil menarik Kinan duduk di sampingnya.


"Ada apa ini Nay? Kenapa Jonathan bisa sampai tak sadarkan diri seperti ini?" tanya Kinan yang khawatir.


Mbak Kunti mencoba menjelaskan kronologi kejadiannya pada Kinan, karena memang sejak awal Mbak Kunti juga tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, dan kenapa Mas ocong bisa pingsan dan harus di larikan ke rumah sakit seperti ini.


"Jadi apa yang bisa ku lakukan sekarang Nay, huhuhu,... Aku sangat mengkhawatirkan keadaan nya" Air mata Kinan pecah, dia tak sanggup jika harus kehilangan ketiga kalinya lagi.


Sungguh sangat menyedihkan, tapi itu semua harus terjadi suatu hari nanti, di mana Mas ocong harus pergi meninggalkan Kinan seorang diri.


"Tenanglah, aku juga khawatir Kin, tapi kita tidak bisa melakukan apapun, lebih baik kita berdoa demi kebaikan Jonathan" ucapan Mbak Kunti membuat Kinan merasa sedikit tenang, di tambah pelukan hangat yang Mbak Kunti berikan membuat Kinan merasa jauh lebih baik saat ini.


Lukas yang juga berada di sana, hanya bisa berdiri diam sambil mengawasi situasi.


Tak lama, setelah menunggu hampir 1 jam, dokter pun keluar.

__ADS_1


Mereka langsung berlari ke arah dokter Rian.


"Dok, bagaimana keadaan tuan Jonathan?" tanya Mbak Kunti.


"Tidak masalah, semua sudah dalam kondisi baik, dia hanya kelelahan saja" jelas dokter Rian.


"Dok, saya boleh masukkan?" tanya Kinan yang tak sabar untuk bertemu dan melihat Mas ocong.


"Tentu, masuklah, tuan Jonathan juga telah siuman" sahut dokter.


Tanpa menunggu, Kinan langsung berlari masuk ke dalam, bahkan tak sengaja dia hampir terjatuh.


"Kinan, berhati-hatilah" ucap Jonathan.


"Hey,... Aish,.. " Mas ocong tampak cemburu dan kesal dengan hal itu.


Sepertinya yang masuk ke tubuh Jonathan saat ini adalah Jonathan yang asli, karena arwah Mas ocong terlihat sedang berdiri di sebelahnya.


Mbak Kunti yang masuk dan melihat pemandangan ini, langsung marah, dengan gegabah dia langsung mencekik leher Jonathan.


"Brengs*k kau" ucap Mbak Kunti.


"Apa yang kau lakukan Nay?" ucap Kinan melihat Mbak Kunti yang gila.

__ADS_1


Mas ocong langsung menarik Mbak Kunti.


"Bah Kun, santai woy, biarin aja dulu, itu gua yang kasih" ucap Mas ocong.


"Hah? Maksud mu apa? Jangan ngada-ngada kau Cong" sahut Mbak Kunti.


"Iya woy lepasin dulu gih tangan lu, biar gua jelasin" tambah Mas ocong.


Mbak Kunti pun melepaskan tangannya.


"Uhuk,.. uhuk,... " Jonathan kembali bisa bernapas lagi.


"Hehe, maaf habis si Jo buat orang panik aja, jadi kebawa emosi" jelas Mbak Kunti agar Kinan tak curiga.


"Ada-ada saja kamu Nay, jangan begitu lagi, kasian Jo tau gak" ucap Kinan sambil mengelus tubuh Jonathan.


Jonathan pun tak tinggal diam, dia juga ikut berakting tersakiti di hadapan Kinan, agar Kinan terus membelainya.


"Bah cari mati kau, di kasih hati malah minta jantung" Mas ocong kesal, tapi Jonathan hanya tertawa.


Mbak Kunti langsung menarik Mas ocong keluar, agar mereka bisa berbicara dengan leluasa.


Di luar Mas ocong berusaha menjelaskan apa yang terjadi, ternyata saat di akhir, awalnya Mas ocong tak mau membiarkan Jonathan masuk, tapi melihat rasa keputusasaan di wajahnya membuat Mas ocong tak tega dan membiarkan Jonathan masuk ke tubuhnya untuk melakukan apa yang ia ingin lakukan sebelumnya dalam waktu satu minggu ini...

__ADS_1


__ADS_2